Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Apakah ini fakta?


__ADS_3

Frey masih terus menyangkal semua cerita Maggie tentang masa lalunya. Namun bukan Maggie namanya jika menyerah begitu saja, wanita itu bahkan menyeret Anne masuk ke dalam ruang bawah tanah di mana Frey berada.


Anne dan Frey sama-sama terperanjat, keduanya terkejut dengan alasan berbeda. Anne terkejut karena Frey berada di villa sementara kemarin Maggie tak mengakui jika dia yang menculik Frey. Sementara Frey begitu terkejut saat melihat Anne karena artinya semua yang di ceritakan Maggie adalah sebuah kebenaran.


"Bibi."


"Frey," ucap kedua wanita itu secara bersamaan. Anne berlari menghampiri keponakannya, wanita itu lalu memeluk Frey dengan erat, dia merasa lega karena bisa bertemu Frey lagi.


Anne melepaskan pekukannya, wanita itu memeriksa setiap jengkal tubuh Frey. Hati Anne terasa sakit melihat luka di sudut bibir Frey. "Siapa yang melakukan ini padamu?" tanyanya seraya menyentuh bibir Frey yang terluka.


"Jennifer bi, wanita itu yang menculikku," jawab Frey apa adanya.


"Siapa Jennifer?"


"Dia mantan tunangan Josh."


"Kenapa dia menculikmu. Apa salahmu padanya?" tanya Anne penasaran.


"Aku akan menceritakannya nanti. Sekarang jawab dengan jujur bi, apa benar nyonya Maggie adalah nenekku?"


Deg...


Anne menelan ludahnya dengan kasar, wanita itu mundur satu langkah dan menoleh ke samping tepat di mana Maggie berada,wanita tua itu tengah duduk dan tersenyum saat Anne menatapnya.


"Jawab bi," tuntut Frey karena Anne hanya diam dengan wajah menegang.


"Jawab Ann, keponakanmu membutuhkan jawaban!" sahut Maggie memanasi keadaan.


Anne kembali menatap keponakan kecilnya. Wanita itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Mungkin sudah waktunya dia harus berterus terang dan menceritakan semuanya.

__ADS_1


"Ya benar, dia adalah nenekmu!" jawab Anne sedang mata berkaca-kaca.


Freesia terkejut mendengar penuturan bibinya, gadis itu tak percaya jika selama ini dia masih memiliki keluarga. "Lalu apakah benar kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan pesawat?" tanya Frey lagi dan Anne hanya mengangguk. "Apa aku juga ada di pesawat itu bi?"


Anne melirik ibunya dengan kedua tangan terkepal erat, sungguh dia tak mengerti apa maksud Maggie menceritakan kejadian yang bahkan tidak Frey ingat.


"Bi, apa benar aku juga berada di dalam pesawat itu?" cecar Frey dan lagi-lagi Anne hanya mengangguk, sungguh Anne tak memiliki kekuatan untuk sekedar mengucapkan kata 'ya'.


Bak tersengat aliran listrik, sekujur tubuh Frey bergetar hebat, namun sialnya tubuhnya seakan mati rasa. Frey tidak bisa bergerak ataupaun berkata-kata. Yang bisa dia lakukan hanya menangis. Entah apa yang dia tangisi, rasanya dadanya begitu sesak dan air matanya lolos begitu saja.


Frey seolah kehilangan tenaga, gadis itu ambruk di atas lantai yang dingin.Air mata yang tak henti-hentinya keluar cukup menjadi bukti jika gadis itu tidak baik-baik saja.


Anne merasa sangat bersalah dengan Frey, tak seharusbya gadis itu mengetahui masa lalu yang sudah di hapus Frey dari memorinya. Anne sedikit membungkuk, wanita itu menuntun Frey untuk bangun. Setelah Frey berdiri, Anne mendudukan keponakannya di tepi ranjang.


"Bi, apa benar orang tuaku meninggal karena keluarga Janzsen?"


"Tidak!" kali ini Anne menjawabnya dengan cepat. "Bibi tidak tau apa yang di katakan nenek tua itu, tapi kecelakaan pesawat itu bukan kesalahan mereka, yang bibi tau pilot yang sengaja melakukan aksi bunuh diri," jelas Anne.


"Ibu yang jangan bohong. Jelas-jelas itu kesalahan pilot!" ujar Anne tak sependapat.


