Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Pertemuan kedua


__ADS_3

Fedrik Zantman, seorang pria yang memiliki segudang prestasi dan merupakan putra kebanggaan Maggie Zantman. Setelah suaminya meninggal, Maggie mendidik Fedrik agar pantas menjadi penerus Zantman Group, perusahaan yang di dirikan oleh mendiang suaminya.


Fedrik muda sangat gemar merancang berbagai model perhiasan, setelah merancangnya dia akan membuatnya dengan tangannya sendiri. Setelah berkali-kali gagal, Fedrik akhirnya berhasil membuat sebuah kalung dengan liotin berbentuk daun semanggi. Kalung yang dia yakini akan membawa keberuntungan serta kebahagiaan untuk hidupnya. Tak lupa Fedrik mengukir inisial namanya, kelak suatu saat nanti dia akan memberikan kalung buatan pertamanya untuk anaknya.


Fedrik selalu memakai kalung itu dengan bangga, dia kerap memamerkan kalungnya kepada sang ibu dan adik perempuannya.


Dua tahun sebelum Fedrik resmi menjadi penerus Zantman Group, pria itu jatuh cinta.dengan gadis asal Indonesia yang bekerja di Belanda. Karena rasa cinta yang begitu besar membuat Fedrik rela meninggalkan semua kekayaan yang harusnya di wariskan kepadanya. Fedrik menikahi gadis itu meski tanpa restu ibunya.


Maggie mengakhiri lamunan panjangnya, wanita tua itu menyimpan kembali foto putranya ke dalam laci. Sungguh, kalung yang dia liat siang tadi membuatnya teringat dengan mendiang anak laki-lakinya. Dia juga kembali marah mengingat Fedrik meninggalkannya demi seorang wanita.


"Permisi nyonya," ucap Andrew, pria muda berusia 30 tahun itu berdiri di hadapan Maggie membawa beberapa dokumen di tangannya.


"Bagaimana?" tanya Maggie seraya menatap asisten kepercayaannya itu.


"20 persen saham J&J Company di miliki oleh tuan Josh secara pribadi nyonya. 20 persen lainnya di miliki oleh beberapa orang dan saya berhasil mengumpulkan 10 persen. Itu artinya akan kita akan sedikit kesulitan untuk turut andil dalam pengambilan keputusan mengingat tuan Jimmy masih memiliki saham terbesar jika di gabungkan dengan milik tuan Josh," jelas Andrew panjang lebar.


"Joshuan Janzsen, apakah aku harus mendekatinya agar dia manjual sahamnya kepadaku?" Maggie tersenyum licik, entah apa yang ada di kepala wanita itu.


"Sepertinya tidak mudah nyonya. Tuan Josh diam-diam menyelidiki Zantman Group, itu artinya dia belum mempercayai kita."


"Sepertinya aku harus sedikit memanfaatkan gadis kecil itu. Kau urus 10 persen sisanya. Akan ku pastikan Josh sendiri yang menjual sahamnya kepadaku!"


.


.


Malam mulai larut, gemericik air hujan menemani sepasang suami istri yang tengah memadu cinta. Suara erangan dan rintihan kenikmatan memenuhi kamar mereka, tubuh polos mereka bermandikan peluh, namun belum ada tanda-tanda keduanya akan mengakhiri permainan panas mereka.


"Ah, love milikmu begitu memabukan," pujiJosh seraya menggerakkan pinggangnya.


Frey menggigit bibir bawahnya, pujian Josh semakin membuatnya mabuk kepayang. "Josh aku..." suara Frey tertahan, tubuhnya seketika menegang saat gadis itu mencapi titik nikmatnya. Entah sudah berapa kali dia keluar, namun Josh masih bersemangat menghujam inti tubuhnya.

__ADS_1


"I Love you baby girl," Josh mengerang panjang bersamaan dengan ****** ***** yang tumpah di perut istrinya. Pria itu lalu terkapar di samping sang istri setelah membersihkan bening-bening yang sengaja tidak dia semai.


"Love," panggil Josh lembut, Frey sedikit mendungak agar dia bisa melihat wajah tampan suaminya.


