
Sudah tiga hari sejak Frey menghilang, selama itu pula Josh sama sekali tak bisa memejamkan matanya, dia juga menolak untuk makan. Pria itu mencari keberadaan Frey seperti orang gila, tak kenal siang dan malam, hujan badai pun dia lewati demi menemukan istri kecilnya.
Larut malam Josh kembali ke rumahnya, sekujur tubuhnya basah kuyub dan bibirnya membiru karena kedinginan. Katherine tak bisa berbuat apa-apa, wanita itu hanya bisa berdoa semoga Frey segera di temukan agar putranya kembali seperti manusia normal.
Setelah mengganti pakaiannya, Josh duduk di tepi tempat tidur seraya memeluk baju kotor milik Frey. Josh melarang mbok Endang mencucinya karena dengan baju itu Josh bisa merasakan Frey berada di dekatnya. Aroma tubuh Frey menempel di baju yang kini tengah di peluknya.
"Love, kau dimana? Pulanglah, aku sangat merindukanmu," ucap Josh dengan mata memerah.
Ting...
Josh segera meraih ponselnya, setiap pesan masuk sangat berarti darinya. Dia berharap Frey akan mengiriminya pesan atau anak buah Jo akan memberi kabar jika mereka telah menemukan Frey.
'Dia baik-baik saja!'
Sebuah pesan singkat di ikuti foto saat Frey tengah terlelap. Josh segera menghubungi nomor tersebut dan tersambung. Seakan mendapat secercah harapan, karena biasanya nomor yang mengiriminya pesan tidak bisa di hubungi.
"Dimana istriku?" tanya Josh begitu panggilan tersambung.
"Haha," terdengar suara wanita tertawa. "Sabar tuan, istri anda baik-baik saja!"
"Siapa kau, kenapa kau menculik istriku?"
"Saya tidak menculiknya, saya justru menolongnya dari sekapan Jennifer Scott!" ujar wanita itu.
"Katakan di mana istriku," Josh bertanya dengan tidak sabaran, tiga hari sudah cukup baginya untuk berpisah dengan Freesia.
"Dia berada di tempat yang aman."
"Katakan dimana?" teriak Josh.
"Tidak semudah itu tuan!"
"Shittttt. Apa yang kau inginkan?" tanya Josh kemudian.
"Pertanyaan yang bagus. Hem. Apakah 20 persen saham milik anda sebanding dengan istri anda."
__ADS_1
"Maggie Zantman," geram Josh dengan tangan mengepal, hanya dengan menyebutkan saham saja Josh sudah tau siapa wanita yang tengah berbicara dengannya. Bukan tanpa alasan, karena sejak beberapa hari yang lalu Maggie terus mendesak Josh untuk menjual saham nya kepada wanita itu.
"Anda benar-benar luar biasa tuan Josh!"
"Aku tidak menyangka kau seorang pembisnis yang curang. Hanya demi sahamku kau bahkan sampai menculik istriku!"
"Sudah saya katakan. Bukan saya yang menculiknya. Saya justru menolongnya. Bukankah sudah sepantasnya anda memberi saya imbalan?"
"Cih, katakan dimana Frey!"
"Dia berada di tempat yang aman," sahut Maggie Zantman dengan tenang. Sudut bibirnya terangkat saat suara Josh terdengar gusar.
"Dimana istriku?" kali ini Josh tak bisa mengendalikan emosinya, pria itu berteriak sangat keras dan membuat Maggie Zantman mengakhiri panggilan mereka.
"Arggghh," Josh melempar ponselnya ke ranjang, pria itu mengusap wajahnya dengan kasar. Dia merasa sangat frustrasi. "Bagaimana ini?"
Josh berpikir sejenak, baginya saham tidaklah penting. Namun bagi keluarganya saham yang kini dia miliki sangatlah berharga, jika Maggie berhasil mendapatkan saham miliknya itu artinya wanita itu memiliki saham terbesar di J&J Company, bukan tidak mungkin wanita itu bisa menghancurkan perusahaan milik keluarganya.
Saat itu juga Josh pergi ke mansion utama, dia ingin mendengar pendapat dari Jimmy. Setibanya di mansion utama, Josh segera menemui Jimmy di kamarnya.
"Dad ini Josh," ucapnya setelah beberapa kali mengetuk pintu.
