Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Kesalahan Jerry Janzsen


__ADS_3

"Mari akhiri kesalah pahaman ini Jerry, kau hanya perlu meminta maaf dan mengakui kelalaianmu pada Maggie Zantaman, dengan begitu kau bisa melanjutkan hidupmu dengan tenang. Pikirkan semua perbuatan baik Frey pada keluarga kita, dia dan keluarganya berhak tau apa yang sebenarnya terjadi di balik kecelakaan pesawat itu!"


Deg...


Axel terdiam di tempatnya dengan tangan bergetar, dia ingin sekali masuk dan bertanya, namun dia tak memiliki tenaga untuk sekedar mengayunkan kakinya. Tapi dia tak punya pilihan lain selain menyeret kaki nya masuk ke dalam ruangan itu dan menanyakan apa maksud dari pembicaraan mereka. Benarkah ayahnya yang menyebabkan kecelakaan pesawat itu? Jika benar, berarti keluarganya lah yang sudah membubuh kedua orang tua Frey. Jika itu yang terjadi, bagaimana Axel harus menghadapi Frey kelah, apakah dia sanggup menerima kemarahan dari gadis yang dia cintai?


Dengan tangan bergetar, Axel mendorong pintu tersebut membuat semua orang yang berada di dalam ruangan menoleh dan terkejut melihat kedatangan Axel. Pemuda itu melangkahkan kakinya dengan gontai dan menghampiri kedua orang tuanya.


"Axe, kapan kau pulang sayang?" tanya Willy dengan wajah pias, di senang karena bisa melihat putranya namun dia juga cemas jika Axel mendengarkan percakapan mereka.


"Apa yang kalian bicarakan? Siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat itu?" tanya Axel seraya menatap Jerry dengan tatapan nyalang, sementara itu Willy terduduk lemas karena apa yang dia khawatirkan benar-benar terjadi.


"Apa maksudmu Axe?" tanya Jerry seolah-olah dia tak tau arah pembicaraan putranya.


"Aku dengat semuanya dad," teriak Axel dengan wajah memerah menahan amarah. Pemuda itu lalu menoleh dan menatap Lynda. "Katakan Grann, apa benar dady yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat yang Frey dan kedua orang tuanya tumpangi?" Axel bertanya dengan suara yang melemah, dia masih berharap jika yang di dengarnya adalah salah.


"Kau masih terlalu muda untuk mencampuri urusan orang dewasa Axe," jawab Lynda yang semakin membuat Axel marah.

__ADS_1


"Aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui segalanya Grann, tolong katakan yang sebenarnya agar Axel bisa mempersiapkan diri memohon pengampunan pada Freesia!" ujar Axel dengan mata berkaca-kaca, dia sangat marah, namun dia tak bisa melakukan apapun selain kembali bertanya agar semuanya terlihat jelas.


Lynda menghembuskan nafasnya dengan kasar, bukan rahasia lagi jika Axel mencintai Freesia, melihat wajah cucu nya begitu putus asa membuat Lynda merasa bersalah, mungkin memang seharusnya Axel mengetahuinya, toh kini pemuda itu sudah dewasa dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.


"Secara tidak langsung, memang benar dady mu yang harus bertanggung jawab atas insiden itu," jawab Lynda pada akhirnya, dia mendapatkan tatapan tajam dari kedua putranya, terutama Jerry.


"Axel harus tau Jerr, dia sudah dewasa!" ucap Lynda, sementara Jerry tak bisa melakukan apapun selain diam dan menyiapkan diri menerima amarah dari putranya.


