Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Sky Bar


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu, seusai mendarat Josh pulang ke mansion utama karena Kantherine menyuruhnya untuk pulang. Masih dalam balutan seragam pilotnya, pria itu tiba di kediaman Janzsen.


"Josh," sapa Katherine seraya memeluk putranya.


"Bagaimana kabarmu mom?" tanya Josh yang kemudian membalas pelukan Katherine.


"Momy baik," Karherine mengurai pelukannya,wanita itu lalu menarik tangan Josh dan menyuruhnya duduk.


"Apa yang mau momy katakan, kenapa sampai menyuruhku pulang?" tanya Josh kemudian setelah keduanya duduk bersebelahan.


"Momy hanya merindukanmu, apa tidak boleh," jawab Katherine sendu.


"Tentu saja boleh mom. Oh ya dimana yang lain?" Josh mengedarkan pandangannya mancari keberadaan keluarganya yang lain.


"Jo dan dady mu masih kerja, Jovankan sedang pergi bersama teman-temannya," Katherine berujar seraya menghembuskan nafas berat, wanita itu kesepian karena tak memiliki teman bicara di rumah sebesar itu, hari-harinya hanya ditemani oleh kesendirian.


"Bagaimana kondisi momy, apa momy masih takut keluar?'


Lagi lagi Katherine membuang nafasnya dengan kasar. "Seperti inilah, bahkan dokter sudah menyerah mengobati momy."


Josh lalu meraih tangan Katherine dan menggenggamnya dengan erat. "Mom, aku yakin momy pasti sembuh, momy harus semangat menekan rasa takut itu mom," ucap Josh memberi dukungan kepada Katherine.


"Hem, momy sangat semangat saat ada Jennifer di sisimu."


Josh melepaskan tangan Katherine, pria itu lalu beranjak dari duduknya dan menatap wanita yang telah melahirkannya dengan tajam. "Aku harus pulang mom."


Katherine menyusul putranya berdiri. "Apa kau tidak bisa memaafkan Jennifer?" tanyanya penuh harap.


"Apa momy akan memaafkan dady jika momy melihat dady tidur bersama wanita lain?" Josh tak menjawabnya, pria itu malah balik bertanya kepada sang momy.


"Tentu saja tidak!" tegasnya tanpa keraguan.


"Begitupun denganku mom, Jennifer bukan hanya mengkhianatiku, dia juga melukai wanita lain. Jadi aku mohon berhenti menyebut namanya lagi."


"Wanita lain, siapa?" tanya Katherine penasaran.


"Momy tidak kenal. Josh harus pergi mom."


"Apa kau tidak mau makan malam di rumah dan merayakan malam tahun baru bersama keluargamu?"


Josh menggeleng cepat. "Aku ada acara di bar bersama teman-temanku mom, setelah itu aku akan mengajak Frey melihat kembang api!"


"Acara apa, di bar mana Josh?"


"Pesta lajang mom, di Sky Bar!"

__ADS_1


"Ya sudah, hati-hati!"


Setelah kepergian Josh, tiba-tiba ponsel Katherine berbunyi, wanita itu tersenyum melihat siapa yang menelfonnya. "Ya honey," sapanya begitu ramah.


"Hye mom, how are you?" jawab seorang wanita.


"Momy baik, bagaimana denganmu Jenn?" ya, wanita itu adalah Jennifer, entah mantra apa yang Jennifer gunakan sehingga Katherine begitu mempercayainya dan mendukung Josh untuk kembali kepada Jennifer lagi.


"Aku tidak baik mom, aku merindukan Josh."


"Honey, malam ini Josh pergi ke Sky bar bersama teman-temannya, susul dia dan bujuk dia agar kembali padamu. Momy tidak rela Josh bersama gadis kecil itu!"


"Sky Bar?" ulang Jennifer.


"Yes,momy percaya padamu Jenn, ambil kembali yang seharusnya menjadi milikmu!"


"Tentu mom!"


.


.


.


Setibanya di kamar mandi, Jennifer mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dan memberikannya kepada pelayan tersebut. ""Campur obat ini ke dalam minuman pria bule yang ada di ruang VIP. Ini upah loe!"


"Baik bos."


Jennifer tersenyum licik, kedua wanita itu lalu keluar dari kamar mandi. Jennifer mengikuti pelayan wanita itu dan mengarahkannya ke ruangan VIP dimana Josh berada. Beberapa saat kemudian pelayan itu keluar segera menghampiri Jennifer.


"Sudah selesai bos," ucapnya sambil berbisik.


"Loe yakin nggak salah orang kan?"


"Tidak bos, di dalam hanya ada satu pria bule dengan mata biru."


Jennifer kembali tersenyum. "Kerja bagus, kau boleh pergi sekarang!"


Jennifer menunggu sampai Josh keluar dari ruangannya,setelah hampir satu jam menunggu, pria yang di tunggunya akhirnya keluar dalam keadaan setengah sadar. Jennifer segera menghampiri Josh dan memapah pria itu pergi meninggalkan Sky Bar dan menuju sebuah hotel yang tak berada jauh dari bar itu.


