Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Kabar bahagia


__ADS_3

Menjadi seorang pilot adalah mimpi terbesar Josh sebelum dia akhirnya menikah dan memiliki seorang malaikat kecil yang begitu cantik dan menggemaskan. Meski harus melepaskan mimpinya, namun impiannya yang lain akhirnya terwujud, Josh memiliki keluarga kecil yang bahagia dan dia menjadi seorang ayah yang selalu melihat tumbuh kembang anaknya.


Dengan kedua matanya Josh melihat bagaimana baby Abel tumbuh, sejak bayi itu mulai tengkurap, belajar merangkak dan kini baby Abel mulai belajar berdiri di saat usianya menginjak delapan bulan. Tak ada yang lebih membuat Josh bahagia selain bisa selalu bersama istri dan anaknya.


"Love, bagaimana kalau setelah Abel satu tahun kita memulai mimpi kita?" ucap Josh seraya mengamati Abell yang sedang bermain bersama Jonathan dan Anne.


"Mimpi?" Frey menoleh dan menatap suaminya.


"Hem, keliling dunia!" jawab Josh sambil tersenyum.


"Kau yakin Josh?" tanya Frey dengan antusias.


"Ya. Aku rasa kita bisa mengelilingi dunia sebelum Abel sekolah!"


"Ah, aku sangat ingin melakukannya Josh! Negara mana yang akan kita datangi untuk yang pertama kalinya?"


Josh diam sejenak, sebenarnya dia sudah merencanakan negara mana saja yang akan dia kunjungi namun Josh belum menentukan negara pertama yang akan dia singgahi.


"Paris!" ucap Josh Frey secara bersamaan.


"Kau juga ingin kesana lagi Love?" tanya Josh sambil terkekeh.


"Hem. Kita akan memulainya dari negara dengan julukan city of love agar keluarga kita selalu di selimuti cinta!"


"Ya aku setuju Love," Josh memeluk pinggang Frey dan membiarkan kepala istrinya bersandar di pundak, mereka kembali mengamati Abel yang terlihat sangat senang bermain dengan opa dan omanya. Ya, Jo dan Anne memilih menjadi opa dan oma Abel setelah perdebatan panjang yang hampir membuat pasangan itu bertengkar hebat. Awalnya Jo menolak di panggil opa karena dia ingin Abel memanggilnya uncle, namun Anne bersikeras ingin di panggil oma karena Abel memang cucunya. Sampai akhirnya Jo mengalah dan rela di panggil opa.


Saat sedang bermain-main bersama Abel, tiba-tiba Anne merasa kepalanya berputar, Anne duduk sejenak sebelum akhirnya wanita itu terkulai di atas rerumputan. Anne jatuh tak sadarkan diri.


"Bibi!" teriak Frey panik. dia dan Josh segera berlari menghampiri Anne. Sementara Jo berlari sambil menggendong Abel. Josh mengambil alih Abel dan Jo segera memeluk tubuh istrinya.


"Ann, kau kenapa sayang?" ucap Jo panik.


"Bibi pingsan, kita bawa ke rumah sakit sekarang!"


Jo lalu menggendong tubuh Anne dan membawa istrinya ke rumah sakit dengan di temani Frey dan Josh, sementara baby Abel mereka tinggal dengan oma Katherine dan pengasuhnya. Setibanya di rumah sakit Anne segera di tangani oleh dokter, Jo, Josh dan Frey menunggu dengan gelisah karena tak biasanya Anne pingsan seperti itu.


Tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruang tindakan, Jo segera menghampiri dokter tersebut dengan wajah panik.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi istri saya dok? Istri saya tidak sakit kan dok? Dia baik-baik saja kan?" cecar Jo tak sabaran.


"Istri anda baik-baik saja. Istri anda pingsan karena dia sedang hamil muda," jawab sang dokter sambil tersenyum.


"Hamil?" pekik Jo, Josh dan Frey bersamaan.


"Ya. Saya akan merujuk istri anda ke Dokter Spesialis Kandungan agar lebih jelas lagi. Selamat tuan atas berita bahagia ini!"


"Terima kasih dok," ucap Frey menggantikan Jo karena pria itu malah mematung, Jo begitu terkejut mendengar kabar bahagia ini, dia tidak menyangka akan menjadi seorang ayah.


"Jo, kau baik-baik saja kan?" tanya Josh sambil mengguncang tubuh kembarannya.


