Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Pertunangan


__ADS_3

Frey sudah berada di kamar hotel tempat dimana pertunangannya dengan Danish akan di gelar. Gadis itu terlihat anggun dalam balutan kebaya berwarna lilac serta tatapan rambut sanggul modern. Namun, Frey sama sekali tak memiliki energi karena sejak pagi dia terus saja muntah dan kepalanya terasa sangat berat. Cia dan Kayli yang juga berada di kamar hotel itu nampak khawatir, mereka membantu mengoleskan minyak kayu putih di perut serta punggung Freesia.


"Loe yakin baik-baik aja Frey?" tanya Cia, dia sangat cemas karena Frey terlihat pucat.


"Kita ke rumah sakit dulu yuk," sahut Kayli memberi saran, gadis berbadan bongsor itu tengah memijit telapak tangan sahabatnya yang terasa dingin.


"Gue nggak papa, gue harus kuat. Pertarungan ini hampir selesai," ujar Frey menolak saran dari sahabatnya.


"Gue bikinin teh anget bentar!"


Cia lalu membuatkan teh untuk sahabatnya, setelah teh nya siap dia segera memberikan kepada Frey. "Minum pelan-pelan!"


"Thanks Ci," Frey meniup teh tersebut sebelum meminumnya, rasa hangat menjalar di seluruh tubuhnya setelah dia meminum teh hangat tersebut, kini dia mulai bertenaga lagi. Tepat di waktu yang sama Maggie datang dan menyuruh Frey keluar karena acara akan segera di mulai.


"Cepat keluar Frey, oma menunggu di ballroom!" titah Maggie dan Frey mengangguk.


Frey dan kedua sahabatnya lalu keluar dari kamar hotel dan menuju ballroom tempat pertunangan di gelar. Ballroom tersebut cukup ramai oleh tamu undangan, kebanyakan dari mereka adalah rekan bisnis Maggie dan Adijaya.


Setelah melewati beberapa acara, akhirnya tiba acara inti yaitu tukar cincin. Frey dan Danish saling melempar senyum seolah mereka dua insan yang saling mencintai. Para tamu undangan pun tak henti-henti nya memuji Frey dan Danish yang terlihat sangat serasi.

__ADS_1


Danish bersiap bersiap memasangkan cincin di jari Frey, namun pria itu terlihat ragu dan wajahnya menegang.


"Frey kau yakin rencanamu berhasil kan?" bisik Danish seraya menatap Frey.


"Hem. Kau tenang saja. Cepat pasang cincinnya!"


Danish mengangguk, pria itu lalu memasangkan cincin di jari manis Frey, namun belum sempat cincin tersebut terpasang sempurna, tiba-tiba pintu ballroom terbuka dan dua orang berseragam polisi menerobos masuk ke dalam ballroom.


Frey mengangkat sudut bibirnya, namun detik berikutnya gadis itu memasang wajah terkejut saat dua polisi itu berjalan menghampirinya.


"Dengan nona Freesia Lovina?" tanya salah satu petugas polisi tersebut.


"Anda di tangkap atas tuduhan pemalsuan identitas," tegas petugas polisi seraya menunjukan surat perintah penangkapan untuk Freesia.


"Apa maksud anda pak polisi, cucu saya tidak pernah melakukan tindakan pidana!" tanya Maggie panik.


"Anda bisa menjelaskannya di kantor polisi nyonya."


"Cepat bawa dia!"

__ADS_1


Salah satu petugas menarik lengan Freesia secara paksa, namun Maggie menahan tubuh Frey karena tak terima Frey di tangkap begitu saja, apalagi acara pertunangan belum selesai. Melihat kemarahan di wajah Adijaya semakin membuat Maggie panik.


"Atas dasar apa anda membawa cucu saya," Maggie kambali protes sambil menahan salah satu tangan Freesia.


"Benar pak polisi, apa salah calon tunangan saya. Ini pasti ada kesalah pahaman!" sela Danish di tengah ketegangan.


"Saat ini calon istri anda masih berstatus sebagai istri sah tuan Joshua Janzsen, jika kalian tetap melangsungkan pertunangan ini maka kalian akan di tangkap atas tuduhan perselingkuhan dan zina!" jelas pak polisi dengan tegas.


"Apa? Anda pasti salah, cucu saya ini masih lajang!"


"Maaf nyonya, tapi status pernikahan mereka terdaftar oleh negara!"


"Tidak mungkin!"


Maggie Zantman begitu terkejut, wanita tua itu tak bisa berkata-kata lagi sampai akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri.


BERSAMBUNG...


Maaf telat ya gays, othor abis malam mingguan hahahha

__ADS_1


__ADS_2