Sementara di tempat lain, Freesia sedang mencari keberadaan Josh, gadis kecil itu tak menemukan Josh dimana-mana padahal dia sudah menerobos masuk ke dalam beberapa ruang VIP. Freesia menghampiri kedua temannya, dia lalu meraih tas dan ponselnya. "Gue cabut duluan, ada urusan mendesak!" pamitnya lalu pergi tanpa memperdulikan teman-temannya memanggil namanya.


Freesia lalu keluar dari bar itu dengan frustrasi, namun dia tak menyerah dan tetap mencari keberadaan Josh.


"Permisi pak, apa bapak melihat pria bule keluar dari bar ini?" tanyanya pada petugas keamanan yang berjaga di luar bar.

__ADS_1


"Pria bule ya?" tanyanya memastikan.


Freesia mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto Josh kepada petugas keamanan itu. "Ini orangnya pak, dia mabuk dan menghilang," jelas Frey.


"Ah ini, tadi dia keluar bersama seorang wanita menuju parkiran."


"Bapak yakin?"


"Sangat yakin,"


"Terima kasih pak!"


Freesia lalu berlari menuju parkiran, di saat yang bersamaan mobil yang di tumpangi Josh dan Jennifer melewatinya.


"Sial, kemana nenek sihir itu akan membawa Josh?" ujar Frey saat menyadari Josh berada di dalam mobil yang baru saja melewatinya.


Freesia berlari mengejar mobil itu hingga di jalan raya, namun mobil Jennifer semakin jauh darinya, gadis kecil itu kelimpungan dan mencari sesuatu yang bisa membawanya mengejar Jennifer. Tak jauh dari sana, dia melihat sekumpulan ojek online yang sedang mangkal, Frey berlari menghampiri tukang ojek itu.


"Pak tolong bantu saya mengejar mobil itu," ucap Frey seraya menunjuk mobil Jennifer yang semakin menjauh.


"Harus pesan lewat aplikasi neng," jawab salah seorang tukang ojek.


"Saya bayar lima ratus ribu."


"Siap neng, ayo naik!"


Freesia sedikit bernafas lega, gadis itu lalu naik ke atas motor dan menyuruh tukang ojek tersebut untuk mengejar mobil Jennifer. Keberuntungan seolah ada di pihak Frey, mereka bisa mengejar mobil Jennifer yang melaju dengan kecepatan sedang. Frey mengkerutkan keningnya saat mobil Jennifer masuk ke pelataran sebuah hotel bintang lima.


"Dasar ulet bulu," maki Frey dalam hati saat menyadari apa yang akan Jennifer lakukan bersama Josh di dalam hotel. "Berhenti di sini pak." Frey lalu turun di lobby hotel, gadis itu mengeluarkan lima lembar uang dari dompetnya dan segera masuk ke dalam hotel.


"Kemana ulet bulu itu membawa Josh?" batinnya seraya melihat ke sekeliling, dia yakin Jennifer belum masuk ke kamar hotel. "Gimana caranya gue bisa nyari mereka. Pihak hotel nggak mungkin ngasih tau kamar Jennifer. Berpikir Frey, ayo berpikir," Frey begitu gelisah, gadis itu mondar mandir di depan meja resepsionis seraya menggigit ujung jarinya. "Aha," Frey menjentikan jarinya saat mengingat black card pemberian Josh, gadis itu lalu pergi ke meja resepsionis.


"Mbak saya mau kamar paling mewah di hotel ini," ucap Frey dengan sedikit gugup. Resepsionis wanita itu tak merespon, dia malah menatap remeh Freesia. "Saya punya uang mbak," kesal Freesia, gadis itu lalu menyerahkan kartu saktinya kepada resepsionis tersebut.


"Oh maafkan saya nona. Bisa saya pinjam kartu identitas anda?"


Frey mengeluarkan KTP nya, gadis itu juga mengisi formulir sesuai petunjuk resepsionis. Beberapa menit kemudian, Frey berhasil mendapat kunci kamar, gadis itu segera berlari menuju kamarnya di lantai sebelas hotel tersebut. Setibanya di lantai sebelas, Frey tak langsung ke kamarnya, gadis itu kembali berpikir dimana kemungkinan Jennifer menyewa kamar.


"Dia model, sudah pasti dia memesan suit room," Frey seolah kehilangan akal, gadis itu mengetuk satu persatu suit room yang berada di lantai sebelas, berbagai cacian dan makian Frey dapatkan karena mengganggu kenyamanan pengunjung hotel yang lain. Frey tetap tak menyerah, gadis itu naik ke lantai dua belas, lantai terakhir yang menjadi harapannya untuk menemukan Josh.


"Tuhan, bantu aku!" doanya dalam hati, gadis itu lalu mengetuk salah satu kamar yang berada di lantai dua belas. Setelah beberapa kali mengetuk dan menekan bel, akhirnya pintu kamar terbuka.


"Kau.."


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2