Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Maggie Zantman


__ADS_3

Maggie Zantman, pengusaha asal Belanda yang sukses dalam berbagai bidang usaha, namun sayangnya kesuksesannya tidak membuatnya merasa bahagia. Ambisi dan keras kepalanya membuat Maggie harus rela saat kedua anaknya lebih memilih pergi meninggalkannya.


Di mulai dari Fedrik Zantman, anak pertama yang menjadi kebanggaan Maggie. Demi perkembangan bisnisnya Maggie berencana menjodohkan Fedrik dengan anak rekan bisnisnya. Sayangnya Fedrik menolak dan lebih memilih gadis pujaan hatinya, gadis asal Indonesia bernama Seruni. Fedrik memilih keluar dari rumah besarnya, meninggalkan semua kemewahan yang dia miliki dan menikahi Seruni secara diam-diam.


Maggie murka namun dia tak bisa menemukan Fedrik selama beberapa tahun. Sampai akhirnya di tahun ke lima, Maggie berhasil menemukan putranya, Maggie ingin membawa Fedrik pergi, namun sebuah tangan kecil menahannya untuk tidak membawa putranya.


"Nenek, mau anda bawa kemana ayah Flesia," tanya gadis kecil itu dengan tatapan yang menggemaskan.


Maggie tak menjawab, akhirnya wanita itu pergi tanpa berhasil membawa putranya. Maggie tak menyerah, jika dia tak berhasil membawa Fedrik maka putranya itu lah yang harus datang kepadanya. Maggie berusaha menghancurkan usaha Fedrik hingga pria itu bangkrut dan kesulitan ekonomi, namun sayangnya hal tersebut tak membuat Fedrik kembali pada Maggie, pria itu berusaha keras untuk menghidupi keluarga kecilnya. Hingga tiga tahun kemudian, Maggie mendengar jika Fedrik dan istrinya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Kabar tersebut pun sampai di telinga Anne, saat itu Anne baru berusia 20 tahun dan tengah kuliah. Mengingat keponakan kecilnya, Anne terbang ke Indonesia seorang diri, setelah menemukan keponakannya dan mengadakan pemakaman untuk kakak dan kakak iparnya, Anne membawa keponakannya pulang ke Belanda.


Wajah Freesia yang begitu mirip dengan sang ibu membuat Maggie tidak mau menerima kehadiran gadis yang masih berusia 8 tahun.


"Kau sangat mirip ibumu. Kau pasti akan membawa sial dalam keluarga ini persis seperti ibumu. Gara-gara dia, aku kehilangan putra ku!"


"Tapi dia cucumu bu, darah daging mu. Dia tidak memiliki siapapun lagi selain kita," ujar Anne seraya menggenggam tangan mungil itu.


"Bawa dia pergi dari hadapanku atau aku akan membuatnya menyusul ibunya!"


"Tega sekali ibu berkata begitu! Anne akan tetap merawat Frey!" Anne masih bersikukuh untuk mempertahankan keponakannya yang malang.


"Kalau begitu angkat kaki dari rumahku!"


Anne melirik gadis kecil yang tengah menangis tersedu-sedu. Anne begitu kecewa dengan sikap sang ibu dan memutuskan keluar dari rumah Maggie. Dengan berbekal uang tabungannya, Anne membawa Frey pulang ke Indonesia dan menetap di sana. Anne berhenti kuliah dan kembali membuka toko bunga milik kakak iparnya. Dari sanalah Anne bisa menghidupi keponakannya.


"Nyonya, mau kita apakan wanita ini?" tanya Andrew yang berhasil membuyarkan lamunan panjang Maggie. Wanita tua itu duduk di kursi sambil menatap seorang wanita yang duduk di hadapannya dalam keadaan tangan dan kakinya terikat.


"Dia cukup berguna," gumam Maggie. "Nona cantik, kau yakin jika pria di vidio itu adalah Jimmy Janzsen?" tanyanya penuh selidik.


"Sudah aku katakan, pria itu adalah Jimmy, aku berhubungan dengannya selama tiga tahun," sahut wanita yang tak lain adalah Jennifer. "Sekarang lepaskan aku, aku sudah memberi tahu semuanya kepadamu!" teriak Jennifer sambil meronta.


"Melepaskanmu? Hahah, aku bahkan belum memberi perhitungan karena aku telah membuat masalah dengan cucuku!"


"Cucu mana yang kau maksud? Aku bahkan tidak mengenal kalian?"


"Kau mengenal Freesia Lovina?"


"********* kecil itu," Jennifer menggeram dengan tatapan penuh amarah.


