Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Kejujuran Frey


__ADS_3

Frey kini berada di mansion utama keluarga Janzsen, gadis itu duduk di ruang keluarga di temani Lynda dan seluruh keluarga inti, hanya saja Josh tidak ada karena pria itu sedang berada di luar kota.


Frey duduk di antara Jovanka dan Jonathan, kakak beradik itu seakan mengunci Frey agar gadis itu tidak bisa kabur. Sementara Katherine dan Jimmy duduk berhadapan dengan kedua anak dan menantunya, dan Lynda duduk di kursi utama. Jangan tanyakan Axel, karena pemuda itu sudah pasti berada di sana, dia berdiri di belakang sang nenek dan cosplay menjadi bodyguard.


"Frey, apa benar kau di skros dari sekolah?" tanya Lynda seraya menatap wajah cucu menantunya.


Frey melirik ke kiri dan ke kanan, dengan ragu akhirnya gadis itu mengangguk.


"Oh astaga, kau memang tidak cocok berada di tengah keluarga Janzsen," Katherine kembali mengkritik Freesia.


"Diam Kathe, tidak ada yang butuh pendapatmu!" ucapan Lynda berhasil membungkam mulut Katherine. "Kenapa kau bisa di skors, apa kau melakukan kesalahan?" sebenarnya Lynda sudah tau, selain cerita dari Axel, dia juga menghubungi kepala sekolah dan mengetahui cerita lembih lanjut dari sang kepala sekolah.


"Aku," Frey nampak ragu untuk mengatakannya.


"Katakan saja kakak ipar, dengan begitu kami bisa membantumu," sahut Jonathan, saking penasarannya dengan masalah yang menimpa Freesia, pria itu sampai meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan pulang ke rumah.


"Ada yang mengambil gambarku dan Josh saat kami di hotel," Frey akhirnya jujur, dia tak punya pilihan lain selain menceritakan semuanya, dia bahkan baru ingat jika dia memiliki Lynda yang bisa membantunya setiap saat.


"Kenapa kalian berada di hotel? Ah kalian pasti bulan madu ya," Jovanka menimpali seraya tersenyum malu, dia jadi membayangkan bagaimana rasanya honeymoon.


"Benarkah begitu Frey?" tanya Lynda dan Frey segera menggelengkan kepalanya. "Jika bukan karena itu, lalu karena apa, kau harus memberi tahu kami agar kami bisa membantumu!" kini suara Lynda lebih meninggi, dia berharap frey akan jujur.


Frey menatap Katherine sekilas, gadis itu lalu mengatur nafasnya yang memburu. "Waktu itu malam pergantian tahun, aku pergi ke bar bersama teman-temanku...


"Oh astaga, anak SMA sudah berani pergi ke bar," Katherine kembali memotong ucapan Frey, sehingga dia mendapat tatapan horor dari mertuanya.


"Lanjutkan Frey!" tegas Lynda.


"Di bar aku tidak sengaja mendengar percakapan seorang wanita, dia menyuruh pelayan untuk mencampurkan obat ke minuman Josh, sebelumnya aku melihat Josh di salah satu ruang VIP. Karena khawatir, aku memutuskan mencari Josh dan berakhir di hotel itu. Aku berkeliling seperti orang gila dan mencari keberadaan Josh serta wanita itu, sampai akhirnya aku menemukan mereka di salah satu kamar. Aku datang di saat yang tepat, Josh dan wanita itu belum melakukan hal yang tak semestinya, namun saat aku berhasil mengusir wanita itu dan masuk ke dalam kamar hotel, Josh dalam keadaan setengah sadar karena wanita itu memberi obat perangsang di minuman Josh."


"Lalu apa yang terjadi?" tanya Jovanka dengan begitu antusias, Frey menoleh ke arah gadis yang kini menjadi adik iparnya itu.


"Aku merendam Josh di air dingin," ya hanya sampai di situ Frey menceritakan kejadiannya, kejadian selanjutnya cukup Frey dan Josh yang mengetahuinya.


"Kalian tidak anu-anu?" Jovanka kembali bertanya dan Freesia hanya menggelengkan kepala.


"Yah sayang sekali, padahal nanggung kan."

__ADS_1


"Jov, kenapa kau hanya perduli soal anu-anu. Seharusnya kau bertanya siapa wanita yang memberikan obat kepada Josh," protes Jonathan seraya menonyol kepala adiknya.


"Aish, aku sudah tau siapa wanita itu. Dia Jennifer kan kakak ipar?" Jovanka menatap Frey untuk memastikan jika tebakannya benar.


"Tidak mungkin, Jenni tidak mungkin berbuat seperti itu," bela Katherine tak terima.


"Oh astaga momy, sepertinya aku harus membawa momy ke dukun. Wanita ular itu pasti sudah meracuni otak momy, atau bahkan mamy sudah di guna-guna!" terka Jovanka di luar nalar.


