Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Belut listrik Amazon


__ADS_3

Warning....


sediakan air es karena part ini rada panas...


Jo melangkah mundur hingga ke dekat ranjang, pria itu lalu duduk di tepii ranjang dan menarik Anne agar wanita itu duduk di pangkuannya. Jonathan lalu memeluk pinggang Anne dan wajahnya dia sembunyikan di belahan dadaaaa Anne, pria itu menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya.


"Apa aku boleh melakukannya Ann?"


Anne mengangguk malu, namun malam ini dia akan menyerahkan segalanya pada sang suami. Jo tersenyum bahagia, pria itu lalu menyentuh bibir istrinya sebelum akhirnya bibir mereka saling menyatu, berpaut dan saling membelit menyusuri rongga mulut masing-masing.


Tangan Jo mulai bergerak liar menyusuri setiap inci tubuh sang istri, dalam satu tarikan gaun malam Anne sudah terlepas dan menampilkan lekuk tubuhnya. Puas dengan bibir istrinya, Jonathan mulai menyapu garis rahang Anne dengan lidahnya, dia juga mengecup serta menggigit leher Anne namun tak sampai meninggalkan bekas kemerahan karena Jo tidak pandai membuatnya. 🤣🤣🤣


Jonathan lalu mengangkat tubuh Anne dan membaringkan istrinya di atas kasur, pria itu tak bisa berhenti menatap keindahan yang tersaji di depan matanya, setiap lekuk tubuh Anne begitu indah membuatnya tak sabar ingin segera menikmati tubuh sang istri.


"Sampai kapan kau akan menatapnya Jo?" tanya Anne dengan suara serak, wanita itu sudah menginginkan lebih namun suaminya malah mematung sambil menatap tubuh polosnya.


"Aku sedang menikmatinya sayang," ucap Jo dengan senyum mesyumm, perlahan dia mulai melepaskan satu persatu pakaiannya hingga kini mereka sama-sama polos seperti bayi yang baru lahir.


Anne bergiding ngeri melihat belut listrik Amazon yang begitu besar dan sudah sangat menegang, Anne menelan ludahnya berkali-kali membayangkan bagaimana rasanya belut listrik Amazon itu menyengatnya, pasti rasanya sangat menyakitkan mengingat ukurannya yang begitu besar.


Anne berusaha menepis rasa takutnya, dia berusaha untuk rileks saat Jo mulai mengungkung tubuhnya, untung saja Jo cukup pintar untung mengurangi rasa takut Anne, pria itu kembali mencumbu Anne dengan mesra. Jo memainkan benda kenyal seukuran bola tenis yang berada di dadaa istrinya, Jo menjilat dan menghisapnya membuat Anne bergerak liar karena kenikmatan yang Jo berikan.


Perlahan ciuman Jo mulai turun ke perut dan pangkal paha istrinya. Jo membuka kaki Anne dengan lebar, pria itu berdecak kagum melihat inti Anne yang mirip dengan buah Aprikot berwarna kemerahan. Jo tak ingin membuang waktu, Jo segera mencium buah Aprikot yang istri yang mulai basah. Anne meramas rambut Jo dan menekannya membuat Jo semakin bergairah bermain-main dengan biji buah Aprikot dengan lidahnya membuat Anne menggelinjang dan mendesaaaa liar.


"Berhenti menyiksaku Jo," keluh Anne dengan suara serak, wanita itu sudah tak tahan menahan hormon kedewasaannya yang meluap.


Jo menarik sudut bibirnya, pria itu lalu memposisikan dirinya untuk melakukan penyatuan, namun sebelumnya Jo menatap sang istri yang wajahnya sudah sangat memerah. "Aku akan memulainya Ann, tahanlah meski akan terasa sedikit sakit!" ucap Jo dan Anne mengangguk patuh, wanita itu mengatur nafasnya dan mulai merasakan belut listrik Amazon mulai menggesek buah Aprikotnya.


Anne meremas sprei saat Jo mulai melesakkan belut listrik nya ke dalam inti sang istri, namun berkali-kali serangan Jo gagal padahal belut listriknya mulai terasa perih karena memaksa menembus pertahanan sang istri.


"Kenapa susah sekali Ann," keluh Jo, namun dia tetap bersemangat dan kembali mencobanya.


"Ann, kenapa tidak bisa masuk? Apa tidak ada lubangnya?" pertanyaan Jo begitu frontal membuat Anne merasa kesal, mana mungkin dia tak memiliki lubang sementara setiap bulan saja dia menstruasi.