"Kau tau apa Ann, apa kau pikir ibu akan mengatakan hal semacam itu tanpa mencari tau kebenarannya? Ibu berani mangatakan itu kesalahan Janzsen karena ibu menyelidikinya selama bertahun-tahun!"


"Cukup!" teriak Frey frustrasi. "Keluar kalian semua, aku mau tidur!" usir Frey karena kepalanya terasa berdenyut mendengar perdebatan ibu dan anak tersebut.


"Dengarkan bibi Frey, apapun yang di katakan nenek tua itu tolong jangan kau percaya. Dia hanya akan memanfaatkanmu, percayalah pada bibi kali ini," tegas Anne dengan wajah yang begitu serius.


Maggie lalu berdiri dan menghampiri anak dan cucunya, wanita itu lalu memberikan sebuah map kepada Freesia. "Aku yakin kau anak yang pintar, baca laporan ini dan kau akan tau apakah aku berbohong atau tidak!" ucapnya dengan sebuah senyum.


Meski ragu akhirnya Frey menerima map tersebut, kini keinginannya untuk pulang dan bertemu Josh harus dia sisihkan sesaat, dia harus mencari tau kebenarannya.

__ADS_1


"Aku mohon kalian keluarlah!" pinta Frey dengan pelan, Anne menarik nafas kasar lalu wanita itu keluar dari ruangan tersebut bersama Maggie.


Di luar ruangan, tentu saja Anne kembali menghadang Maggie. "Kata ibu bukan ibu yang menculik Frey, lalu kenapa dia ada di sini?" tanya Anne.


"Kau tidak dengar, Frey bilang Jennifer yang menculiknya. Ibu hanya menyelamatkannya saja dan membawanya ke tempat aman!"


"Tempat aman? Haha. Tempat ini justru tempat yang paling bahaya untuknya! Besok aku akan membawanya pergi dari tempat ini dan ibu tidak berhak melarang!"


"Kita lihat saja apakah besok Frey mau pergi denganmu atau tidak!"


Anne berdecih kesal, dia tau Maggie pasti sedang merencanakan sesuatu. Namun kini yang harus menjadi fokus Anne adalah membawa Frey keluar dari tempat ini tanpa terpengaruh oleh ucapan Maggie.


Frey duduk di atas tempat tidur, gadis itu mulai membuka dokumen yang di berikan Maggie kepadanya.


"Laporan pembelian pesawat," ucapnya membaca halaman pertama dokumen tersebut. Pelahan Frey mulai membuka dan membaca lembar demi lembar dengan teliti. Dan kali ini otak pintarnya bekerja dengan sangat baik, dari laporan tersebut memang di jelaskan jika pihak J&J Airlines membeli sebuah pesawat bekas yang sudah tidak layak terbang.


Mata indah itu mulai berkaca-kaca, apalagi saat dia membuka halaman terakhir dan melihat foto kondisi pesawat yang mengenaskan. Belum lagi kondisi beberapa korban selamat yang sangat memprihatinkan. Hingga netra berwarna cokelat itu menangkap sebuah potret yang tak asing baginya. Seorang gadis kecil dengan luka di keningnya.. Frey reflek menyentuh keningnya, air matanya semakin ingin menerobos keluar saat dia merasakan bekas luka jahit di sana, di tempat yang sama seperti gadis kecil itu terluka.


"Itu aku," pekiknya dengan suara tertahan. Detik berikutnya.dadanya terasa sesak dan air mata menerobos keluar tanpa izin darinya.


Luka lama yang sudah dia lupakan harus kembali dia kenang. Kehilangan orang tua di usia yang sangat muda membuat Frey begitu tersiksa. Kepalanya semakin berdenyut, serpihan kenangan yang lama dia lupakan seolah mulai kembali berdatangan dan menyatu membentuk sebuah ingatan masa lalu.


"Arggh," Frey memegangi kepalanya yang semakin berputar, gadis itu berteriak kesakitan sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


BERSAMBUNG...


Hay gays apa kabar kalian semua? Semoga kalian sehat selalu ya..


Maafin othor kemarin nggak up karena othor ada acara di tempat kerja.

__ADS_1


Dan..


Selamat tahun baru untuk semua.. Semoga kedepannya kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi..❤️❤️❤️


__ADS_2