Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Dunia seolah runtuh


__ADS_3

Republik Kenya, sebuah negara yang berada di kawasan Afrika Timur, negara yang menempati posisi ke tujuh sebagai negara dengan pekerja sekkkkss terbanyak di dunia. Setelah beberapa hari melakukan pelacakan, akhrinya Andrew dan anak buah Jimmy menemukan tempat persembunyian Jennifer, wanita itu rupanya kembali ke negara dimana Josh membuangnya.


Setelah di selidiki lebih jauh, rupanya Jennifer mendapat bantuan dari seorang Mafia sehingga dia bisa kembali ke Indonesia meski dia tak memiliki paspor dan juga visa.


Andrew dan anak buahnya harus memutar otak mereka agar berhasil membawa Jennifer tanpa harus berurusan dengan mafia tersebut karena setelah di selidiki lebih jauh Jennifer menjadi budak seekss oleh mafia itu.


Tidak ada yang gratis di dunia ini, setelah berdiskusi dengan Maggie, Andrew mengatur pertemuan dengan ketua mafia yang di gadang-gandang sangat di takuti di Kenya. Mereka bertemu di salah satu bar di negara tersebut.


"Wellcome mister Andrew," sapa pria berkulit hitam dengan perawakan tinggi besar dan tato ular di lehernya.


"Hello mister Reth," Andrew menyambut uluran tangan pria itu, namun fokus Andrew sedikit teralihkan pada salah satu bodyguard yang di bawa oleh Reth, sepertinya Andrew pernah melihat pria itu namun Andrew tak ingat dimana.


"Sebuah kehormatan menerima tamu jauh seperti anda tuan Andrew. Saya yakin anda jauh-jauh terbang kemari pasti ada sesuatu yang anda butuhka?" tanya Reth tanpa basa-basi.


"Benar tuan Reth, kami mencari seorang wanita yang sudah mencelakai nona muda kami, dan menurut informasi yang saya dengar wanita itu berada di bawah kendali anda. Saya tidak akan berbasa-basi, saya menginginkan wanita itu!"


"Hahaha, apa yang anda maksud adalah Jenny?" Andrew mengangguk. "Apa yang saya dapatkan jika memberikan Jenny kepada anda?"


Andrew mengeluarkan sebuah dokumen dan menaruhnya di atas table bar. "Kami memiliki beberapa perusahaan di Belanda, anda bisa memiliki salah satunya!"


Reth tersenyum lebar, dia tak menyangka orang asing seperti Andrew akan menawarkan sebuah perusahaan demi wanita rendahan seperti Jennifer.


"Bagaimana tuan Reth?"


"Saya penasaran apa yang sudah Jenny lakukan sampai kalian menawarkan perusahaan kepada saya?"


"Wanita itu mencelakai nona muda kami yang sedang hamil besar dan sampai sekarang nona muda kami masih koma!"


Reth mengepalkan kedua tangannya, dia lalu memberi kode pada bodyguardnya untuk mendekat. "Luke, bawa Jenny kemari dan serahkan kepada mereka!" titah Reth pada pria bermata hitam kelam.


"Luke? Ah ya aku ingat sekarang?" batin Andrew sambil melirik pria bernama Luke. Dia pernah bertemu beberapa kali dengan Luke saat pria itu masih menjadi bodyguard Danish. Tapi kenapa pria itu ada di sini dan bekerja untuk orang berbahaya seperti Reth?

__ADS_1


"Terima kasih banyak atas kemurahan anda tuan Reth, saya akan segera mengurus dokumen perusahaan menjadi atas nama anda!"


Reth hanya mengangguk, pria itu lalu meninggalkan Andrew. Tak lama setelah Reth pergi, Luke kembali ke bar dengan membawa Jennifer. Andrew menyeringai saat melihat Jennifer berjalan ke arahnya, sementara itu Jennifer begitu terkejut melihat Andrew.


"Lepas Luke, aku harus pergi!" Jennifer mencoba kabur, namun Luke lebih dulu menahannya dan segera melemparkannya kepada Andrew.


"Dasar tikus kecil," geram Andrew seraya menjambak rambut Jennifer dengan kasar.


"Lepaskan aku Andrew!" teriak Jennifer.


"Tamat riwayatmu Jennifet Scott!!


.


.


.


"Frey Mom, Frey..." ucap Jovanka dengan nafas memburu.


"Frey kenapa?"


"Dia, dia mengalami henti jantung!"


