Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Dia sudah tau


__ADS_3

Frey benar-benar menghabiskan waktu bersama sahabatnya dan bersenang-senang. Ketiga gadis itu berkeliling pusat perbelanjaan sampai kaki mereka pegal. Mereka juga pergi ke bisokop dan makan makanan enak dan mewah. Dan semua itu Frey yang membayarnya. Berbekal kartu sakti yang di berikan oleh sang suami, Frey dan kedua sahabatnya menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang.


"Frey, beneraan suami loe nggak marah loe bayarin kita?" tanya Cia, gadis itu tampak khawatir.


"Tenang aja, Josh yang nyuruh kok. Kalau dia nggak nyuruh, gue mana berani," jawab Frey sambil tersenyum dan menenangkan teman-temannya.


"Bilangin terima kasih sama Kapten Josh ya Frey," sahut Kayli.


"Siap."


Setelah seharian bersama, ketiga gadis itu lalu berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Saat tiba di rumahnya, Frey mencari Josh kemana-mana namun suaminya tak ada di rumah. Frey lalu pergi ke kamar Katherine untuk menanyakan di mana suaminya.


Frey masuk ke dalam kamar ibu mertuanya setelah mendapat izin, gadis itu lalu duduk di sofa bersama Katherine.


"Ada apa Frey? Tumben nyari momy?" tanya Katherine lembut, semenjak Katherine tinggal di rumah Josh hubungan antara ibu mertua dan mantu memang semakin dekat. Katherine malah sudah menganggap Frey seperti putrinya sendiri, mengingat Jovanka yang akhir-akhir ini sibuk dan tak pernah mengunjunginya.


"Apa momy tau kemana Josh pergi?"


Katherine menarik nafas panjang, wajahnya yang awalnya ceria berubah lesu. "Josh ke perusahaan. Wanita tua itu membuat ulah lagi," jawab Katherine kesal.


"Maksud momy Maggie Zantaman?" Katherine menggangguk mengiyakan pertanyaan menantunya


"Apa lagi yang dia lakukan mom?"


"Dia memecat Jo."


"Apa?" ujar Frey dengan mata membesar, dia tak menyangka Maggie benar-benar menekannya untuk meninggalkan Josh dan keluarganya.


"Jimmy dan Josh pasti sedang mengamuk di perusahaan."


"Momy tenanglah. Frey akan menyusul Josh."

__ADS_1


"Apa momy perlu ikut?"


"Sebaiknya momy di rumah saja. Frey takut momy sedih jika bertemu dady."


"Ya kau benar. Hati-hati ya!"


Frey lalu keluar dari kamar Katherine dan bergegas pergi. Namun bukan ke perusahaan melainkan ke vila milik Maggie setelah sebelumnya Frey menghubungi Andrew dan pria itu bilang jika Maggie sedang berada di perjalanan pulang.


Frey tiba di Vila dan dia segera menemui Anne di kamarnya. Sejak beberapa bulan lalu Anne memang memutuskan tinggal di vila, entah apa yang membuat Anne bertahan hidup di sisi nenek tua itu, tapi yang Frey tau pasti nenek tua itu sudah mengancam Anne.


"Nenek tua itu benar-benar sudah gila," ujar Frey berapi-api, sementara Anne memperhatikan keponakannya yang sedang marah.


"Apa yang dia lakukan?" tanya Anne kemudian.


"Dia memecat Jonathan. Benar-benar gila!"


"Jo adiknya Josh?" Freesia mengangguk.


"Mengikuti permainannya!"


.


Frey menemui Maggie di ruangan kerjanya, setelah sebelumnya melampiaskan kemarahannya di kamar Anne, kini Frey lebih tenang saat berhadapan dengan Maggie.


"Kenapa oma memecat Jo, apa kesalahannya oma?" tanya Frey seraya menatap wajah neneknya, wajah tua yang memancarkan sebuah kebencian dan keangkuhan.


"Dengan begini kau akhirnya pulang ke rumah," jawab Maggie dengan santainya.


"Jadi hanya agar aku tinggal bersamamu?"


"Tentu saja!"

__ADS_1


Frey mengusap wajahnya dengan kasar, gadis itu lalu melangkah lebih dekat dengan sang nenek. "Beri aku waktu oma. Aku akan datang setelah kontrak pernikahan kami berakhir," jawab Frey dengan tegas, dia tak boleh terlihat ragu agar Maggie mempercayainya.


"Kontrak?" tanya Maggie dengan kening mengekerut, meski sebenarnya wanita tua itu sudah mengetahui semuanya.


"Oma tidak tau ya. Kami menikah bukan karena cinta oma, aku menikahinya demi membayar hutang bibi Anne," jelas Frey selugas mungkin, meski dia yakin jika nenek tua itu sudah mengetahui kebenarannya.


"Tapi kalian saling mencintai kan?"


"Apa artinya cinta jika mereka yang sudah membunuh kedua orang tuaku. Jadi beri aku waktu, aku juga harus menunggu pengumuman kelulusan, setelah itu oma bisa menjemputku!"


"Lalu bagaimana dengan pernikahan kalian?"


"Setelah kontrak berakhir maka pernikahan kami juga berakhir!"


"Jika kau berani menipuku, maka aku akan menghancurkan mereka semua!"


"Percayalah oma. Jangan pernah hancurkan J&J Company karena aku menginginkan perusahaan itu! Dan, biarkan Jo bekerja di sana oma, dia pria yang berbakat."


Maggie akhirnya menyetujui permintaan dari cucunya. Dia juga ingin tau seberapa jauh kesungguhan Frey untuk meninggalkan Joshua Janzsen. Maggie menatap kepergian cucunya, namun sebelum Frey keluar, Maggie mengucapkan beberapa patah kata yang akan membuat Frey semakin yakin untuk kembali padanya. "Perlu kau ingat, Josh sudah tau siapa dirimu!"


Frey menghentikan langkahnya, seketikas tubuhnya bergetar hebat, gadis itu menelan ludahnya dengan kasar. "Baguslah kalau dia tau, dengan begitu akan lebih mudah meninggalkannya!" sahut Frey tanpa menoleh sama sekali, gadis itu lalu keluar dari ruangan Maggie dengan perasaan tak karuan. Jika selama ini Josh tau kenapa pria itu tak pernah bertanya apapun kepadanya? Atau mungkinkah Josh menunggu Frey untuk berkata jujur?


Setelah bertemu dengan Maggie dan membuat kesepakatan dengan wanita tua itu,Frey segera kembali ke rumahnya. Setibanya di rumah Josh dan Katherine menunggunya dengan gelisah.


"Love kau dari mana saja? Kata momy kau menyusul ke kantor, tapi aku tidak melihatmu?" cecar Josh dengan wajah panik.


"Maaf Josh, taxi yang aku pesan mogok dan ponselku mati," Frey terpaksa berbohong agar rencananya tidak gagal.


"Oh astaga. Aku sangat khawatir!" Josh memeluk tubuh Frey dengan erat.


"Maaf Josh."

__ADS_1


__ADS_2