Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Makan mangga di pohon


__ADS_3

Dua hari sebelum pertunangan...


Maggie menepati janjinya, dia membawa Frey ke J&J Company untuk menandatangani berkas pemindahan saham, kini seluruh sahamnya di J&J Company sudah berpindah atas nama Freesia. Freesia akhirnya bisa bernafas lega, setelah dua tahun menunggu, akhirnya yang dia perjuangkan sudah di gapainya. Kini, tinggal satu langkah lagi agar Frey bisa kembali pada Josh.


Setelah penandatanganan pemindahan saham, Maggie membawa Frey jalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Frey sedikit heran karena selama dua tahun bersama baru kali ini Maggie mengajaknya jalan-jalan. Keduanya tak banyak bicara, Maggie hanya mengajak Frey berkeliling dan membeli beberapa baju.


"Apa kau lapar Frey?" tanya Maggie dan Frey hanya mengangguk, karena memang dia sangat lapar, pagi tadi dia hanya minum segelas air karena tak berselera makan. Maggie mengajak Frey ke salah satu restoran yang ada di dalam pusat perbelanjaan, mereka memesan steak sapi favotir Freesia.


Mata Frey berbinar saat makanan kesukaannya datang, dengan cepat di meraih pisau dan garpunya lalu memotong daging sapi dengan tingkat kematangan medium rare. Namun, tiba-tiba Frey merasa mual dan jijik melihat daging yang baru saja dia potong, kondisi daging yang bagian dalamnya belum matang itu membuat Frey membayangkan jika dia sedang memotong daging manusia.


Perut Frey semakin bergejolak, dia sudah tidak tahan lagi. Frey beranjak dari kursinya dan berlari menuju kamar mandi, di sana Frey memuntahkan semua isi perutnya dan yang keluar hanyalah cairan bening karena sejak pagi Frey tidak makan apapun.


"Pasti asam lambungku naik gara-gara tadi pagi tidak sarapan," gumam Frey seraya mencuci mulutnya.


Setelah merasa lebih baik, Frey kembali ke mejanya. Dia mendapatkan tatapan penuh selidik dari neneknya.


"Sepertinya aku masuk angin oma. Ayo kita pulang sekarang," ucap Frey mengajak Maggie pulang, karena selain mual dia juga merasa kepalanya pusing.


"Steak mu belum di makan," sahut Maggie seraya menunjuk steak Frey yang masih utuh.


"Aku mual, aku ingin makan yang lain saja saat di rumah!"


"Ya sudah, nanti biar oma panggilkan dokter!"


Keduanya lalu kembali ke vila, selama perjalanan pulang Frey hanya diam dan memejamkan matanya karena kepalanya semakin pusing. Setibanya di vila, Frey segera ke kamarnya untuk beristirahat. Frey hendak menutup jendela karena matahari sangat terik hari ini, dan secara tidak sengaja dia melihat buah mangga yang berada di halaman samping rumahnya


Air liur Frey seolah berjatuhan, dia sangat ingin memakannya. Frey lalu pergi ke halaman samping rumah, gadis itu lalu melepaskan alas kaki dan naik ke atas pohon mangga, gadis cantik itu menjelma menjadi seekor kera dan tak mengenal rasa takut, pening di kepalanya bahkan dia abaikan karena sangat menginginkan buah mangga iru. Frey sudah berada di dahan yang paling dekat dengan buah mangga, gadis itu tersenyum puas dan segera memetik mangga tersebar yang ada di dekatnya, namun bukannya turun, dia malah malah duduk di dahan pohon dan berpikir jika makan mangga di pohonnya langsung pasti rasanya lebih enak. Frey mengusap getah buah dengan bajunya, tanpa memperdulikan kuman atau apapun, Frey langsung menggigit mangga yang masih setengah matang itu. Dia mengunyahnya dengan rakus, bahkan tak meraskan rasa asam sedikitpun.


"Kenapa rasanya sangat enak," gumam Frey setelah menghabiskan satu buah mangga setengah matang. Namun dia masih belum puas dan kembali memetik buah lagi. Di saat yang bersamaan seorang pelayan melihat nona mudanya di atas pohon, pelayan itu berteriak memanggil nama Frey dan membuat kegaduhan. Beberapa pengawal Maggie berlarian ke halaman samping rumah karena khawatir terjadi hal yang buruk pada nona mudanya.


"Ada apa? Kenapa kau teriak-teriak?"tanya salah pengawal Maggie.


