
Maggie di rawat di rumah sakit karena terkena serangan jantung ringan, wanita tua itu sangat marah karena pertunangan Frey dan Danish terpaksa di batalkan akibat penangkapan Frey saat pesta pertunangan kemarin.
Dengan di dampingi Andrew, Maggie terbaring lemah di atas hospital bed, dia masih belum mengerti mengapa semua ini terjadi. Setelah hampir dua jam tak sadarkan diri, Maggie akhirnya mulai membuka matanya, hal pertama yang dia ingat adalah pertunangan yang batal.
Maggie menoleh dan menatap Andrew yang duduk di samping tempat tidurnya, Andrew yang menyadari jika nyonya nya sudah sadar segera meletakan laptop nya.
"Anda sudah siuman nyonya?" tanya Andrew penuh kelegaan. Meski terkadang Maggie sangat kejam, namun Andrew tetap khawatir dengan majikannya itu.
"Hm. Bagaimana dengan pertunangan?" jawab Maggie dengan suara parau.
Andew menghembuskan nafas dengan kasar, di saat seperti ini pun Maggie lebih memikirkan pertunangan, apa dia tidak khawatir tentang Frey yang di bawa polisi. "Tuan Adijaya membatalkan pertunangan nyonya," jawab Andrew apa adanya. Sebelum Maggie di rumah sakit, Adijaya murka dan segera membatalkan pertunangan antara Frey dan Danish.
"Tidak bisa, pertunangan ini tidak boleh batal!"
"Berhentilah menjadi orang yang egois dan serakah nyonya Maggie Zantman!" celetuk Anne yang sejak tadi mendengarkan percakapan mereka di balik pintu. Anne lalu masuk dan segera menghampiri Maggie. Awalnya dia sangat khawatir saat Andrew mengabarinya jika Maggie masuk rumah sakit, namun sepertinya kekhawatiran Anne sia-sia saja.
Maggie menatap Andrew tajam, dia yakin jika Andrew yang menghubungi Anne.
"Maaf nyonya, memang betul saya yang menghubungi nona Anne, anda butuh wali untuk mendampingi anda!" ucap Andrew menjawab pertanyaan Maggie yang tak terucapkan.
"Usir dia, aku tidak butuh siapapun! Dan kau Andrew, cepat ke kantor polisi, bebaskan Frey. Setelah itu kita ke rumah Adijaya dan meminta maaf. Pertunangan mereka tidak boleh batal!"
Kriett...
Pintu kembali terbuka dan dua orang masuk ke dalam ruangan Maggie dengan tangan yang saling bertaut. "Frey di sini oma," ujar seseorang yang ternyata Freesia. Dia datang bersama Joshua setelah di bebaskan dari kantor polisi.
Maggie menatap Freesia dan Josh dengan tatapan tak suka, apalagi saat menyadari tangan mereka bergandengan, Maggie semakin menunjukan kemarahannya.
__ADS_1
"Apa ini, lepaskan tangannya Frey!"
Frey dan Josh melangkah lebih dekat, keduanya saling menguatkan lewat tautan tangan mereka.
"Maaf oma, Frey tidak akan melepaskan tangannya lagi," jawab Frey tanpa rasa takut sedikitpun.
"Jangan membuatku marah Frey. Aku yakin dia yang melaporkanmu ke polisi agar pertunangan mu batal!" Maggie sangat yakin bika Joshua lah yang bertanggung jawab atas penangkapan Freesia.
"Bukan oma, semua ini adalah rencana Frey. Frey yang menyuruh Josh melaporkan Frey ke polisi. Frey tidak mungkin bertunangan dengan pria lain sementara Frey sudah bersuami oma!" jelas Frey dengan tenang, dia akan menerima kemarahan Maggie, bersama Josh dia yakin akan melewati segalanya.
"Andrew, jangan bilang kau.." Ucapan Maggie tertahan, wanita itu menatap Andrew penuh tanda tanya. Dia tak percaya jika Andrew mengkhianatinya.
