Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Kisah rumit Jo dan Anne


__ADS_3

"Anda bisa menjualnya kepada saya tuan!"


Jonathan menggigit bibir bawahnya, pasalnya dia sangat mengenal suara di balik punggungnya, perlahan Jonathan berbalik dan tak berani menatap wanita cantik yang sedang menatapnya dengan kedua tangan terlipat di dada.


"Anne aku...'" tiba-tiba saja Jo menjadi gagap karena Anne menatapnya penuh kebencian.


"Kau pasti sangat puas karena berhasil mempermainkan ku tuan Jo, aku ucapkan selamat kepadamu," sindir Anne dengan rasa sesak di dada, dia tak menyangka jika Jo yang berada di balik larisnya toko bunganya hari ini.


"Aku hanya ingin membantumu Ann," ucap Jonathan membela diri.


"Aku tidak perlu bantuanmu!" tegas Anne penuh penekanan, wanita itu lalu mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikannya kepada Jo. "Aku tidak butuh belas kasihmu, ambil ini dan aku akan membawa semua bunga ini!"


Anne mulai mengambil buket bunga yang tertumpuk di mobil Jonathan, setelah tangannya penuh Anne membawa buket bunga itu kembali ke tokonya karena kebetulan tidak jauha dari tempat Jo memarkirkan mobilnya.


Anne tak bisa menahan air matanya, kebahagiaannya hari ini hanyalah bayangan semu, dia tak tau apa yang harus dia lakukan selanjutnya, dia hanya ingin melindungi harga dirinya.


Jo yang baru tersadar dari lamunannya segera berlari mengejar Anne, dia tak tau jika yang dia lakukan sudah melukai Anne, dia hanya berniat untuk membantu Anne, Jo tidak tega melihat toko bunga Anne sepi.


Jo mengikuti Anne sampai ke dalam toko, pria itu menahan tangan Anne saat Anne hendak keluar lagi dari tokonya.


"Tunggu sebentar Ann," ucap Jo seraya menahan tangan Anne..wanita itu berusaha menepisnya, namun Jo mencengkeram pergelangan tangan Anne dengan keras sehingga wanita itu tak bisa berontak.


"Lepas!" teriak Anne dengan air mata yang mulai mengalir di wajahnya.


"Dengarkan aku Ann, aku tidak berniat untuk menyakiti harga dirimu, niat ku hanya ingin membantumu Ann, itu saja," Jo mencoba menjelaskan kepada Anne.

__ADS_1


"Kenapa kau membantuku? Bukankah kau bilang kau membenci ku dan keluargaku? Kau pasti senang kan melihatku menderita seperti ini?" terka Anne seraya menatap wajah Jo.


"Tidak seperti itu Anne, aku..."


"Aku apa? Aku sangat puas melihat anak Maggie Zantman menderita? Begitu Jo maksudmu?"


"Tidak Ann, tidak begitu," Jo masih belum bisa menjelaskan mengapa dia membantu Anne, dia tidak mungkin mengakui jika dia mencintai Anne dan tidak tega melihat Anne menderita.


"Aku tidak butuh penjelasanmu lagi, sekarang lepaskan aku, aku harus mengambil bunga-bungaku!"


"Kenapa kau sangat kerasa kepala Ann, aku sudah membeli bunga-bunga itu, dan uang ini," Jo menunjukan uang yang di berikan oleh Anne. "Ini adalah uangmu dan bunga-bunga itu adalah milikku!"


"Aku tidak sudi menerima belas kasih darimu! Lepas Jo!"


"Peduli?" ulang Anne dengan senyuman mengejek. "Kau peduli pada anak musuhmu? Jangan bercanda Jo. Aku tidak ingin terlibat dengan kalian. Jadi lepaskan aku dan jangan pernah menggangguku lagi!"


Jo menghela nafas kasar, rupanya Anne sangat bebal dan tidak peka sama sekali. Jo akhirnya melepaskan tangan Anne, karena dia tak tau harus mengatakan apa lagi agar Anne tidak salah paham kepadanya.


Anne mengusap pergelangan tangannya yang memerah karena cengkeraman tangan Jo sangat kuat, wanita itu lalu berbalik dan akan keluar dari toko untuk mengambil bunga-bunganya lagi.


