
"Argh," Josh menggila setelah kepergian Freesia, pria itu tidak bisa menahan amarahnya, pria itu melempar apapun yang di hadapannya, kini rumah nya sangat berantakan, mungkin saja sebentar lagi dia akan merobohkan rumahnya.
Sementara itu Katherine hanya diam dan menyaksikan Josh menggila, wanita itu menyeka air matanya dan pergi ke kamar. Tak lama kemudian, Kanrherine kembali menghampiri Josh dan memberikan sebuah amplop untuknya.
"Untukmu Josh, buka di kamarmu," ucap Katherine.
Josh meraih amplop itu dan menatap Katherine penuh tanya. Namun Katherine hanya mengangguk, seolah-olah wanita itu menyuruhnya untuk membukanya dan semuanya akan baik-baik saja. Josh lalu membawa amlop itu ke kamarnya, pria itu duduk sofa lalu membuka amplop berwarna merah muda dengan motif hati. Josh mengeluarkan selembat kertas lalu mulai membacanya.
*Dear Josh...
Saat kau membaca ini, itu artinya aku sudah pergi meninggalkanmu dan mungkin kini kau sudah sangat membenciku...
Josh, aku menyimpan vidio pernikahan kita di dalam flashdisk yang aku simpan di laci samping tempat tidur, aku ingin kau mengahapusnya!
Jangan menangisiku terlalu lama...
Berbahagialah Josh*!
Josh meremas surat itu hingga otot-otot di tangannya mencuat di permukaan kulitnya, dia pikir Frey menulis sesutu yang menyuruhnya untuk menunggu. "Berbahagialah," ulang Josh dengan senyum penuh duka. "Setelah kau meninggalkanku kau menyuruhku untuk berbahagia," ucap Josh parau, tanpa pria itu sadar air matanya mulai menetes, rasanya sangat sesak dan menyakitkan, bahkan lebih sakit dari saat Jennifer meninggalkannya.
Josh lalu berjalan menuju nakas yang berada di samping tempat tidur, Josh membuka laci dan menemukan benda yang Frey maksud, Josh meraih benda kecil itu dan melemparkannya ke tempat sampah. "Sesuai keinginanmu, kau sudah membuangnya!"
.
.
Sementara itu Frey sudah berada di kamar barunya, kamar yang begitu luas dengan nuansa merah muda yang sangat cocok untuknya.
__ADS_1
"Bagaimana Frey, apa kau menyukainya?" tanya Maggie seraya tersenyum pada cucunya.
"Hm, aku suka oma, terima kasih!"
"Baguslah kalau kau suka. Mulai besok, kau akan belajar cara mengelola perusahaan. Andrew sudah mencarikan orang yang akan mengajarimu secara profesional!"
"Tapi oma, bukankah Frey harus kuliah?"
"Ya, tapi sebelum kau mulai kuliah kau akan belajar di rumah. Oma akan menepati janji, memberikan saham J&J Company untukmu tapi setelah kau siap masuk ke perusahaan," Jelas Maggie, wanita itu terlihat sangat bersemangat.
"Baik oma," Frey tersenyum, sejauh ini semua sesuai perkiraannya. Freesia berjanji akan belajar dengan giat agar Josh tak terlalu lama menunggunya. Entah mengapa Frey yakin jika dia Josh akan kembali bersama suatu saat nanti.
"Jika sekali saja aku melihatmu bertemu Josh, maka semua perjanjian kita batal Frey!" Maggie kembali mengancam Frey, dia hanya masih belum terlalu percaya dengan Freesia.
"Baik oma. Tapi bolehkah sesekali aku bertemu kedua temanku. Jika oma tidak percaya padaku, oma boleh menyuruh pengawal oma untuk menemaniku. Terkadang mood ku tiba-tiba jelek dan aku butuh kedua sahabatku. Oma pasti sudah tau mereka kan?"
"Terima kasih oma!"
"Hem. Bersiaplah. Oma akan mengajak mu ke perusahaan!"
"Perusahaan? Bukankah perusahaan oma ada di Belanda?" tanya Freesia penasaran, dia sungguh tidak tau jika Maggie juga memiliki perusahaan di Indonesi.
"Kau akan mengerti setelah kau belajar Frey. Anne akan membantumu bersiap, pakailah baju yang sopan, dan ingat namamu sekarang Freesia Lovina Zantman!"
