Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Kuno


__ADS_3

"Lupakan aku Jo!" ucap Anne setelah melepaskan diri dari pelukan Jonathan.


"What? Apa maksud mu Ann? Kita baru saja berciuman dan kau memintaku melupakanmu? Yang benar saja, kau pandai sekali mempermainkan hatiku!" protes Jonathan, pria itu tak terima begitu saja, dia pikir Anne akan mengencani nya setelah mereka berciuman, wanita itu bahkan membalas ciumannya, tapi apa yang Anne minta kini membuat Jonathan sakit kepala, apa sebenarnya yang wanita itu inginkan.


"Ciuman itu tak berarti apa-apa Jo," cetus Anne yang semakin membuat Jonathan naik darah.


"Bukan apa-apa katamu. Tidak sopan namanya jika kau sudah mencium seorang pria dan kau tidak mengencaninya!"


"Kau sangat kuno Jo. Zaman modern seperti ini, pria dan wanita bisa saling merayu dan mencium tanpa harus berkencan!"


Jonathan memutar bola matanya jengah, dia tak percaya dengan semua ucapan Anne. "Oke fine, itu artinya kita juga bisa bercinta malam ini kan?"


Anne menelan ludahnya dengan kasar. Dia terjebak dengan ucapannya sendiri. Dia mengatakan hal itu agar Jonathan menyerah, namun pria itu malah berhasil memutar keadaan.


"Kenapa diam? Ayo pergi ke hotel dan menikmati malam panas kita!"


Anne menghembuskam nafas dengan kasar, bagaimana lagi agar Jonathan tidak mengganggunya. Dia sudah kehilangan cara untuk mengusir Jonathan.


"Ayo kita pergi!" ucap Anne tanpa keraguan.


Glek...


Jonathan menelan ludahnya dengan kasar, sebenarnya dia hanya bercanda saat mengatakan akan mengajak Anne ke hotel. Meski dia hidup di era modern, namun Jonathan bukan penganut sexxxxss bebas, pria itu memiliki komitmen, wanita yang dia sentuh harus menjadi istrinya.

__ADS_1


"A-ayo," Jonathan menjawabnya dengan gelagapan, namun pria itu ingin tau sejauh mana Anne bermain-main dengannya. Toh jika benar mereka tidur bersama bukankah ini kesempatan bagus bagi Jonathan untuk mendapatkan Anne.


Dan di sinilah mereka berada, kamar suite yang Jonathan pesan. Jo mengajak Anne masuk ke dalam kamar tersebut, namun keduanya membisu dan mematung saat berada di dalam kamar.


"Sepertinya aku harus mandi dulu," ucap Jonathan, pria itu bergegas ke kamar mandi untuk menghilangkan kegugupannya, lihatlah keringat dingin yang membasahi tubuhnya.


Anne tersenyum begitu Jo masuk ke dalam kamar mandi, kenapa dia menyetujui ajakan Jo karena Anne yakin Jo hanya sedang menggertaknya. Dulu, Frey pernah bercerita jika Jonathan belum pernah berkencan sama sekali, pria itu juga tidak suka bermain wanita. Berbekal kepercayaan dari keponakannya, Anne bahkan mempertaruhkan sesuatu yang sangat berharga. Mari kita lihat, apakah Jonathan akan menyentuhnya malam ini?


Satu jam kemudian, Jonathan baru keluar dari kamar mandi. Anne menoleh saat terdengar pintu terbuka, wanita itu terpana melihat tubuh bagian atas Jo yang tak tertutup apapun. Anne bahkan sampai tak berkedip saat menatap enam kotak roti sobek di pertu Jonathan, dada bidand Jo seakan melambai memanggil Anne untuk memeluknya. Kini tatapan Anne beralih pada handuk yang melilit pinggang Jonathan, seketika fantasi liar memenuhi pikirannya. Seberapa besar, seberapa panjang, seberapa kuatkah benda yang tersimpan di balik handuk itu?


"Sadarlah Anne!" batin Anne, dia cepat-cepat mengalihkan perhatiannya karena wajahnya mulai terasa panas.


"Kenapa Ann? Kau tak sabar ingin melihatnya? Apa kau penasaran dengan ukurannya?" cecar Jonathan dengan senyuman menggoda.


Jonathan berjalan menghampiri Anne dan duduk di sebelah wanita itu. "Kenapa harus memakai baju, toh nanti juga akan di lepas lagi," bisik Jonathan seraya meniup telinga Anne dan membuat wanita itu meremang.


"Dasar mesyumm!!" Anne hendak memukul Jo, namum pria itu justru menahan tangannya dan terus mendekatkan wajahnya.


"Apa yang kau lakukan Jo?" tanya Anne dengan gugup, wanita itu mundur perlahan namun malah semakin membuatnya terhimpit badan kekar Jonathan.


"Aku sangat ingin memilikimu Anne. Menikahlah denganku dan hilangkan nama Zantman dari namamu," ucap Jonathan dengan tatapan tulus. Anne menatap Jonathan dan mencoba mencari kebohongan dari sorot mata itu, namun Anne tak menemukan apapun selain keseriusan.


Tatapan tulus Jo berhasil meluluhkan hati Anne, dia berpikir jika Jo memang lelaki yang tepat untuknya. "Keluargamu pasti tidak akan setuju Jo!" ucap Anne dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Pernikahan ini tentang aku dan dirimu. Kita yang menjalaninya Anne. Berhentilah mengkhawatirkan pandangan orang lain dan ikuti kata hatimu!"


"Jo, bisakah kau menunggu?"


Jonathan menatap Anne penuh tanda tanya. "Menunggu?"


Anne mengangguk dengan pelan. "Tunggu sampai Frey kembali pada Josh, saat itu terjadi maka kita akan menikah!"


"Apa maksudmu Anne, aku bingung."


Anne lalu menceritakan tentang rencana Frey yang diam-diam ingin merebut kembali saham J&J Company dari tangan Maggie. Anne juga menceritakan jika selama ini Frey sangat menderita karena harus berpisah dengan suaminya.


"Jadi Frey tidak meninggalkan Jo?" tanya Jonathan dengan wajah serius.


"Ya."


"Apa Josh tau tentang semua ini?"


"Ya dia tau!"


"What the fuvvccckkk!"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2