"Apa?" Josh dan Katherine sangat terkejut mendengar berita tersebut. Katherine membantu Josh turun dari ranjang dan duduk di kursi roda, mereka segera pergi ke ruangan ICU. Di depan ICU, Anne dan Maggie sedang menangis, sementara dokter sedang berusaha menyelematkan Freesia. Josh menutupi wajahnya dengan tangan, dia tak henti-hentinya berdoa agar Tuhan mengembalikan Freesia kepadanya.


Setengah jam kemudian dokter keluar dari ruangan itu dengan wajah lesu, dokter itu lalu menghampiri Josh dan menggeleng pelan. "Kami sudah berusaha sebaik mungkin tuan, tapi Tuhan berkehendak lain," ucapnya penuh kesedihan.


"Tidak mungkin, anda pasti bohong!" sangkal Josh dengan segera, sementara Maggie langsung pingsan setelah mendengar kabar duka tersebut.


"Ibu," teriak Anne panik, untung saja beberapa perawat segera memberikan pertolongan pertama pada Maggie dan membawa wanita tua itu ke ruang tindakan.

__ADS_1


Josh masih bersikeras jika dokter menipunya, pria itu memaksa masuk ke dalam ruang ICU, air matanya berjatuhan melihat garis lurus di layar monitor, dunianya seolah runtuh, hidupnya telah berakhir bersama dengan kepergian istri tercintanya.


Josh berusaha berdiri, dengan langkah tertatih pria itu mendekati tubuh istrinya, pria itu mencoba menghentikan perawat yang sedang melepas alat penunjang hidup dari tubuh Freesia. "Aku mohon selamatkan istriku," pintanya dengan mengiba.


"Maaf tuan, kami sudah berusaha," jawab salah satu perawat dengan perasaan bersalah, hal yang selalu tenaga medis rasakan saat mereka kehilangan pasien mereka.


"Tolong kembalikan istriku," lirih Josh dengan wajah berderai air mata. Josh menggenggam tangan Freesia dan menciuminya.


"Frey aku mohon kembalilah. Bagaimana kau bisa setega ini padaku. Bagaimana aku bisa hidup setelah ini Frey. Aku mohon bangun. Kau sudah berjanji akan selalu bersamaku Frey. Aku mohon kembalilah Love," semua orang yang ada di ruangan itu ikut menangis, mereka menyaksikan bagaimana seorang pria kehilangan cintanya. Mereka menjadi saksi bagaimana dunia Josh runtuh, pria itu tak berdaya. Tangisnya terdengar begitu pilu, pundaknya bergetar hebat seiring isak tangis yang terus menggema di ruangan itu.


"Maaf tuan, kami harus melepaskan alat-alat ini," ucap seorang perawat, namun Josh tetap tak mengizinkannya, dia yakin Frey akan bangun dan kembali bersamanya.


Anne memberi kode kepada perawat agar mereka memberi sedikit waktu lagi, mereka mengerti dan menjauh dari ranjang.


"Love, apa kau tidak ingin melihat Abel. Aku memberinya nama Abelia, dia sangat cantik, mirip seperti dirimu. Kata mereka, Abel memiliki mata biru sepertiku, persis dengan keinginanmu. Kau sudah terlalu lama tidur Love, bangunlah sayang. Anak kita sangat membutuhkanmu. Tak apa jika kau tidak memperdulikanku, tapi aku mohon perdulikan Abel. Bayi malang itu pasti ingin pelukan ibunya Love!"


Josh tak henti-hentinya bicara, dia menceritakan kembali kisah mereka, bagaimana pertemuan mereka dan hubungan rumit yang mereka jalani. Sampai akhirnya Josh jatuh cinta pada Frey dan awal kisah romantis mereka di mulai. Jika waktu kembali berputar, Josh tidak akan merubah pilihannya. Dia akan meminta Frey menikahinya secara kontrak, lalu dia akan kembali mencintai Freesia dengan segenap hatinya. Namun ada satu hal yang akan Josh perbaiki, jika dia bisa kembali ke waktu dua tahun lalu, alih-alih membuang Jennifer, Josh lebih memilih melenyapkan wanita itu selamanya agar hari ini tidak pernah terjadi.


"Aku mohon Love. Aku mencintaimu," bisik Josh tepat di telinga Freesia, pria itu lalu mencium kening istrinya sehingga air matanya menetes di wajah cantik Frey yang mulai memucat.


Tut..


.


Tut..


.


Tut...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2