Maggie benar-benar membawa Anne dan Freesia ke perusahaan. Di depan petinggi perusahaan, Maggie memperkenalkan Anne dan juga Frey sebagai penerusnya. Kedua wanita itu akan mewarisi Zantman Group saat mereka sudah siap. Berita mengenai Zantman Group tentu saja sampai ke telinga keluarga Janzsen. Jimmy tak terkejut karena dia sudah mengetahuinya, sementara Jonathan dan Jovanka tak percaya dengan berita yang baru saja di dengarnya. Gadis kecil penjual bunga miskin yang menjadi bagian keluarga mereka adalah cucu pengusaha sukses yang sudah menghancurkan perusahaan mereka.
"Oh waow, pantas saja aura Frey tak seperti gadis miskin pada umumnya," cibir Jovanka, gadis itu terlihat kesal karena selama ini merasa di tipu oleh Freesia, padahal Jovanka benar-benar menganggap Frey sebagai seudara perempuannya.
__ADS_1
"Kalau Frey cucu Maggie Zantman, berarti Anne adalah...." Jonathan menelan pil pahit, wanita yang dia sukai justru anak dari wanita yang telah mengganggu keluarganya.
Lynda mengamati Jimmy yang nampak biasa saja, pria itu tak menunjukan ekspresi terkejuf sama sekali. "Apa kau sudah mengetahuinya Jim?" tebakan Lynda tepat sasaran.
Jimmy hanya mengangguk, membuat Jovanka dan Jonathan mendelik tak percaya, bisa-bisanya Jimmy menyimpan rahasia itu sendirian.
"Maggie Zantman tidak mungkin mengincar J&J Company tanpa maksud tertentu. Apa kau tau kenapa wanita itu menginginkan perusahaan kita?"Lynda memang sudah tua dan lumpuh, namun jiwa pembisnisnya masih lekat, sejak awal dia memang sudah mencurigai Maggie Zantman.
"Anak dan menantunya salah satu korban meninggal saat pesawat J&J Airline jatuh sepuluh tahun silam mom, Frey juga ada di pesawat itu dan dia berhasil selamat. Dia gadis kecil yang selalu Katherine sebut, pemilik kalung berliontin daun semanggi," jelas Jimmy secara menyeluruh agar anggota keluarganya tidak penasaran lagi.
"What the fvckkkkk, kebetulan macam apa ini," pekik Jovanka seraya mengusap kedua lengannya larena merinding.
"Jadi artinya Frey telah dua kali menyelamatkan momy," sahut Jonathan.
"Hem, Frey berhasil membawa Katherine keluar dari rumah karena gadis itu memiliki energi yang Katherine butuhkan. Katherine mengurung dirinya karena dia merasa bersalah pada gadis kecil yang sudah menolongnya, Katherine pikir gadis itu telah mati. Takdir mereka telah terikat, meski belum tau siapa Frey sebenarnya, namun alam bawah sadar Katherine sudah menyadarinya, maka dari itu dia berhasil melawan rasa takutnya dan bisa keluar dari rumah," Jelas Lynda panjang lebar, entah takdir seperti apa yang mengikatnya dengan keluarga Zantman, tapi Lynda berharap Frey dan Josh bisa kembali bersama. Lynda bisa melihat dengan jelas kebahagiaan yang Frey berikan untuk Josh.
"Jadi apa sekarang mereka akan menuntut balas akan kematian keluarga mereka? Bukankah itu bukan kesalahan kita dad? seharusnya mereka mencari keluarga pilot yang bunuh diri bukan kita kan?" Jonathan bertanya-tanya, alasan Maggie Zantman untuk membalas dendam menurutbya tidak masuk akal karena jelas-jelas kecelakaan tersebut adalah kesalahan pilot bukan pihak maskapai.
Jimmy hanya diam, dia dan Lynda saling menatap seolah mereka tengah berbincang melalui sorot mata.
"Kita lihat saja apa yang akan Maggie Zantman lakukan. Dan kau Jo, mereka tidak jadi memecatmu, kau bisa kembali ke kantor besok," tegas Jimmy, pria itu lalu pergi ke ruang kerjanya.
"Jov, ayo kita menemui Josh. Dia pasti sedang menggila sekarang!" ajak Lynda dan Jovanka mengangguk.
"Aku ikut!"
"Ayo Jo!"
__ADS_1
BERSAMBUNG...