"Ya."


"Lusa aku harus kembali bekerja. Kau tidak keberatan kan?" tanya Josh seraya membelai wajah istrinya.


"Lusa? Secepat itu?" Frey masih belum mau di tinggal Josh, dia masih ketakutan jika Josh kembali bekerja. "Apa tidak boleh di undur lagi?" imbuhnya dengan wajah sedih.


"Tidak bisa Love, aku harus profesional meski maskapai itu milik keluargaku!"


"Hem, benar juga," Frey membuang nafasnya dengan kasar, sungguh dia masih belum rela Josh kembali terbang.


"Kalau aku tidak bekerja. Aku tidak bisa menafkahimu. Sebentar lagi kau lulus, aku harus punya uang banyak agar bisa menguliahkanmu di Harvard sesuai keinginanmu!"


"Kau mengizinkanku kuliah di luar negeri?" tanya Frey, mata sendunya kini berbinar.


"Tapi artinya kita akan berpisah dalam beberapa taun," Frey kembali sedih, di tinggal Josh satu hari saja dia sudah gelisah apalagi harus berpisah ke luar negeri sendirian.


"No. Aku juga akan ikut denganmu."


"Serius?" Frey menatap Josh, menyelami mata biru itu, namun dia tak sedikitpun menemukan kebohongan di sana.


"Ya aku sangat serius. Aku akan mencari pekerjaan di luar."


"Josh aku sangat senang. Terima kasih banyak sayang. Aku mencintaimu," Frey lalu memeluk tubuh Josh dengan erat, tak lupa dia menciumi dada bidang milik sang suami.


"Kau senang?" tanya Josh dan Frey mengangguk dengan cepat. "Kalau begitu beri aku hadiah," imbuhnya dengan senyum mesyum.


"Apa yang kau minta?" tanya Frey dengan polosnya.

__ADS_1


"Tubuhmu love."


"What. Tapi kita...


Josh segera membungkam mulut istrinya dengan ciuman. Frey benar benar membuatnya mabuk kepayang. Setiap kali berdekatan dengan istri kecilnya hasratnya selalu bangkit dan ingin segera di puaskan.


Entah sejak kapan tubuh mungil Frey sudah berada di atas tubuh Josh. Kesempatan itu tak ingin Josh sia-siakan, dia memainkan squisy dengan kedua tangannya sementara bibir mereka masih saling bertaut.


"Love, ekspresikan dirimu. Nikmati tubuhku karena aku milikmu hanya milikmu!"


Frey merasa tertantang, gadis itu mulai mahir bermain kuda-kudaan. Frey tersenyum karena kini dia yang mengendalikan permainan. Frey akan memuaskan Josh sebagaimana Josh selalu berhasil membuatnya puas. Keduanya lalu larut dalam malam panjang panas mereka, entah berapa kali mereka melakukannya namun mereka tak juga merasa puas.


.


.


Sementara di tempat lain, Anne memutuskan meninggalkan villa dan mencari penginapan terdekat. Dia kembali kecewa dengan sikap ibunya yang tak kunjung berubah. Sepertinya kini Anne harus benar-benar melawan ibunya demi melindungi Freesia. Namun apa yang bisa dia lakukan sementara dia tidak memiliki apapun untuk bertarung melawan Maggie. Otak Anne terus berputar memikirkan cara agar bisa membebaskan Frey dari ibunya. Saking sibuknya berpikir, Anne sampai menubruk tubuh seseorang.


"Maafkan saya, maafkan saya," ucap Anne seraya membungkukan tubuhnya. Wanita itu lalu berdiri normal dan mengusap keningnya yang terasa nyeri.


"Anne," sapa seseorang yang di tabrak oleh Anne. Wanita itu mengangkat kepalanya dan terkejut melihat pria yang di temuinya siang tadi.


"Jo."


"Magic. Sesuai janjiku, di pertemuan kedua kau akan menjadi milikku."


BERSAMBUNG....


Vote dong, hari ini othor kasih tiga bab...❤️❤️ othor bonusin mas pilot juga nih...


__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2