Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Seragam sekolah


__ADS_3

Pagi pertama di tahun baru, Frey bangun dengan wajah berseri-seri setelah semalam merayakan malam tahun baru bersama Josh. Gadis itu beranjak bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setengah jam kemudian dia keluar dengan wajah yang lebih segar. Frey lalu turun untuk membuat sarapan karena mbok Endang masih cuti. Saat menuruni tangga, Frey bernyanyi dengan senyum yang sangat lebar, dia tak menyadari jika di dapur ada yang sedang memperhatikannya.


"Frey," panggil seseorang yang sontak membuat Freesia terkejut.


"Astaga naga, kau membuatku terkejut Josh. Apa yang kau lakukan di dapur?" tanya Freesia.


Josh tak menjawab pertanyaan Freesia, pria itu justru fokus pada paha mulus dengan sedikit luka kemerahan di sana, pagi ini Frey memakai celana pendek dan kaos polos yang kebesaran.


"Frey, ganti celanamu!" titah Josh, dengan sekuat hati dia mengalihkan pandangannya dan kembali ke dekat kompor, karena sebenarnya tadi Josh sedang menggoreng telor.


"Kenapa dengan celanaku? Aku sangat nyaman memakainya, luka di pahaku juga jadi cepat kering!"


Josh mematikan kompornya, dia kembali berjalan mendekati Freesia, wajahnya semakin dekat membuat Freesia sedikit gugup, gadis itu bahkan sampai memejamkan matanya saat wajah Josh begitu dekat dengan wajahnya. "Jangan pernah pakai celana pendek saat aku di rumah atau aku akan melepaskannya dan membawamu ke kamarku!" bisiknya dengan suara menggoda.


Freesia sontak membuka matanya, gadis itu lalu berjalan mundur dan berlari menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya. Oh ayolah, bayangan saat benda tumpul itu menggesek intinya sangat membuatnya ketakutan. Sementara Josh hanya terkekeh melihat tingkah Freesia yang di anggapnya begitu menggemaskan.


Beberapa menit kemudian, Feesia kembali turun, gadis itu sudah mengganti celana pendeknya dengan celana yang lebih panjang, dia lalu menghampiri Josh yang sudah duduk di kursi meja makan.


"Makanlah," Josh menggeser piring berisi sandwich sederhana. Hanya dua lebar roti tawar yang di isi selada, telor ceplok dan saos serta mayonise.


"Wah, kau membuatnya?" Frey duduk di samping Josh dengan mata berbinar, akhirnya dia bisa memakan masakan buatan Josh dan sarapan bersamanya.


"Hem, cepat makan. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat!"


"Kemana?" tanya Frey begitu antusias.


"Rahasia."


Frey segera menarik piringnya, sebelum memakan sandwich tersebut, gadis itu mengupas kulit roti tawar, setelah semua kulitnya terkupas, Frey lalu memasukkan sandwich tersebut ke dalam mulutnya.


Josh yang memperhatikan Freesia merasa aneh saat gadis itu mengupas kulit roti tawar. "Kenapa di kupas?" tanyanya penasaran.


Frey mengunyah makanannya dengan pelan, dia lalu meraih segelas susu dan meminumnya. "Aku tidak suka rasanya, kadang terasa pahit. Belum lagi butuh waktu lama untuk mengunyah kulit roti tawar ini Josh ."


"Kau sangat unik."


Keduanya saling melempar senyum dan kembali melanjutkan sarapan mereka. Setelah selesai sarapan, Freesia membereskan piring dan gelas kotor dan berencana akan mencucinya.


"Aku saja yang mencucinya Frey," Freesia menoleh saat mendengar suara Josh, saat yang bersamaan Josh berdiri tepat di belakang Freesia sehingga manik mata mereka bertemu. Frey menelan ludahnya berkali-kali saat Josh mendekatkan wajahnya, keduanya semakin dekat sampai bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.


"Boleh aku menciummu?" tanya Josh dengan suara serak, Frey seperti hilang akal, gadis itu mengangguk pasrah.


Cup...

__ADS_1


Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Freesia, gadis itu menunduk malu dengan wajah memerah.


"Kau bersiaplah, aku yang akan mencuci piringnya!"


