
Paris, negara pertama yang Josh dan keluarga kecilnya singgahi dalam misinya berkeliling dunia. Josh dan Frey sengaja menyewa apartemen alih-alih hotel karena mereka akan menghabiskan waktu selama sebulan di negara itu.
Kebahagiaan begitu ketara di wajah Josh dan Frey, ini kali kedua mereka menginjakan kaki di kota cinta dan dalam dua kondisi yang berbeda. Dahulu mereka datang ke Paris saat Josh belum mencintai Frey, namun kini mereka kembali setelah saling mencintai dan memiliki putri cantik di tengah-tengah mereka.
Frey berdiri di dekat jendela apartemen sambil menatap keluar dimana Menara Eiffel menjadi pemandangan langsung dari apartemennya. Frey menoleh saat Josh memeluknya dari belakang, wanita itu lalu memeluk tangan suaminya yang melingkar di perut. "Apa Abel sudah tidur?" tanya Frey seraya menyandarkan kepalanya di dada Josh.
"Hem," gumam Josh. Pria itu semakin mempererat pelukannya, sesekali dia mencium pundak istrinya dengan mesra.
"Pemandangannya sangat cantik sayang," ucap Frey, padahal sudah hampir tiga puluh menit dia menikmati pemandangan malam menara Eiffel namun dia tak merasa bosan.
"Bagiku kau yang paling cantik," puji Josh sambil tersenyum, detik berikutnya pria itu mengaduh karena Frey menekan perutnya dengan sikut.
"Dasar gombal!"
"Aku serius Love!"
Frey melepaskan tangan Josh, wanita itu lalu berbalik sehingga mereka saling berhadapan. "Josh, apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Frey dan Josh hanya mengangguk. "Aku penasaran dari dulu. Sejak kapan kau mulai menyukaiku?"
"Mmm," Josh diam sejenak, mencoba mengingat momen beberapa tahun yang lalu. "Entah, mungkin saat kau di antar jemput oleh Axel. Aku merasa sangat kesal saat itu! Aku tidak tau pasti Love, tapi beberapa hari sebelum kecelakaan pesawat aku yakin jika aku sudah mencintaimu," jawab Josh seraya membelai lembut wajah istrinya.
"Cepat juga ya. Aku pikir aku harus menunggumu selama lima tahun agar kau mencintaiku!"
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa selama itu untuk mencintaimu jika kau saja sangat menarik perhatianku, bahkan sejak pertama kali kita bertemu," aku Josh.
"Pembohong," Frey memukul lembut dada sang suami.
"Aku tidak bohong. Waktu itu sekitar pukul tiga sore, aku baru pulang dari bandara dan tidak sengaja lewat toko buka milik Anne. Mungkin takdir yang menuntunku untuk masuk ke dalam toko bunga itu, dan saat aku masuk aku di sambut oleh seorang gadis yang memiliki mata yang begitu indah. Ada satu hal yang membuatku penasaran sampai saat ini, kenapa kau tak bernafas dan tidak berkedip saat melihatku?"
"Karena aku jatuh cinta!" jawab Frey dengan cepat dan tanpa keraguan.
Josh tersipu, meksi sudah ribuan kali dia mendengar pengakuan cinta dari istrinya namun jantungnya selalu berdebar saat Frey mengatakan cinta kepadanya. "Kau yakin itu cinta?" bukan meragukan, Josh hanya ingin mendengar jawaban apa yang akan Frey katakan.
"Sangat yakin, hari-hari selanjutnya pun aku yakin jika aku jatuh cinta padamu sejak awal. Bahkan cinta yang mendorongku untuk menerima pernikahan kontrak kita! Lihatlah, cintaku begitu besar padamu sampai hari ini Josh, apa kau masih meragukannya?" Kepala Josh menggelenng pelan, dengan lembut Josh mengecup bibir istrinya.
"Terima kasih karena memberiku begitu banyak cinta Love, aku sangat bersyukur Tuhan mengirimkan dirimu untuk menjadi pendampingku!"
"Buka pintunya Love," titah Josh dengan senyum misteriusnya.
Frey menatap suaminya penuh tanya, wanita itu lalu membuka pintu dan begitu terkejut melihat ribuan tangkai mawar merah berasa di depan apartemennya. Frey menutup mulutnya dengan tangan saat buket raksasa itu di bawa masuk ke dalam apartemennya. Dia menatap suaminya meminta jawaban apa yang sedang terjadi saat ini.
"Apa ini Josh?" tanya Frey dengan senyum begitu lebar.
"Seribu lima ratus tangkai mawar merah untuk istri tercintaku. Kau pasti tidak sadar kan kalau hari ini hari ke seribu lima ratus kita menjadi sepasang suami istri. Dan pada hari ini juga aku akan mengakhiri kontrak pernikahan kita!" jawab Josh seraya mengeluarkan selembar kertas dari sakunya.
__ADS_1
"Maksudmu?" Frey gugup saat mendengar kata mengakhiri kontrak pernikahan keluar dari mulut Josh.
"Kita tidak membutuhkan kontrak ini lagi sayang," Josh menyalakan korek api dan membakar surat kontrak pernikahan yang mereka tanda tangani beberapa tahun yang silam. Frey menangis bahagia, dia bahkan sudah melupakan kontrak itu karena sejak awal dia tak pernah menganggap pernikahannya sebatas pernikahan kontrak.
"Josh, aku sangat mencintaimu!" Frey menghambur ke dalam pelukan suaminya. Dia begitu bahagia sampai tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Mari tetap bersama selamanya Love, aku sangat mencintaimu!" ucap Josh seraya mengusap kepala istrinya. Frey mengangguk di dalam pelukan sang suami, wanita itu menangis karena terlalu bahagia.
Paris menjadi saksi kebahagiaan mereka, hubungan yang di awali dengan sebuah kontrak kini berakhir bahagia. Keduanya kini saling mencintai dan di anugerahi seorang malaikat kecil yang melengkapi kebahagiaan mereka.
Begitulah cinta, butuh keberanian dan perjuangan untuk menuju akhir yang bahagia. Jika kau sedang jatuh cinta maka katakan, ungkapkan apa yang sedang kau rasakan. Berteriaklah jika kau mencintainya. Ingatlah satu hal, jatuh cinta bukan sebuah kejahatan.
...♡♡THE END♡♡...
... ...
Aaaa, author nangis pas nulis part ini. Bukan lebay ya, karena author sangat bersyukur kalian semua mau menemani author receh ini menulis sampai akhir, berkat kalian semua author semangat menulis meski harus membagi waktu antara menulis dan kesibukan real life.
Pesan author untuk kalian semua, selalu jaga kesehatan dan selalu cintai apa yang kalian miliki. Semoga kalian hidup berkelimpahan cinta.
I Love you all..
__ADS_1
See you di novel selanjutnya...