
Flashback satu tahun yang lalu...
"Frey butuh bantuan momy," ucap Frey dengan wajah serius.
"Masuk Frey, kita bicara di dalam!" Katherine mengajak menantunya masuk dan duduk di tepi ranjang. Katherine menatap Frey penuh tanya, ada masalah apa sehingga Frey meminta bantuannya tengah malam begini.
"Ada apa Frey, jangan membuat momy takut?"
Frey menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, dia lalu meraih tangan kiri Katherine dan menggenggamnya. "Mom, sebenarnya aku adalah cucu Maggie Zantman," ucap Frey membuka percakapan.
"Jangan bercanda tengah malam begini Frey," jawab Katherine tak percaya.
"Frey serius mom, Frey tidak sedang bercanda."
"Lalu kenapa kau memberi tau momy tentang semua ini?" tanya Katherine dengan kening mengkerut, dia masih belum percaya dengan ucapan Frey.
"Maggie Zantman berencana menghancurkan J&J Company. Putranya menjadi salah satu korban jatuhnya J&J Airlines, dan dia menganggap jika J&J Company lah yang harus bertanggung jawab atas kematian putranya," Frey menceritakan dengan sangat terperinci, tak ada satu hal pun yang terlewat karena dengan begitu dia bisa meminta bantuan Katherine.
"Momy pasti bertanya-tanya siapa pemilik kalung ini kan?" Frey menunjuk kalung yang berada di tangan Katherine. "Aku pemiliknya mom, akulah Love yang sepuluh taun lalu terombang-ambing bersama momy di lautan lepas!"
Katherine menutup mulutnya, dia masih belum percaya dengan ucapan Frey mengenai kalung yang dia kenakan. Katherine menatap Frey dan berharap menemukan kebohongan di sana, namun nyatanya tidak, hanya ada sebuah kejujuran di dalam mata Frey.
"Kalau momy tidak percaya tidak masalah. Frey hanya butuh bantuan momy. Besok Frey akan pergi untuk sementara waktu, Frey akan ikut Maggie Zantman dan merebut kembali saham milik J&J Company. Frey ingin momy berpura-pura tidak mengetahui semua rencana Frey dan Frey ingin momy memberikan ini kepada Josh saat Frey pergi!"
__ADS_1
Katherine menerima amplop yang di berikan oleh menantunya meski dia sendiri masih bingung dengan semua yang Frey ceritakan, dia bahkan terjaga hingga matahari terbit, dia tak bisa memejamkan matanya karena terus memikirkan ucapan Frey semalam.
Katherine mulai menyadari situasinya saat Maggie Zantman benar-benar datang ke rumah Josh dan menjemput Freesia sebagai cucu kandungnya. Dia terkejut saat melihat Frey membawa koper dan tas punggung. Namun saat Frey mengedipkan mata ke arahnya, di saat itu juga Katherine menyadari jika semua yang di ceritakan Frey adalah sebuah kebenaran. Katherine menangis tersedu-sedu saat Frey kembali mengatakan jika dia lah pemilik kalung tersebut, bahkan saat Frey mengambil kalung itu dari tangannya dia tak bisa berbuat apapun.
Setelah Frey pergi, Katherine menyalahkan dirinya sendiri. Seharusnya dia mempercayai Frey sejak awal sehingga dia bisa mengucapkan terima kasih pada Frey, gadis kecil yang dahulu menolongnya dengan penuh keberanian.
Katherine tak menyangka jika malaikat penolongnya selama ini berada di sisinya dan bahkan kembali membantunya terlepas dari bayang-bayang masa lalu. Dan kini gadis itu kembali berkorban demi keluarganya. Benar-benar gadis berhati malaikat.
"Momy berhutang banyak padamu Frey, momy janji akan menunggumu pulang. Cepatlah pulang nak," ucapnya seraya menatap foto Frey di ponselnya.
Sementara itu Katherine hanya diam dan menyaksikan Josh menggila, wanita itu menyeka air matanya dan pergi ke kamar. Tak lama kemudian, Katherine kembali menghampiri Josh dan memberikan sebuah amplop untuknya.
"Untukmu Josh, buka di kamarmu," ucap Katherine.
Josh meraih amplop itu dan menatap Katherine penuh tanya. Namun Katherine hanya mengangguk, seolah-olah wanita itu menyuruhnya untuk membukanya dan semuanya akan baik-baik saja. Josh lalu membawa amlop itu ke kamarnya, pria itu duduk sofa lalu membuka amplop berwarna merah muda dengan motif hati. Josh mengeluarkan selembat kertas lalu mulai membacanya.