Bak kerbau yang di cucuk hidungnya, Freesia begitu patuh, gadis itu berlari ke kamarnya dengan jantung yang berdebar-debar. Frey menutup pintu kamarnya, gadis itu lalu bersandar di belakang pintu seraya memegangi dadanya. "Dia tak menganggapku gampangan kan? Lagian siapa yang sanggup menolak ciumannya," Frey lalu meraba bibirnya, tiba-tiba adegan panas di hotel menyusup ke memorinya. "Hey gadis gila, apa yang kau pikirkan. Bisa-bisanya kau teringat adegan itu," Frey memukul kepalanya, berharap bayang-bayang saat Josh mencumbunya akan segera pergi dari kepalanya.


"Lebih baik aku mandi lagi!


.


.


.


Di lantai bawah, Josh sedang membaca koran sambil menunggu Freesia. Pria itu menutup korannya saat Frey akhirnya turun. Gadis itu terlihat imut dengan dress panjang selutut berwarna moka yang di padukan dengan outer dengan warna senada.


"Manis," gumam Josh, namun samar-samar masih terdengar oleh Freesia.


"Kau bilang apa Josh?"


"Tidak, ayo kita berangkat."


Josh membukakan pintu mobil untuk Fresia, pria itu tak mau kalah dari Axel, setelah Frey masuk, dia lalu menyusul masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikan mobil mewah tersebut meninggalkan rumah mereka.


"Sebentar lagi kita sampai."


Josh memarkirkan mobilnya di salah satu basement pusat perbelanjaan, pria itu lalu menggandeng tangan Freesia masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu. Frey hanya diam, sesekali dia menatap tangannya yang di genggam oleh Josh, gadis itu merasa sangat bahagia karena Josh bersikap manis kepadanya.


Josh mengajak Frey masuk ke dalam outlet yang menjual sepeda, mata gadis itu berbinar melihat berbagai model dan jenis sepeda ada di dalam toko itu.


"Pilihlah mana yang kau suka," ujar Josh dengan wajah di hiasi senyuman.


"Kau yakin?" tanya Freesia memastikan.


"Tentu saja."


"Tapi harganya pasti mahal Josh, aku tidak mau menghabiskan uangmu."


"Apa kau lupa kalau suamimu ini orang kaya," bisik Josh yang dengan sengaja mengingatkan Frey siapa dia sebenarnya, bukan bermaksud menyombongkan diri, Josh hanya ingin Frey berbelanja tanpa memikirkan akan menghabiskan uangnya.


"Dasar sombong," Freesia terkekeh. "Baiklah, aku akan menguras hartamu hari ini Capt," Freesia berbisik tepat di telinga Josh, namun tiba-tiba Freesia memiliki niat jahil, gadis itu meniup telinga Josh dan berhasil membuat Josh meremang.


"Kau nakal Frey."

__ADS_1


Freesia tersenyum penuh kemenangan, gadis itu lalu berkeliling memilih sepeda yang cocok untuknya, lebih tepatnya sepeda yang paling murah di toko itu. Frey tau jika uang Josh tidak akan habis hanya dengan sebuah sepeda, namun Frey merasa harus sadar diri dan tidak boleh tergoda oleh uang Josh, dia hanya khawatir Katherine akan semakin membencinya jika ibu mertuanya itu tau Frey membelanjakan uang Josh untuk hal-hal yang tak terlalu penting.


"Josh aku mau yang ini," Frey menunjuk sepeda berwarna lilac dengan keranjang di depannya berwarna putih.


"Kau menyukainya?" tanya Josh dan Frey hanya mengangguk.


Josh lalu memanggil pelayan toko. "Saya ambil yang ini, tolong antarkan ke alamat ini ya!"


"Baik tuan!"


Setelah membayar sepeda, Josh kembali mengajak Freesia berkeliling, kali ini Josh membawa Freesia ke dalam toko yang menjual seragam sekolah.


"Kenapa kemari?" tanya Frey bingung.


"Rok sekolahmu pendek semua, kita harus menggantinya!"


"Tidak mau," tolak Freesia dengan tegas.


"Pahamu menjadi tontonan orang banyak!"


"Pokoknya aku tidak mau Josh. Aku nyaman memakai seragamku yang sekarang!"


"Tidak bisa, kau harus menggantinya!"


"Kenapa kau mengaturku, lagi pula pihak sekolah juga tidak melarangku memakai rok pendek!"


"Aku tidak suka," ujar Josh tak mau kalah.


"Tapi aku menyukainya!"


"Pokoknya ganti!" tegas Josh.


"Tidak!"


"Ganti!"


"Tidak, kenapa sih kau memaksa!"


"Karena aku tidak suka pahamu di lihat orang lain, hanya aku yang boleh melihatnya!!"


"Eh????


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2