"Aku, aku, aku akan menjadi ayah!" ucap Jo dengan mata berkaca-kaca.


"Selamat Jo," ucap Frey tulus.


"Aku akan menjadi ayah. Aku....."


Bruuuuggghhh...


Bukan Jo namanya jika dia tidak pingsan di saat-saat yang paling membahagiakan baginya. Josh membuang nafasnya kasar lalu mengangkat tubuh Jo dan mendudukannya di kursi tunggu. Josh dan Frey lalu menatap Jo yang masih tak sadarkan diri.


"Dia terlalu senang Love. Tunggu sebentar, momen seperti ini harus di abadikan agar Jo mengenangnya seumur hidup," Josh lalu meraih ponselnya dan mulai merekam Jo yang masih pingsan. Sementara itu Anne yang rupanta sudah sadar keluar dari ruang tindakan dan melihat suaminya sedang di rekam oleh Josh.


"Jo kenapa?" tanya Anne yang sontak mengagetkan Frey dan Josh.


"Bibi, bibi sudah sadar, bibi baik-baik saja kan?"


"Hem, aku baik-baik saja Frey. Jo kenapa tidur di sini?"


"Jo tidak tidur Ann, dia pingsan setelah mendengar kabar kehamilanmu," sahut Josh dengan senyum jahilnya.


"Ck, dasar lemah!" gumam Anne seraya menatap suaminya.


"Bi, selamat atas kehamilan bibi," Frey memeluk Anne, kedua wanita itu terlihat sangat bahagia, keluarga mereka akan semakin ramai karena akan kedatangan anggota keluarga baru.


.

__ADS_1


.


Suasana di vila Maggie Zantman di liputi kebahagiaan, kedua keluarga sedang merayakan kehamilan untuk Anne. Maggie Zantman tak henti-hentinya tersenyum setelah mendengar kabar bahagia itu. Suasana semakin meriah saat vidio Jo pingsan di putar oleh Josh, malam ini Jo menjadi bahan olok-olokan kedua keluarganya.


"Jo, saat Anne melahirkan nanti lebih baik kau di rumah saja. Aku takut kau pingsan melihat bayimu lahir," goda Jovanka dengan senyum mengejeknya.


"Diam kau Jov," jawab Jo kesal.


"Benar apa yang di katakan Jovanka, kalau kau pingsan di ruang bersalin yang ada kau merepotkan dokter!" sahut Josh tak mau kalah.


"Aku tidak akan pingsan lagi!" tegas Jo penuh percaya diri.


"Yang mereka katakan itu benar Jo, kau di rumah saja saat aku melahirkan!" kini giliran Anne yang menggoda suaminya.


"Sayang, teganya dirimu!"


Semua orang tertawa melihat kekocakan Jo saat di kerjai istri dan saudaranya. Semua orang terlihat sangat bahagia. Di tengah kebahagiaan itu, tiba-tiba Jovanka harus pergi karena managernya menyuruhnya datang ke kantor agency.


"Kau yakin akan pergi sendiri Jov?" tanya Katherine khawatir, karena akhir-akhir ini Jovanka sering di ikuti oleh orang asing.


"Yakin mom. Managerku bilang dia menemukan bodyguard yang cocok untukku!"


"Momy tetap khawatir. Biar Josh yang mengantarmu ya!"


"Tidak perlu mom!"


Jovanka lalu pergi setelah pamit kepada keluarganya, di menolak tawaran Josh untuk mengantarnya ke kantor, meski begitu Josh tetap mengirim anak buahnya untuk mengikuti Jovanka secara diam-diam.


Setianya di kantor agency, Jovanka segera ke ruangan managernya. Di dalam ruangan itu Jovanka melihat seorang pria bertubuh tegap sedang berbicara dengan managernya.


"Apa dia bodyguard ku?" tanya Jovanka.


"Ya, dia akan menjagamu mulai malam ini!"


Jovanka lalu melangkah lebih dekat, dia ingin melihat rupa bodyguardnya. Di lihat dari belakang sepertinya bodyguardnya adalah pria yang tampan.


"Hay, semoga kau betah bekerja denganku ya," ucap Jovanka sambil msngulurkan tangannya, pria itu lalu menoleh dan menatap tangan Jovanka. Sementara itu Jovanka mematung dengan mata membelalak setelah melihat wajah bodyguardnya itu.

__ADS_1


"Luke!"


__ADS_2