Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Permintaan aneh ibu hamil


__ADS_3

Josh dan Katherine menatap Frey dengan gigi ngilu dan air liur yang memenuhi mulut. Bagaimana tidak, gadis itu memakan mangga muda itu tanpa merasakan asam sama sekali, sebelumnya Katherine penasaran dan mencobanya, namun begitu potongan mangga muda itu masuk ke dalam mulutnya, sekujur tubuhnya merinding dan air liurnya hampir tumpah karena mangga muda itu sangat asam.


"Love, jangan di makan semua nanti perutmu sakit," ucap Josh mengingatkan, pasalnya Frey sudah menghabiskan empat buah mangga.


"Banar kata suamimu Frey, mangganya buat besok lagi ya," Katherine ikut membujuk karena khawatir Frey akan sakit perut.


Frey mencebikkan bibirnya, namun dia mematuhi perintah suami dan mertuanya. "Aku kenyang, aku ingin tidur. Ingat Josh, jangan masuk kamar saat aku tidur," Frey menatap suaminya dengan tatapan memerintah, sementara itu Josh hanya mengangguk dan senyum terpaksa.


"Seharusnya aku tidak mengajukan cuti mom," keluh Josh seraya menghembuskan nafasnya.


Katherine tertawa melihat ekspresi Josh yang sanvat menyedihkan. "Sabar, demi calon anakmu, penerus Janzsen," ucap Katherine sambil mengusap punggug putranya. "Oh ya, apa kau belum dapat kabar dari Jo?"


"Dia di Afrika," jawab Josh santai.


"What? Afrika? Apa yang dia lakukan di sana Josh? Dan, kenapa kau tak memberi tahu Anne soal itu?" cecar Katherine dengan deretan pertanyaannya.


"Satu-satu tanyanya dong mom. Yang pertama, Jo ke Afrika karena ingin melihat gajah. Yang kedua, Josh merahasiakannya dari Anne agar Anne sadar jika apa yang di lakukan selama ini sudah sangat keterlaluan, biarkan dia merasakan apa namanya kehilangan, dengan begitu dia akan sadar jika dia juga mencintai Jo," jawab Josh panjang kali lebar.


"Ck, anak itu, kenapa jauh-jauh ke Afrika untuk melihat gajah, di Ragunan kan juga banyak gajah," celetuk Katherine, dia tak mengerti dengan pikiran anak muda zaman sekarang.


"Mungkin dia ingin healing. Biarkan saja lah mom, kasian dia, sekalinya jatuh cinta malah sangat rumit kisahnya!"


.

__ADS_1


.


Tak terasa sebulan telah beralalu, suka duka Josh lewati saat menghadapi perubahan mood pada istrinya, terkadang Frey ingin di peluk, namun saat Josh mendekat dia akan marah-marah karena bau yang di yakini dari tubuh suaminya. Frey masih tetap menjaga jarak aman dari Josh. Namun untuk makan, dia sudah mulai bisa makan dengan teratur dan berat badannya pun mulai naik.


Dan siang ini Josh kembali di buat sakit kepala karena permintaan Frey yang tak masuk akal. Sejak pagi wanita hamil itu merengek ingin bertemu Axel dan memeluknya, Frey juga ingin Axel mengelus perutnya, hal itu tentu saja tidak akan Josh izinkan mengingat Axel adalah mantan rival cintanya.


"Aku ingin bertemu Axel, aku mau Axel mengusap perutku!" teriak Frey sambil menangis.


Cia dan Kayli yang datang karena permintaan Josh pun ikut geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabat mereka, sungguh menggelikan.


"Axel ada di Australia Frey, gimana mungkin dia pulang hanya buat ngusap perut loe. Gimana kalau gue aja yang ngusap perut loe?" ucap Cia mencoba mengalihkan keinginan aneh sahabatnya.


"No, gue mau nya Axel!" tolak Frey dengan cepat.


"Capt, apa sebaiknya kita telefon Axel saja, siapa tau Axel bisa pulang?" tanya Cia pada Josh.


"Ayolah Capt, demi dede bayi," rayu Cia.


"Benar Capt, nanti kalau dedek bayinya ileran gimana?" sahut Kayli yang ikut membujuk suami sahabat mereka.


"Ileran?" ulang Josh seraya menatap Kayli.


"Iya ileran, konon katanya kalau keinginan bumil tidak di turuti maka dede bayinya akan ileran," sambung Kayli yang semakin membuat Josh merasa takut. Dia tak bisa membayangkan jika anaknya nanti di penuhi dengan iler.

__ADS_1


"Oke fine, cepat telefon begundal itu!" Josh akhirnya mengalah, dia lebih memilih menahan rasa cemburunya dari pada harus melihat anaknya ileran.


Cia lalu meraih ponselnya dan melakukan panggilan vidio dengan Axel. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya panggilan mereka tersambung.


"Hallo Ci, what happen?" tanya Axel di seberang sana.


"Sorry ganggu Axe, emm, jadi si Frey kan lagi hamil...


"What, Frey hamil?" potong Axel dengan suara terkejut.


"Hem, dan dia sedang ngidam. Dia pengin ketemu loe terus loe ngusap perut dia," jawab Cia tak enak hati, hanya mendengar suara Axel saja dia tau jika Axel kurang senang dengan kabar bahagia mengenai kehamilan Freesia.


"Tapi gue belum bisa pulang Ci," jawab Axel.


"Hm, it's okay. Loe baik-baik di sana ya. Gue tutup dulu!"


"Hem, sampaiin salam gue buat Frey dan Kayli!"


"Oke!"


Cia kembali menyimpan ponselnya, dia lalu menatap Frey yang sejak tadi mendengarkan percakapan Cia dan Axel. "Sudah dengar kan, Axel tidak bisa pulang! Ngidamnya ganti aja bisa nggak?"


"Karena Axel nggak bisa pulang, gue aja yang susulin dia ke Australia!"

__ADS_1


"Oh my gosh!"


BERSAMBUNG...


__ADS_2