Begitu Josh masuk aroma alkohol menyeruak indera penciumannya, kamar tersebut sangat lembab dan di penuhi asap rokok. Josh dapat melihat dengan jelas jika Jimmy sedang kacau, pria tua itu benar-benar berantakan.
"Apa ini dad?" tanya Josh seraya menyalakan lampu utama, pria itu juga membuka jendela agar kamar udara masuk ke dalam kamar. Karena sudah larut malam, Josh kembali menutup jendela setelah bau apek dan pengap di ruangan tersebut berkurang.
"Momy mu ingin bercerai," ucap Jimmy di iringi tawa hambar.
"Ya memang seharusnya itu yang momy lakukan sejak dulu," sahut Josh tanpa rasa bersalah, karena apa yang di lakukan Jimmy sudah sangat keterlaluan.
"Hm. Apa yang membawamu kemari?" tanya Jimmy kemudian, jawaban dari Josh sebelumnya membuat pria itu enggan membahasnya lebih jauh mengenai masalahnya bersama Katherine.
"Frey berada di tangan Maggie Zantman. Dia menginginkan sahamku," jawab Josh apa adanya.
"Apa? Sudah aku duga sejak awal, wanita tua itu pasti merencanakan sesuatu!"
__ADS_1
"Apa dady punya masalah dengan Maggie Zantman? Sepertinya wanita itu sangat ingin menguasai J&J Company?"
"Tidak mungkin. Aku bahkan baru mendengar namanya beberapa waktu yang lalu."
"Hem. Aku datang karena aku ingin mengatakan kepada dady bahwa aku akan menjual sahamku. Anggap saja ini hukuman untuk dady," setelah mengatakan hal tersebut, Josh segera keluar dari kamar dady nya, dia harus segera menemui Maggie dan menjemput Frey secepatnya.
Josh sudah memikirkannya dengan matang, dia sudah memikirkan kemungkinan terburuk jika Maggie ingin menguasai perusahaan milik keluarganya. Jo memiliki kemampuan mumpuni dalam bidang bisnis sehingga dia tidak akan kesulitan mencari pekerjaan, sementara Jovanka dia bisa menghidupi dirinya sendiri dengan menjadi model. Untuk Lynda dan Katherine, Josh yakin mampu mencukupi kebutuhan mereka.
Josh kembali menghubungi Maggie, dia ingin membicarakan kembali mengenai sahamnya.
"Tuan Josh, apa anda tidak memiliki jam?" ucap Maggie saat panggilan tersambung.
"Saya akan memberikan saham saya, jadi katakan di mana istri saya sekarang!"
"Oh waow kejutan yang luar biasa tuan Josh. Karena saya tidak mau di anggap picik maka saya akan memberikan harga tertinggi untuk saham anda," sahut Maggie dengan antusias,tidak masalah meski harus membayar mahal, yang terpenting kehancuran Jimmy Janzsen ada di depan matanya. "Besok jam tiga sore saya akan mengirimkan alamat kepada anda!" pesan Maggie, wanita itu lalu mengakhiri panggilan tersebut.
"Shiiittttt," Josh memukul setir mobilnya dengan keras, dia harus bersabar sampai esok hari.
"Sabar Love, aku akan datang menjemputmu!"
.
.
Maggie Zantman tersenyum penuh kemenangan, sebentar lagi J&J Company akan berada di genggamannya. Penambahan saham dari Josh akan membuatnya menjadi pemilik saham terbesar, segala keputusan perusahaan harus mendapat izin darinya.
Perhatian Maggie Zantman teralihkan saat dia mendengar Frey menjerit, wanita itu lalu menghampiri cucunya di atas tempat tidur.
"Kau sudah sadar?" tanya nya dengan wajah datar.
Frey tidak menyahut, gadis itu lalu duduk dan mengatur nafasnya yang memburu. Frey menyeka air matanya, dadanya terasa begitu sesak setelah memimpikan sesuatu yang sangat mengerikan.
Mimpi?
Bukan, itu bukan mimpi melainkan ingatan masa lalunya yang sudah dia lupakan. Ingatannya kini kembali, bahkan tidak hanya saat kecelakaan pesawat.
__ADS_1
"Aku ingat semuanya!"
BERSAMBUNG...