"Waktu itu, uncle Jimmy berada di luar negeri untuk mengembangkan bisnis keluarga kita sehingga segala urusan maskapai di urus oleh dady mu dan sekretarisnya. Dady mu masih sangat muda waktu itu, dia juga terlalu naif dan mudah percaya dengan orang lain. Saat kita membeli pesawat naas itu, dady mu mempercayakan semuanya pada sekretarisnya karena dia mengira jika sekretarisnya lebih paham mengenai pesawat dari pada dirinya. Satu hal yang tak dady mu sadari, sekretarisnya menyalah gunakan uang perusahaan, alih-alih membeli pesawat baru, dia malah membeli pesawat bekas, dan bodohnya dady mu percaya begitu saja. Itulah yang terjadi Axe, karena kenaifan dan kebodohan dady mu penerbangan pertama J&J Airlines mengalami kecelakaan. Setelah kejadian itu, dady mu mundur dari bisnis keluarga, dia memilih bekerja sebagai pegawai di perusahaan orang sebelum akhirnya dia memberanikan diri membuka usaha sendiri!" jelas Lynda panjang lebar, jika bisa memilih, dia ingin mengubur kesalahan putranya di masa lalu. Namun, bangkai tetaplah bangkai, sedalam apapun Lynda menguburnya, suatu saat akan tercium baunya. Dan kini dia hanya perlu membawa Jerry menemui Maggie dan menyelesaikan persoalan di antara mereka, dengan anggota keluarganya bisa hidup dengan tenang.


Axel mengusap wajahnya dengan kasar, tanpa mengatakan apapun lagi, pemuda itu berlari keluar dari ruangan tersebut.


"Lebih baik secepatnya kita menemui Maggie Zantman. Beranikan dirimu untuk mengakui kesalahan di masa lalu Jerr, dengan begitu kau akan merasa lebih tenang. Setelah itu minta maaflah pada Freesia!"


"Baik mom, secepatnya aku akan menemui Maggie Zantman!" jawab Jerry masih dengan sedikit keraguan di hatinya.


Keesokan harinya, Jerry dan istrinya memutuskan untuk menemui Maggie Zantman karena Axel terus mengancamnya, jika Jerry tidak segera minta maaf maka Axel tidak akan pernah pulang ke rumah mereka, alhasil Jerry menyerah. Dia membawa semua anggota keluarga Janzsen ke vila Maggie untuk meminta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

__ADS_1


Anne dan Frey juga berada di vila saat Andrew mengatakan jika keluarga Janzsen akan datang untuk membicarakan perihal kecelakaan pesawat beberapa tahun yang lalu yang menewaskan kedua orang tua Freesia.


"Nyonya Maggie, kedatangan kami kemari adalah untuk memohon maaf atas kelalaian kami yang menyebabkan kematian putra serta menantu anda!" ucap Lynda membuka pembicaraan.


"Jadi kalian mengakuinya?" sindir Maggie dengan tatapan sinis.


"Semua ini adalah kesalahan saya nyonya, saya terlalu bodoh saat itu, saya lah yang bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat itu," aku Jerry dengan wajah penuh sesal.


Anne dan Frey menatap Jerry dengan tatapan penuh tanya, mereka bingung mengapa Jerry yang bertanggung jawab sementara mereka tau jika Jerry tak bergabung dengan J&J Company.


Jerry lalu mulai menceritakan apa yang terjadi, soal kebodohannya terlalu mempercayai sekretarisnya, lalu pria itu juga mengakui jika dia terlalu pengecut untuk mengakui kesalahannya sehingga dia terpaksa mengambing hitamkan pilot yang bertugas, dia menyuruh sekretarisnya untuk membuat catatan bunuh diri palsu dan berujung pilot malang itu yang bertanggung jawab atas kesalahan yang tidak di perbuatnya.


Frey memebekap mulutnya, ternyata hal inilah yang membuat Maggie begitu membenci keluarga Janzsen, mereka menutupi kejahatan anggota keluarga mereka dan malah menyalahkan orang yang tak semestinya bersalah.


Jujur saja saat ini Frey merasa sangat marah, dia ingin memaki Jerry Janzsen, namun dia menahannya mengingat Axel selama ini begitu baik padanya.


Jerry bahkan kini berlutut di bawah kursi roda Maggie, pria itu memohon pengampunan dari Maggie atas kesalahannya di masa lalu.

__ADS_1


"Seandainya aku tidak menghancurkan kalian, apakah kalian akan datang kepadaku dan bersujud di kakiku?"


BERSAMBUNG...


__ADS_2