Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Ukuran baju


__ADS_3

"Frey ini bajumu!" Josh membawa sebuah paper bag berisi baju untuk Freesia, pria itu tersenyum saat menyadari Frey sudah terlelap. "Kenapa kau mudah sekali tertidur?" gumamnya seraya membelai wajah Frey, jemarinya lalu berhenti di bibir Freesia dan menyapunya dengan lembut. "Apa yang sudah kau lakukan padaku, kenapa kau membuatku begitu nyaman?" tanyanya pada gadis yang tengah tertidur.


"Aku membacakan mantra untukmu," Freesia tersenyum, perlahan matanya mulai terbuka dan melihat dengan jelas wajah Josh yang panik dan malu karena Frey mendengar semua ucapannya.


"Ka-kau tidak tidur?" tanyanya gugup.


"Aku tidur, tapi terbangun saat tanganmu menyentuh wajahku."


"Maaf membangunkanmu," sesal Josh.


Freesia menggeleng pelan, dia lalu duduk dan bersandar pada headboard. "Itu baju untukku?" Freesia menunjuk paper bag yang berada di lantai.


"Hem, pakailah lalu kita pulang!"


"Pulang," Freesia berujar dengan kecewa, sebenarnya dia masih ingin bersama Josh, menikmati momen tahun baru bersama-sama.


"Hem."


Dengan malas Frey turun dari tempat tidur dan membawa paper bag tersebut ke dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian Frey keluar dari dalam kamar mandi, gadis itu menghampiri Josh yang sedang menungunya.


"Dari mana kau tau ukuranku Josh?" tanyanya dengan senyum lebar, sebuah kebahagiaan tersendiri saat orang yang kita cintai bahkan mengetahui ukuran baju serta **********.

__ADS_1


"Eh itu, aku mengira-ngira saja," bohong Josh, sebenarnya dia tau ukuran Frey karena teringat adegan panas di kamar mandi, tangan Josh sempat menggerayangi tubuh Frey sehingga dia tau ukurannya.


"Oh," Freesia mengangguk. "Ayo kita pulang!" Freesia berjalan lebih dulu, namun baru beberapa langkah gadis itu terkejut karena tiba-tiba Josh menggenggam tangannya, Frey menatap Josh yang berdiri di sampingnya sambil tersenyum. "A-ada apa Josh?" tanyanya gagap.


"Aku hanya ingin lebih dekat denganmu? Apa kau keberatan?"


"Tidak!" jawab Frey dengan cepat, Josh tersenyum lalu mengajak Frey keluar dari kamar hotel sambil memegang tangannya. Setibanya di lobby hotel, Josh dan Freesia melihat ada keributan di sana, Josh segera mengajak Frey untuk menghindar, namun sebuah teriakan menghentikan langkah kaki keduanya.


"Itu dia, ******** kecil yang sudah menggoda suamiku."


Frey dan Josh menoleh bersamaan, keduanya terkejut melihat Jennifer bersama dengan dua orang security hotel dan seorang pria berpakaian rapi tengah berjalan menghampiri mereka. Dengan cepat Josh menyembunyikan tubuh Freesia di belakang punggungnya, dia khawatir Jennifer akan menyakitinya.


"Selamat malam, apa benar anda nona Freesia?" tanya pria yang datang bersama Jennifer, di lihat dari name tagnya pria itu bernama Yudha, seorang manager yang bekerja di hotel tersebut.


"Kami mendapat laporan dari salah satu pengunjung, apa benar nona Freesia memaksa masuk ke dalam kamar hotel milik nona Jennifer?"


Freesia melirik Josh sesaat, gadis kecil itu lalu kembali menatap Yudha. "Sepertinya ada salah paham di sini."


"Salah paham, cih jelas jelas kau menerobos masuk ke dalam kamarku," ketus Jennifer, entah mendapat baju dari mana, kini wanita itu telah memakai mantel panjang.


"Kalau saya menerobos masuk ke kamar Jennifer, kenapa bapak tidak datang ke kamar yang saya tempati?"

__ADS_1


"Saya baru mendapat laporannya beberapa menit yang lalu!"


"Permisi pak. Sepertinya memang ada kesalah pahaman. Nona Freesia tidak melakukan hal yang bapak tuduhkan," Josh akhirnya bersuara setelah cukup lama diam, bukan karena dia enggan membela Freesia, tapi Josh ingin tau sejauh apa Frey bisa mengatasi masalahnya.


"Anda siapa?" tanya Yudha seraya menatap Josh.


Josh mengeluarkan dompetnya, pria itu lalu memberikan kartu nama kepada Yudha.


"Joshuan Janzsen," eja Yudha dengan keras, detik berikutnya kedua security tersebut membungkukkan tubuhnya membuat Jennifer dan Freesia kebingungan. "Maafkan kami tuan muda," ucapnya ketakutan, pasalnya di kartu nama Josh terdapat logo J&J Company.


"Tuan muda," ulang Jennifer, wanita itu baru ingat jika Josh adalah putra tertua keluarga janzsen, apakah mungkin J&J Company juga memiliki hotel?


"Hem, tolong bawa wanita itu pergi, blacklist namanya di seluruh cabang hotel milik kita."


"Baik tuan muda, sekali lagi maafkan kekeliruan kami!"


Josh hanya mengangguk, pria itu lalu mendekati Jennifer dengan tatapan membunuh. "Ini kali terakhir kau menggangguku Jenn," bisik Josh yang lebih terdengar seperti ancaman. Josh lalu kembali menggandeng tangan Freesia. "Ayo kita pergi!


Jennifer hanya bisa menggeram kesal, namun wanita itu tersenyum seraya menatap ponselnya. "Aku akan menghancurkanmu Freesia," teriaknya tanpa rasa malu sedikitpun.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Maaf ya belum di kasih unboxing,, untuk beberapa eps ke depan bakal othor kasih yang manis manis dulu sebelum masuk konflik...


Selamat membaca semua dan selamat bermalam minggu...❤️❤️❤️


__ADS_2