Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Keliling dunia


__ADS_3

Josh memeluk erat tubuh mungil istrinya setelah permainan panas mereka usai. Sesekali Josh memainkan rambut Frey dan menciuminya. Ya, pria itu benar-benar takluk di pelukan gadis kecilnya.


"Love," panggil Josh begitu mesra membuat wajah Frey kembali bersemu merah.


"Sudah aku bilang jangan memanggilku seperti itu," protes Frey dengan suara samar karena gadis itu menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.


"Kenapa? Aku menyukainya. Love."


"Tapi aku malu."


Josh mengendurkan pelukannya, pria itu sedikit menjauhkan tubuhnya agar dia bisa melihat wajah istrinya yang sejak tadi bersembunyi. "Kenapa harus malu, aku bahkan sudah meliat semuanya," goda Josh dengan senyum mengembang di wajahnya. "Love, lihat aku," Josh mengangkat dagu Frey sehingga keduanya saling menatap.


"Jangan menatapku seperti ini Josh, kau seperti akan memakanku," ucap Freesia dengan gugup, tatapan Josh kembali membuatnya berdebar.


"Sebenarnya aku memang ingin memangsamu lagi..."


"Tidak Josh, kau sudah melakukannya tiga kali. Tubuhku sudah sakit semua," potong Frey sebelum Josh menyelesaikan kalimatnya. Ya, keduanya telah melakukan tiga kali penyatuan dalam beberapa jam, Josh tak henti-hentinya meminta jatah padahal istri kecilnya sudah kelelahan.


Josh terkekeh, pria itu membelai lembut wajah istrinya. "Baiklah, aku akan melepaskanmu malam ini," ucap Josh lalu dia meninggalkan kecupan di kening Frey.


"Emm, Josh," Freesia ragu untuk mengatakan sesuatu yang mengganggu pikirannya.


"Katakan Love."


"Bagaimana kalau aku hamil?" ucapnya kemudian, jujur saja Frey takut jika dia hamil sementara dia masih sekolah.


"Kenapa? Kau tidak mau memiliki anak dariku?"


"Bukan begitu Josh. Tapi aku masih sekolah."


Josh kembali membelai wajah Frey, wajah cantik itu membuatnya selalu ingin menyentuhnya. "Kau tidak perlu khawatir, kau tidak akan hamil sampai kau lulus sekolah."

__ADS_1


"Kau yakin?" tanya Frey memastikan.


"Hem. Karena aku membuang bibitku di luar," bisiknya dengan suara menggoda.


Frey meremang saat nafas Josh menyapu daun telingaya. Frey lalu membalik tubuhnya, dia hendak bangun namun Josh lebih dulu memeluk pinggangnya. "Kau mau kemana?" tanyanya seraya mengecup punggung istrinya.


Frey menepuk tangan Josh yang melingkar di perutnya. "Lepas Josh, aku ingin pipis."


"Mau aku antar ke kamar mandi?"


"Tidak," tolak Frey dengan cepat. Gadis itu lalu menyibak selimutnya, namun dia ragu untuk turun karena tubuhnya masih polos dan bajunya entah berserakan dimana. "Josh, dimana bajuku?" F


"Kenapa harus memakai baju?" goda Josh dangan senyum mesyumm. "Aku bahkan sudah melihat semuanya."


"Dasar mesyum," Frey menarik selimut dan membungkus tubuh polosnya, namun dia tidak sadar saat tubuh polos Josh kembali terpampang karena Frey menarik selimutnya.


"Love, apa kau ingin bermain dengan adikku lagi?"


"Berbaliklah maka kau akan tau jawabannya!"


Frey lalu menoleh, gadis itu membelalakan matanya melihat tubuh Josh polos Josh, apalagi ular besar yang ada di bawah sana mulai bangun. Josh menghampiri Frey yang masih tak bergeming, pria itu lalu menarik selimut yang menutup tubuh istrinya.


"Tidak perlu malu, kelak kita akan sering melihat pemandangan seperti ini," ucap Josh seraya menatap lembut istrinya. "Aku akan membantumu ke kamar mandi."


"Aku bisa sendiri Josh," baru satu langkah Frey berjalan, namun gadis itu tiba-tiba berhenti sambil meringis karena merasa intinya begitu perih. "Auw," pekiknya tertahan.


Josh kembali menghampiri istrinya, dengan pelan Josh mengangkat tubuh Frey dan membawanya ke kamar mandi. Meski baru kali ini dia bercinta, namun Josh tau jika istrinya pasti kesakitan karena ulah ular besarnya.


"Josh, aku bisa jalan sendiri," Frey hanya bisa menunduk, dia benar-benar malu meski Josh sudah melihat setiap inci tubuhnya.


"Tapi aku tidak tega melihatmu kesakitan. Aku minta maaf Love, tapi dari apa yang aku pelajari, sakitnya akan berangsung menghilang kalau kita sering melakukannya."

__ADS_1


"Pembohong."


Josh tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya, untuk kali pertama Frey melihat Josh tersenyum selebar itu. "Kau sangat tampan saat tersenyum Josh," puji Frey setulus hati.


"Kau menyukainya?" tanya Josh dan Frey hanya mengangguk.


"Maka aku akan tersenyum untukmu setiap hari."


Lagi dan lagi, ucapan Josh membuat Frey berdebar-debar. "Aku menantikannya Josh."


Josh menurunkan Frey setelah mereka berada di kamar mandi, namun bukannya keluar, pria itu malah mengisi bathub dengan air hangat dan meneteskan essential oil ke dalamnya.


"Love, sudah selesai pipisnya?"


"Sudah."


Josh kembali menghampiri Freesia dan menggendongnya, dengan hati-hari Josh mendudukan Frey ke dalam bathub yang sudah terisi air hangat. "Esssential oil wangi lavender bisa membuatmu merasa lebih tenang," ucap Josh, pria itu lalu menyusul masuk ke dalam bathtub dan memeluk tubuh Frey dari belakang. Frey yang awalnya terkejut mulai menyesuaikan diri, gadis itu lalu menyandarkan kepalanya di dada sang suami.


"Josh," panggilnya pelan.


"Ya."


"Aku melihat tato di bagian bawah lenganmu. Apa aku boleh tau artinya?"


"Alrededor del mundo, dalam bahaya Spanyol yang artinya keliling dunia."


"Keren sekali."


"Hem, dan kelak aku akan mengajakmu keliling dunia bersamaku!"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2