"Dia cucuku, penerus kerajaan bisnis Zantman Group!'

__ADS_1


"Jadi dia buka orang miskin?" gumam Jennifer tak percaya.


"Tentu saja bukan."


Maggie menoleh dan memberi kode agar Andrew mendekat. "Apa Jimmy sudah setuju menjual sahamnya?" tanya Maggie.


"Belum nyonya, sepertinya mereka masih berusaha untuk menyelamatkan perusahaan mereka."


"Nona cantik, apa kau memiliki bukti jika kau berhubungan dengan Jimmy. Jika kau memilikinya aku akan melepaskanmu dan memberimu imbalan," Maggie kembali menatap Jennifer dengan senyuman licik di wajah tuanya.


"Kau yakin akan melepaskanku?"


"Tentu saja."


"Aku memiliki sebuah foto."


"Bagus, serahkan padaku!"


"Tapi kau harus menepati janjimu!"


.


.


.


Selama perjalanan pulang, Josh tak melepaskan tangan Frey sama sekali, bahkan sesekali Josh mengecup punggung tangan Freesia meski pria itu sedang mengemudi.


Josh memarkirkan mobilnya di depan rumah mereka, pria itu lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk istri kecilnya. Tanpa Frey sangka, Josh menggendong tubuhnya masuk ke dalam rumah.


"Kenapa kau senang sekali menggendongku sih?" tanya Frey dengan pipi memerah.


"Karena jalanmu lambat seperti siput," jawab Josh sambil terkekeh.


"Itu semua karena ulahmu Josh!" Frey mencubit perut Josh.


"Jangan menggodaku Love, nanti kau tidak bisa jalan kalau aku kembali menerkammu!"


"Dasar mesyum."

__ADS_1


Dari kejauhan, mbok Endang tersenyum melihat majikannya terlihat begitu mesra. Dulu, saat mbok Endang baru saja datang ke rumah tersebut, mbok Endang tidak menyangka jika mereka sepasang suami istri karena keduanya jarang terlihat bersama dan kerap makan sendiri-sendiri.


"Mereka sangat cocok," gumam mbok Endang.


Sementara di dalam kamar, pasangan yang sedang kasmaran itu tengah menikmati waktu mereka. Keduanya berada di atas tempat tidur sambil menonton film di laptop Josh. Frey duduk memangku laptop, sementara Josh duduk di belakang Frey sambil memeluk perut rampingnya.


"Film mu membosankan semua Josh," ucap Frey dengan bibir mencebik, dia kesal karena tidak ada film romantis di laptop suaminya.


"Kau kan langganan layanan streaming."


"Ah iya, aku lupa," Frey menaruh laptop Josh, gadis itu lalu turun dari ranjang untuk mengambil remot, sepertinya nonton di televisi akan lebih puas.


Frey kembali naik ke atas kasur, dia lalu memilih film yang menurutnya romantis. Frey begitu fokus dengan filmya, sampai dia tidak sadar jika Josh sudah membaringkan kepala di atas pangkuannya.


"Ah," pekik Frey tertahan saat tangan kekar Josh sudah menelusup masuk ke dalam bajunya dan kini tengah meremas squisy favoritnya.


"Hentikan Josh, ituku masih sakit."


"Tapi aku menginginkanmu Love," pinta Josh dengan tatapan mengiba.


"Aku sedang nonton film."


"Nanti saja nontonnya. Kita buat film kita sendiri, film romantis 21++," Josh terkekeh dengan ide konyolnya itu. "Ayolah love, ukarku sudah meronta-ronta," Josh merengek seperti anak kecil yang meminta permen.


"Tapi jangan terlalu keras ya," Frey memberi syarat.


"Kalau tidak keras tidak enak love."


"Josh, kau yakin baru kali ini bercinta? Sepertinya kau sangat ahli. Kau pasti pernah melakukannya bersama nenek sihir itukan?"


Josh menggeleng dengan cepat. "Sumpah demi apapun, kau wanita pertama yang aku sentuh. Dan soal ahli, aku mempelajarinya dari film biru. Kau juga sangat pintar saat berciuman, kau pasti pernah melakukannya dulu kan?"


Freesia tak menjawab, gadis itu menyingkirkan kepala Josh dari pahanya. Josh merengut kesal, namun detik berikutnya dia begitu sumringah saat Frey duduk di atas tubuhnya.


"Lets play husband, i'm yours!"


BERSAMBUNG...


Part anunya udah ya, takut othor ter anu anu haha...

__ADS_1


__ADS_2