"Lihat itu, nona muda ada di atas pohon," jawab pelayan itu seraya menunjuk ke atas pohon.


Semua pengawal Maggie mendungak, mereka terkejut melihat Frey benar-benar ada di atas pohon dan dengan santainya sedang memakan buah mangga di atas ketinggian.


"Nona, apa yang anda lakukan di atas sana?' teriak salah satu pengawal Maggie.

__ADS_1


Frey menunduk, dia tersenyum melihat wajah panik pengawal dan pelayannya. "Memetik mangga," jawab Frey seraya menunjukan buah mangga di tangannya.


"Turun nona, biar saya yang petikkan untuk anda!"


"Oke!"


Perlahan Frey turun namun sebelum Frey mendarar di tanah, Maggie lebih dulu memergokinya berada di pohon mangga, Maggie panik dan menyuruh pengawalnya untuk membantu Frey turun.


"Apa yang kau lakukan Freesia?" tanya Maggie dengan wajah panik, antara marah dan khawatir jika Frey akan terjatuh.


Frey tersenyum melihat wajah panik oma nya, baru kali ini dia melihat Maggie mengkhawatirkannya. "Memetik mangga," jawab Frey santai.


"Kau bisa membelinya, kau juga bisa menyuruh pengawal untuk memetiknya. Itu sangat bahaya Frey, bagaimana kalau kau jatuh, dua hari lagi kau bertunangan!"


Senyum Frey hilang seketika, rupanya Maggie tidak benar-benar mengkhawatirkannya, wanita itu hanya mengkhawatirkan pertunangannya dan juga Danish.


"Maaf oma, Frey tidak akan mengulanginya lagi," ujar Frey dengan wajah kecewa.


"Cepat kembali ke kamarmu, dokter pribadi oma sudah datang!"


Frey segera kembali ke kamarnya, di depan pintu dia melihat seorang dokter wanita sedang menunggunya. Frey mengajak dokter itu masuk untuk memeriksanya.


"Apa yang anda keluhkan nona?" tanya sang dokter dengan ramah.


"Kepala saya pusiing dok, saya juga mual saat melihat steak sapi, sepertinya asam lambung saya naik karena pagi tadi saya tidak sarapan," jelas Frey sesingkat mungkin.


"Sejak kapan anda merasakan gejala itu?"


"Hari ini dok!"


Dokter lalu memeriksa kondisi perut Frey dengan mengetuk daerah perut, memeriksa kekembungannya, hingga timbulnya rasa nyeri yang terjadi. Dokter juga menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara dari dalam perut, namun dia tak menemukan gejala asam lambung seperti yang Frey jelaskan.


"Maaf sebelumnya nona, kapan terakhir kali anda menstruasi?" tanya dokter itu setengah berbisik.


Deg...


Frey sepertinya tau apa yang dokter itu pikirkan, namun akhirnya dia ingat terakhir dia menstruasi adalah dua bulan lalu sebelum dia bertemu Josh di hotel. Mungkinkah?

__ADS_1


"Seminggu yang lalu saya baru saja selesai menstruasi dok," jawab Frey bohong, jika dia berkata jujur maka rencananya akan berantakan.


"Oh begitu."


"Bagaimana kondisi cucu saya dok?" tanya Maggie yang baru saja masuk ke kamar Frey.


Dokter itu berdiri dan menghampiri Maggie. "Nona muda hanya masuk angin nyonya, setelah istirahat cukup mualnya akan berkurang. Saya akan meresepkan vitamin untuk nona muda," jawab dokter itu, dia lalu menulis resep dan memberikan kepada Maggie. "Kalau begitu saya permisi nyonya!"


Setelah dokter itu pergi, Maggie mendekati Frey yang berada di atas ranjang. "Istirahatlah, oma akan menyuruh Andrew menebus obat untukmu!"


"Ya oma!"


Frey segera meraih ponselnya dan mencari informasii di mbah gogel.


Tanda-tanda hamil muda..


1. Implantasi (Pendarahan) Implantasi adalah pendarahan berupa flek ringan berwarna merah segar yang terjadi seminggu sebelum masa menstruasi.


2. Suhu tubuh naik


3. Mual


4. Nyeri payudaraaa


5. Sering buang air kecil


6. Mudah lelah


7. Pusing


8. Kram perut


Frey membelalakan matanya karena dia hampir mengalami semua gejala yang di bacanya di mesin pencarian. Gadis itu menggigit kuku jarinya karena panik.


"Apa benar aku hamil?"


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2