
Frey dan Josh sudah berada di kamar mereka, dengan telaten Josh memijat kaki Frey karena istrinya mengeluh jika kakinya terasa pegal setelah berbelanja di mall. Bukan Josh namanya jika dia tidak jahil, kini tangannya mulai bergerak nakal dan menyusuri paha sang istri dan berakhir di lembah yang terapit kedua paha milik Freesia.
"Love," Josh memanggil nama istrinya dengan sangat mesra.
"Kendalikan tanganmu Capt," jawab Freesia seraya menyingkirkan tangan Josh yang sedang mengusap lembah nya.
"Apa kau tidak merindukanku Love?" tanya Josh seraya menaik turunkan alisnya, wajah mesyummnya sangat terlihat jelas.
Frey diam sejenak, sepertinya dia memiliki cara untuk membantu bibi nya. "Katakan di mana Jo berada maka aku akan membuatmu mendesaaah malam ini sayang," jawab Frey dengan gerakan yang begitu sensual, wanita hamil itu mengerlingakn sebelah matanya untuk menggoda sang suami.
"Aku tidak tau Jo ada dimana Love!" jawab Josh sambil tersenyum untuk menutupi kegugupannya. Dari mana Frey tau jika dia mengetahui dimana Jo berada.
"Oh ya. Hmm, sayang sekali. Padahal aku juga menginginkannya. Ya sudahlah, aku akan menahannya sampai aku tau dimana Jo berada," Frey mengacam suaminya dengan suara yang begitu lembut. Tidak sampai di sana, wanita hamil itu membuka tiga kancing baju tidurnya dan sengaja memamerkan dadaa nya yang tak terbungkus apapun karena semenjak hamil Frey merasa sesak saat memakai braaaaa.
Josh meneguk ludahnya berkali-kali, dia sangat ingin memainkan squisy nya yang kini terlihat semakin besar, pasti sangat menyenangkan bisa memijat benda kenyal itu. Tidak. Tidak. Josh harus menahannya karena dia tidak boleh memberi tahu keberadaan Jo.
Frey tidak menyerah, gadis itu mendekati suaminya dan duduk di atas pangkuan Josh. Frey tersenyum nakal, wanita hami itu lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Josh. "Hubby, kau yakin tidak menginginkanku?" bisik Frey seraya meniup telinga Josh membuat pria itu meremang.
"Gaya kelinci kecil, ah aku merindukan gaya itu," sambung Frey sambil menggigit bibir bawahnya, membuatnya terlihat sensual dan menggairahkan.
"Oh astaga Jonathan, maafkan aku, aku tidak bisa menolaknya," batin Josh dengan jakun yang naik turun, dia hendak menyergap bibi Frey, namun wanita hamil itu memalingkan wajahnya.
"Katakan dulu dimana Jonathan sayangku?" ucap Frey seraya membuka satu persatu kancing piyama Josh. Gadis nakal itu membuka piyama Josh dan memainkan lidahnya di dadaa sang suami.
"Afrika, dia ada di Afrika," jawab Josh tergesa-gesa, oh ayolah dia tidak tahan dengan godaan istrinya.
"Kau tidak bohong kan Josh?" tanya Frey dengan manja.
"Aku serius, dia sedang melihat gajah Afrika!"
__ADS_1
"Afrika itu luas sayang, tepatnya di Afrika bagian mana?"
"Kruger Nasional Park, Afrika selatan!" jawab Josh secara lengkap dan detail, dia bahkan menyebutkan nama hotel tempat Jo menginap.
"Oh terima kasih sayangku, malam ini aku milikmu!"
Tanpa basa basi lagi Josh segera menerkam istrinya, tentu saja dengan lembut dan hati-hati demi menjaga kenyamanan bayi mereka. Berbagai gaya mereka lakukan, mulai dari gaya kecoak terbalik, gaya menggunting, gaya capung cebok sampai gaya kelinci pipis mereka jabani. Josh tak henti-hentinya mengerang di atas tubuh sang istri, rasanya begitu nikmat dan memabukan.
Setelah permainan panas mereka berakhir, kedua nya terkapar dengan nafas tersenggal-senggal dan keringat yang membanjiri tubuh mereka. Frey merubah posisinya, wanita itu memiringkan tubuhnya dengan tangan menahan kepala. Dia menatap Josh sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Jangan tersenyum begitu, kau membuatku mengkhianati saudara kembarku," ucap Josh dengan wajah murung karena Frey berhasil merayunya.
"Salah siapa kau mudah tergoda," ujar Frey yang tak mau di salahkan.
"Love, suamimu ini pria normal, siapa yang tidak tergoda saat kau memamerkan squisy itu," Josh kembali menatap squisy yang menggantung di dadaa yang istri.
"Hem, siapa suruh kau menyembunyikan keberadaan Jo dari Anne!"
"Ya kau benar. Bibi ku memang sangat keterlaluan!"
"Sangat keterlaluan!"
.
.
Anne mengemasi beberapa baju ke dalam koper setelah mendapat kabar dari Frey tentang keberadaan Jonathan. Sebelum pergi ke bandara, Anne menemui Maggie di vilanya, dia ingin berpamitan kepada sang ibu
"Kau mau kemana lagi dengan koper itu?" tanya Maggie seraya menatap koper yang di bawa Anne. "Kau tidak kabur lagi kan?" tebak Maggie was was, kali ini dia takut Anne akan meninggalkannya seperti dulu.
__ADS_1
"Tidak bu, aku akan pergi ke Afrika untuk menangkap calon menantumu!" jawab Anne penuh semangat.
"Jangan gila Ann, aku ingin menantu manusia bukan gajah Afrika!" ujar Maggie dengan wajah kesal.
Sementara Andrew yang berada di ruangan itu hanya bisa tertawa mendengar percakapam kedua manusia super tidak peka itu.. Anne menoleh dan menatap tajam Andrew yang sedang tertawa, seketika Andrew bungkam dan bersikap cool seperti biasa.
"Maksudku aku bukan mau menangkap gajah Afrika bu, aku mau menjemput calon suamiku!"
"Ann kau yakin mau menikah dengan orang Afrika?" entah sengaja atau tidak, Maggie terlihat tak memahami kalimat Anne.
"Jonathan bu, aku akan menjemput Jonathan di Afrika selatan, lalu aku akan membawanya pulang dan menikahinya. Untuk itu ibu harus merestui kami!"
"Sudah sana pergi! Kau membuat kepalaku pusing!" usir Maggie dan dengan senang hati Anne menerimanya, wanita itu lalu menarik kopernya keluar dari vila dan bergegas pergi ke bandara.
Maggie menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Anne yang mirip anak kecil.
"Benarkah dia berusia 32 tahun?" tanya Maggie.
"Benar nyonya, tahun ini nona Anne genap berusia 32 tahun!"
"Lalu apa yang di lakukan pria itu di Afrika?"
"Nona Anne sudah menolaknya berulang kali nyonya, tuan Jo pergi ke Afrika dengan tujuan ingin melupalan nona Anne, begitulah yang saya dengar nyonya!" terang Andrew.
"Ck, gadis bodoh itu. Bagaimana kalau pria itu tak lagi mencintainya!"
"Apa anda mengkhawatirkan nona Anne?" tanya Andrew.
"Tidak mungkin!!".
__ADS_1
BERSAMBUNG...