Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Jauhi dia!


__ADS_3

Tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain bisa berkumpul bersama keluarga, itulah yang sedang di rasakan Frey dan Josh. Setelah penantian panjang mereka, akhirnya baby Abel di izinkan pulang karena kondisinya sudah sangat stabil, berat badan baby Abel pun sudah normal.


Frey tak henti-hentinya bersyukur, dia sangat bahagia karena akhirnya bisa memeluk baby Abel dengan leluasa setelah hampir satu bulan lamanya dia harus terpisah dari putrinya.


Malam ini keluarga Janzsen dan Zantman berkumpul untuk makan malam bersama. Hubungan dua keluarga itu semakin membaik apalagi kini ada seorang malaikat kecil di tengah-tengah mereka.


Di tengah makan malam, semua orang terkejut dengan kehadiran Axel, pemuda itu pulang tanpa memberi tahu siapapun. Frey begitu girang melihat Axel, wanita itu melirik Josh sekilas, Josh menganggukan kepala sambil tersenyum. Setelah mendapat izin dari sang suami, Frey segera menghampiri Axel dan memeluknya. Meski tak seharusnya dia melakukan hal itu, namun Frey hanya ingin mengucapkan terima kasih pada Axel karena pemuda itu pulang ke rumah dan menemuinya setelah perpisahan mereka beberapa bulan yang lalu.


"Mana anak loe?" tanya Axel di sela pelukan mereka.


"Loe nggak nanyain kabar gue dulu?" Frey melepas pelukannya dan menatap Axel kesal.


"Senyum loe lebar banget, gue yakin loe baik-baik aja!" Axel lalu menatap pengasuh yang sedang menggendong Abel, tanpa permisi Axel menghampiri pengasuh itu dan merebut Abel dari gendongannya.


Axel menimang Abel penuh kasih sayang, pemuda itu tersenyum saat Abel menatapnya dengan mata berbinar. "You are so beautifull baby girl," puji Axel.


"Ya iyalah, momy nya aja cantik!" sahut Frey seraya menyibak rambut panjangnya.

__ADS_1


"Pede banget loe!"


"Lah emang gue cantik kan?"


Josh yang awalnya hanya duduk lalu berdiri dan memeluk istrinya dari belakang. "Ya, kau memang sangat cantik Love," puji Josh seraya mengecup pundak istrinya.


"Kalian mulai lagi, bisa nggak sih jangan pamer di depan gadis suci yang tak memiliki kekasih!" celetuk Jovanka yang langsung mendapat tonyolan dari Jo di kepalanya.


"Cih, mana ada gadis suci pacarnya lusinan!" sindir Jo sambil terkekeh.


"Aku sudah memutuskan mereka semua. Sekarang hatiku sedang aku persiapakan untuk my lovely honey bunny Luke! Ah, dimana kau berada sayang!!"


"Ada apa Andrew?" tanya Maggie seraya menatap orang kepercayaannya itu.


"Saya baik-baik saja nyonya!" jawab Andrew bohong.


Setelah selesai makan malam semua orang berkumpul di ruang keluarga, satu persatu dari mereka bergantian menggendong bayi yang mewarisi mata biru dari keluarga Janzsen, bayi mungil itu terlihat semakin cantik dengan bulu mata lentiknya.

__ADS_1


Karena bosan, Jovanka memutuskan keluar untuk mencari angin. Andrew yang melihat Jovanka keluar sengaja mengikuti nona muda dari keluarga Janzsen itu.


"Nona Jovanka," panggil Andrew, pria itu berlari menghampiri Jovanka yang berjalan cukup jauh di depannya. Jovanka menghentikan langkahnya, gadis itu berbalik dan menatap heran karena Andrew berlari ke arahnya.


"Ada apa tuan Andrew?" tanya Jovanka penasaran.


"Maafkan saya sebelumnya karena saya lancang, tapi saya harus mengatakannya demi kebaikan anda!"


"Ada apa, jangan membuatku takut tuan Andew?"


"Soal pria bernama Luke, sebaiknya anda melupakan pria itu!" ucap Andrew dengan tegas.


"Why? Apa alasannya? Apa kau mengenal Luke?" cecar Jovanka.


"Dia pria yang berbahaya, sebaiknya anda tidak berhubungan dengan pria seperti dia! Saya mengayakan ini karena saya peduli dengan anda dan keluarga anda!"


Setelah mengucapkan kalimat itu, Andrew segera pergi menyisakan tanda tanya besar di kepala Jovanka. Dia semakin penasaran kenapa semua orang melarangnya berhubungan dengan Luke, dan mereka selalu mengatakan Luke adalah pria yang berbahaya.

__ADS_1


"Larangan adalah perintah," gumam Jovanka dengan senyum manisnya. Dia malah semakin penasaran dengan sosok Luke. Semoga saja Tuhan mempertemukan mereka lagi, dan jika hal itu terjadi Jovanka tidak akan melepaskannya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2