"Maaf nyonya, sebenarnya pernikahan mereka sudah tercacat oleh negara, mereka sudah menikah secara sah baik di depan agama maupun negara. Saya terpaksa membohongi anda demi membantu nona Freesia. Saya tidak ingin kejadian beberapa puluh tahun lalu terulang lagi, saya tidak ingin cucu dan anak anda semakin membenci anda dan meninggalkan anda sendirian," Andrew mengakui semua perbuatannya. Dia lah yang menawarkan bantuan untuk Frey saat gadis itu datang dua tahun yang lalu. Andrew tidak tega melihat Frey yang terlihat tak berdaya menghadapi neneknya sendiri.
"Lancang sekali kau Andrew!" teriak Maggie dengan penuh amarah, dia tak percaya jika orang kepercayaannya akan membohonginya dan membuatnya tertipu oleh permainan Freesia.
"Dan kau Frey, segera tinggalkan laki-laki itu atau kembalikan semua saham yang sudah aku berikan!"
"Apa?" ucap semua orang yang ada di dalam ruangan itu secara bersamaan. Baik Maggie, Andrew dan Anne mereka semua terkejut, dan yang lebih terkejut lagi adalah Josh.
"Love, benarkah itu?" tanya Josh seraya menatap lembut istrinya.
"Hem, aku hamil, usianya sudah dua bulan!"
Josh tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, dia segera memeluk istrinya dengan erat, dia tak percaya benihnya akan tumbuh di rahim sang istri. Setelah dua tahun berpisah, akhirnya kebahagiaan kembali menghampiri mereka.
Flashback dua hari yang lalu..
__ADS_1
Setelah di periksa oleh dokter pribadi nenek nya, Frey sama sekali tak bisa tenang. Akhirnya dia meminta bantuan Danish agar pria itu datang menjemputnya dan mengajaknya ke rumah sakit. Frey juga menyuruh Danish membawa Nadia agar tak terjadi kesalahan pahaman di antara mereka bertiga.
Setibanya di rumah sakit, ketiga orang itu masuk ke dalam ruang dokter, Nadia dan Danish menegang saat Frey sedang di periksa, sebenarnya mereka sangat terkejut saat Frey meminta mereka menemani ke dokter kandungan karena selama ini mereka tak pernah melihat Frey bertemu dengan pria lain.
"Selamat ya, anda memang sedang hamil, usianya sudah 10 minggu," ucap dokter setelah melakukan USG.
"Hamil?" ulang Frey tak percaya. Dia merasa sedih sekaligus senang. dia sedih karena Josh tak menemaninya periksa untuk yang pertama kalinya.
"Karena kehamilan anda masih sangat muda, anda harus banyak istirahat. Saya akan memberikan vitamin jadi harus di habiskan ya!"
"Baik dok!"
Setelah selesai periksa, ketiga orang itu duduk bersama di taman rumah sakit. Danish dan Nadia sangat penasaran siapa ayah dari bayi Frey.
Frey tersenyum saat Nadia menatapnya curiga. "Tenang Nad, bukan Danish pelakunya. Kau tau sendiri kan aku memiliki suami," ucap Frey menjawab keresahan Nadia.
"Maaf Frey bukan maksudku mencurigai kalian, hanya saja aku tidak pernah melihatmu bertemu suamimu selama ini," balas Nadia merasa bersalah.
"Aku memang jarang bertemu dengan suamiku Nad."
"Jadi aku harus mengucapkan selamat kan Frey," sela Danish sambil tersenyum.
"Tidak sekarang Danish. Kalian dengarkan rencana ku baik-baik. Di acara pertunangan nanti, Josh akan membawa polisi untuk menangkapku karena pemalsuan identitas. Jadi aku harap kau memasang wajah terkejut dan berpura-pura membelaku Dan. Aku yakin tuan Adijaya akan membatalkan pertunangan kami, selanjutnya terserah kalian, aku sudah tidak bisa membantu kalian lebih jauh lagi!" jelas Frey panjang lebar.
"Sejauh ini kami bersyukur karena kau mau membantu kami Frey. Aku akan memberanikan diri, aku akan mengatakan pada ayahku tentang Nadia, jika dia tetap menolak, aku akan pergi dari rumah itu dan memulai kehidupan baru bersama wanita yang aku cintai!"
"Semoga berhasil Dan, semoga kisah cinta kalian berakhir bahagia!"
__ADS_1
"Ya, semoga saja. Semoga kau juga bahagia bersama suamimu Frey.
BERSAMBUNG...