Saat kau membaca ini, itu artinya aku sudah pergi meninggalkanmu dan mungkin kini kau sudah sangat membenciku...
Josh, aku menyimpan vidio pernikahan kita di dalam flashdisk yang aku simpan di laci samping tempat tidur, aku ingin kau mengahapusnya!
Jangan menangisiku terlalu lama...
Berbahagialah Josh*!
__ADS_1
Josh meremas surat itu hingga otot-otot di tangannya mencuat di permukaan kulitnya, dia pikir Frey menulis sesutu yang menyuruhnya untuk menunggu. "Berbahagialah," ulang Josh dengan senyum penuh duka. "Setelah kau meninggalkanku kau menyuruhku untuk berbahagia," ucap Josh parau, tanpa pria itu sadar air matanya mulai menetes, rasanya sangat sesak dan menyakitkan, bahkan lebih sakit dari saat Jennifer meninggalkannya.
Josh lalu berjalan menuju nakas yang berada di samping tempat tidur, Josh membuka laci dan menemukan benda yang Frey maksud, Josh meraih benda kecil itu dan melemparkannya ke tempat sampah. "Sesuai keinginanmu, aku sudah membuangnya!"
Josh lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, hatinya terasa hampa, rumah besar miliknya terasa kosong tanpa kehadiran Freesia. Dalam sekejap Josh berubah pikiran, dia kembali memungut flashdish dari tempat sampah, meski Frey meninggalkannya namun setidaknya dia masih bisa melihat Frey di dalam vidio pernikahan mereka.
Josh menyambungkan flashdisk tersebut ke laptopnya dan dia mulai memutar satu-satunya vidio yang ada di dalamnya.
"Hay Josh," sapa Freesia seraya melambaikan tangannya. Josh menyipitkan matanya karena bukan vidio pernikahan mereka yang di lihatnya.
"Kau pasti sedang bingung kan kenapa bukan vidio pernikahan kita," Freesia tersenyum beberapa saat. "Vidio pernikahan kita ada di lemari baju, di dalam kotak berwarna cokelat."
"Josh, saat ini pasti kau sedang marah. Ketahuilah Josh aku tidak benar-benar pergi, aku terpaksa melakukannya karena Maggie mengancam akan menghancurkan J&J Company. Aku terpaksa ikut bersamanya, aku rasa ini juga kesempatan bagus karena Maggie menjanjikan saham untukku. Maaf karena aku tak memberi tahumu secara langsung, aku yakin kau tidak akan setuju seandainya aku bicara langsung denganmu. Maafkan aku Josh, dan aku mohon tunggulah aku. Aku berjanji tidak akan lama."
"Josh, aku harus mengganti nomor ponselku, jika kau merindukanku kau bisa menghubungi Cia, nomornya sudah aku simpan di ponselmu. Kita bisa bertemu secara diam-diam. Tolong jangan marah ya, kau sudah berjanji akan melakukan apapun untukmu. Aku menagihnya dan kesempatan ini aku ingin tau seberapa bersar kau mencintaiku. Tunggu aku sayang!"
Josh tersenyum hambar, dia tak percaya gadis kecilnya memiliki keberanian sebesar itu. Josh beranjak dari kursinya dan berniat menjemput Frey saai ini juga, dia tidak perduli meski Maggie menghancurkannya, masa bodoh dengan saham yang sudah dia jual, dia hanya ingin Freesia, baginya Frey lebih berharga dari pada apapun.
"Kau pasti akan pergi menjemputku kan?"Josh menghentikan langkahnya saat vidio Frey masih berlanjut, pria itu berbalik dan kembali menontonnya.
"Percayalah padaku kali ini saja. Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin melihatmu dan keluargamu hancur. Jika kau bersikeras menjemputku dan Maggie menghancurkan kalian, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri. Beri aku kesempatan agar aku bisa melakukan sesuatu untukmu sayang."
Josh meraup wajahnya dengan kasar, mau tidak mau dia harus mengikuti permainan istri kecilnya, dia harus merelakan berpisah untuk sementara waktu. Josh juga akan menunjukan jika dia sangat mencintai Freesia. Dia akan menunggunya sampai kapanpun.
__ADS_1
"Karena ini permintaanmu maka aku akan menunggumu Love. Tapi berjanjilah untuk tetap mencintaiku, aku tidak sanggup kehilangan dirimu!"
BERSAMBUNG...