"Diam kalian semua," sentak Lynda dan semua orang akhirnya bungkam. "Siapa wanita itu Frey?"


Frey menelan ludahnya berkali-kali, namun dia harus mengatakan yang sebenarnya. "Je- Jennifer," ucap Frey setelah cukup lama meyakinkan diri.


"Apa aku bilang, sudah pasti wanita ular itu " sahut Jovanka dengan senyum lebar karena tebakannya benar. Sementara anggota keluarga yang lain tampak panik, terlebih Katherine karena wanita itu terus saja membela Jennifer.


"Jov, ajak Frey ke kamarmu!" titah Lynda dan hanya di angguki oleh Jovanka, dia lalu membawa Frey ke kamarnya karena dia yakin jika para sesepuh akan membahas masalah Frey dan Josh.


"Ayo masuk kakak ipar," Jovanka menarik tangan Frey, keduanya kini sudah berada di dalam kamar bernuansa merah muda, di lengkapi lemari kaca berisi jejeran tas dan sepatu mewah milik Jovanka.


"Oh waow," Frey mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, gadis kecil itu di buat takjub dengan isi kamar tersebut, namun saat Frey menunduk rasa takjubnya berganti rasa geli karena di seluruh lantai di penuhi baju yang berserakan serta beberapa alat make up.


"Tidak masalah," Frey tersenyum.


"Duduk kakak ipar!"


Frey dan Jovanka duduk di sofa yang berada di seberang tempat tidur. "Jov, bisakah kau panggil aku Frey saja," pinta Frey setelah sekian lama diam.


""Kenapa, kakak ipar tidak nyaman?"


"Hem, lagi pula kau lebih tua dariku Jov, rasanya kikuk sekali."


"Baiklah Frey."


"Nah begitu kan lebih enak di dengar."


"Oh ya Frey, apa kau mau membalas Jennifer, kalau kau mau aku bisa membantumu?" tanya Jovanka dengan senyum penuh arti, sepertinya gadis itu juga memiliki dendam kepada Jennifer.


"Bagaimana caranya?"

__ADS_1


Jovanka lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Frey, gadis itu membisikan sebuah rencana yang bisa menghancurkan Jennifer dalam hitungan detik.


"Kau serius?" Frey bertanya dengan mata melebar sempurna, pasalnya rencana Jovanka di nilai terlalu berani.


"Ya aku sangat yakin. Sudah saatnya wanita iblis itu mendapat pelajaran!"


.


.


Di ruang keluarga, Lynda sedang memikirkan cara agar bisa mengembalikan Frey ke sekolah. Meski SMA angkasa berada di bawah naungan J&J Company, namun Lynda tak bisa memutuskan secara sepihak, banyak orang yang harus dia ajak berdikusi apalagi kini masalahnya menyangkut nama baik keluarganya.


"Apa yang akan momy lakukan?" tanya Jimmy dengan wajah datarnya, fakta jika Jennifer yang menyebabkan masalah ini membuat pria itu geram.


"Kita harus mengembalikan Frey ke sekolah, sebentar lagi gadis itu akan ujian kelulusan."


"Tapi bagaimana caranya mom? Komite sekolah pasti akan menanyakan alasan kita kenapa membiarkan Frey kembali ke sekolah tanpa ada penyelidikan?"


"Bagaimana kalau aku memberi tahu yang sebenarnya?"


"Tidak boleh mom," potong Katherine dengan cepat. "Putraku pasti akan di anggap aneh kalau mereka sampai tau dia menikahi gadis yang masih sekolah!"


"Jika berita pernikahan Josh sampai ke media, sudah di pastikan nama Josh akan lebih buruk Grann, Josh akan di anggap cabul karena menikahi anak di bawah umur," sahut Jonathan.


"Kita biarkan saja gadis itu di keluarkan dari sekolah," ucap Katherine tanpa rasa bersalah.


"Tidak bisa aunty, kalian yang menyeret Frey masuk ke dalam keluarga Janzsen, jadi kalian harus bertanggung jawab atas hidupnya," Axel akhirnya melayangkan nota keberatannya, pemuda itu sungguh tidak rela jika Frey sampai keluar dari sekolah.


"Jimmy, adakan rapat komite sekolah dua hari lagi," titah Lynda dan Jimmy hanya mengangguk.


"Kenapa tidak sekarang saja Grann," rengek Axel.


"Biarkan berita itu mereda dulu, Frey juga pasti perlu waktu untuk menenangkan diri," Lynda sengaja mengulur waktu, dia ingin menunggu sampai Josh pulang dan menunggu keputusan dari Josh. Dengan adanya masalah ini, Lynda ingin memastikan, apakah Josh benar-benar menerima Frey sebagai istrinya. Karena sejauh ini, Lynda masih belum yakin dengan pernikahan mereka.


BERSAMBUNG...


Hayo kira-kira apa rencana Jovanka sama Frey?

__ADS_1


__ADS_2