"Aku mencintaimu Anne."


Deg...


Langkah kaki Anne tertahan di ambang pintu, wanita itu terpaku mendengar pengakuan cinta dari Jonathan. Melihat Anne hanya diam, Jo kembali menyusul Anne, dan entah mendapat keberanian dari mana, tiba-tiba Jo memeluk Anne dari belakang dan menangis.

__ADS_1


"Aku mencintaimu sejak pertemuan pertama kita di atap perusahaan. Dan setelah setahun berlalu aku tak bisa melupakan perasaan ini Ann. Aku selalu menyakinkan diri jika kau bukan orang yang tepat, tapi aku tidak bisa membohongi hatiku, aku tidak bisa mengingkari perasaanku sendiri Ann. Maaf jika cintaku menyakiti harga dirimu, tapi sungguh aku hanya ingin membantumu, hanya itu Ann," jelas Jo panjang lebar. Sementara itu Anne hanya diam, entah mengapa hatinya menghangat mendengar pengakuan Jo, pelukan Jo juga membuatnya sangat nyaman.


Anne melepaskan pelukan Jo, wanita itu lalu berbalik sehingga mereka saling berhadapan. Anne memberanikan diri menatap wajah Jo. Anne tak tau apa yang dia rasakan, hatinya sesak melihat air mata di wajah Jo. Benarkah pria itu mencintainya? Benarkan pria itu menangis karenanya? Beribu pertanyaan memenuhi kepala Anne. Tanpa dia sadari tangannya tergerak untuk menghapus air mata di wajah Jonathan.


"Kau sadar dengan ucapanmu Jo? Jangan membuatku salah paham,' ucap Anne dengan suara melembut.


"Kau pikir kenapa aku menciummu saat itu. Aku tulus, dan aku sadar dengan ucapanku Anne. Aku sangat mencintaimu, aku tak perduli jika kau anak Maggie Zantman, aku menggila karenamu Ann!"


"Jo, hubungan ini tidak akan berhasil. Keluargamu tidak akan pernah membiarkanmu bersama wanita sepertiku!"


"Kau tidak menolakku tapi kau malah mempedulikan pendapat keluargaku. Apa aku boleh menganggapnya jika kau mencintaiku juga?"


Anne tak berkutik, dia tak bisa menjawab pertanyaan Jo karena dia sendiri tak yakin dengan perasaannya. Jujur saja Anne tertarik saat melihat Jo pertama kali, namun setelah mengatahui jika Jo bagian dari keluarga Janzsen, Anne menahan diri untuk tidak terlalu jauh menyimpan ketertarikannya. Anne menahan dirinya. Namun Jo malah semakin mengusiknya. Ciuman hari itu membuat Anne tak bisa melupakan seorang Jonathan.


"Pergilah Jo. Jangan pernah menemuiku lagi," usir Anne dengan pelan, kini bahkam dia tak sanggup untuk menatap wajah Jonathan.


Jonathan tersenyum, melihat wajah Anne membuat Jo sadar jika Anne juga tertarik kepadanya. Jo tidak akan menyerah, dia akan memperjuangkan Anne agar wanita itu mau menerima cintanya. Tanpa permisi, tiba-tiba Jo menangkup wajah Anne dan mencium bibir wanita itu, dia ingin mencurahkan perasaannya yang terpendam selama ini. Anne berontak, Anne mencoba mendorong tubuh Jo namun percuma karena pria itu tak melepaskannya.


Dan entah sejak kapan, Anne mulai menikmati ciuman Jo, wanita itu bahkan mulai membalas ciuman Jonathan yang terasa begitu lembut.


Jo melepaskan ciumannya, pria itu menatap Anne sambil tersenyum. Jonathan lalu menarik tubuh Anne ke dalam pelukannya, dia berjanji tidak akan pernah melepaskan Anne lagi. Tak perduli jika keluarganya menentang, dia hanya ingin bersama Anne, menghambiskan waktunya bersama wanita yang dia cintai.


Anne melepaskan diri dari pelukan Jonathan. Wanita itu menatap Jo dengan mata memerah. "Lupakan aku Jo!"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2