__ADS_1


"Kau saja yang tidak bisa Jo!" sindir Anne dengan bola mata memutar, sudah hampir setengah jam Jo berusaha namun dia belum berhasil membobol segel milik istrinya.


"Aku tidak bisa? Teganya kau berkata begitu Ann," jawab Jo murung, namun perkataan Anne justru membuatnya semakin berusaha untuk memasuki istrinya.


"Jangan meremehkanku Ann, aku akan membuatmu terjaga dan mendesaaah sepanjang malam!" ancam Jo dengan mata berkabut gairah. Dia lalu kembali mengingat adegan dari film biru yang dia pelajari, Jo menyeringai dan menghentakan belut listriknya dengan keras, dan hasilnya Jo berhasil membuat Anne menjerit kesakitan karena belut listriknya berhasil membuka segel sang istri.


Anne menangis saat merasakan sengatan listrik pada buah Aprikotnya, rasanya sangat menyakitkan sampai-sampai Anne mendorong tubuh Jo agar penyatuan mereka terlepas, namun usaha Anne sia-sia karena Jo telah menahannya.


Perlahan namun pasti Jo mulai menggerakan pinggulnya dan rasa sakit yang Anne rasakan berangsur hilang berganti rasa nikmat yang tiada tara.


"Ann, kau sangat nikmat," gumam Jo seraya bergerak di atas tubuh istrinya, menikmati surga dunia yang telah lama dia inginkan.


"Ah Jo, aku .. aku..." Anne mencengkeram punggung Jo dan mengerang saat dia mencapai klimaksnya. Jo tersenyum puas, dia lalu kembali bergerak liar untuk mengejar puncaknya.


Sepuluh menit berlalu, mereka hanya melakukan satu gaya karena mereka masih amatiran, Jo semakin mempercepat gerakannya saat dia merasa hampir sampai.


"Aku mencintaimu Ann, aah.." lenguhan panjang mengakhiri pergumulan panas mereka, Jo ambruk di samping tubuh Anne dengan nafas tersenggal-senggal. Jo lalu memeluk Anne dan mencium pipi Anne dengan mesra. "Terima kasih sayang, aku sangat bahagia malam ini!"


Keduanya lalu saling memeluk, rasa lelah dan kantuk menyerang mereka, hingga tanpa sadar mereka terlelap dalam keadaan tanpa busana.


Di hotel yang sama namun di kamar yang berbeda, Frey sedang bermanja-manjaan dengan suaminya. Setelah pesta pernikahan selesai, Frey tidak mau pulang karena ingin menginap di hotel tersebut. Lebih tepatnya dia ingin menggoda bibinya besok pagi.


Frey berada di atas kasurnya menikmati cemilan favoritnya sambil menonton drama Korea. Wanita hamil itu begitu serius sampai tidak sadar jika Josh sudah berada di sampingnya.


"Kenapa kau serius sekali Love?" tanya Josh sambil meraih cemilan di tangan Frey dan memakannya.


"Dramanya seru sekali, tentang pelakor," jawab Frey tanpa melirik Josh sedikitpun.


"Jangan terlalu sering nonton pelakor Love, nanti kau jadi overthingking. Apa kau tidak lapar, aku sudah memesan makan malam, dede bayi pasti sudah lapar," Josh mengusap perut istrinya dengan lembut.


"Suapin," rengek Frey dengan manja.


"Baik tuan putri!" Josh lalu turun dari tempat tidur untuk mengambil makan malam. Dari kejauhan Frey menatap punggung Josh, sejujurnya dia sedang cemas dengan perkataan Jennifer saat di pernikahan tadi, namun Frey tidak ingin memberi tahu Josh, dia takut Josh akan mencemaskannya secara berlebihan.

__ADS_1


"Makanan anda sudah siap yang mulia ratu," ucap Josh ala-ala pelayan kerajaan. Frey terkekeh melihat aksi konyol suaminya.


"Makan yang banyak, setelah itu makan vitaminmu dan tidur!"


"Aku tidak mau tidur Josh, aku masih mau menonton!"


"Kalau begitu kita anu saja," ucap Josh ambigu.


"Anu apa?"


Josh mengerucutkan bibirnya dan memperagakan seolah akan mencium Frey.


"Dasar mesyumm."


"Baby kita merindukan dady nya Love!"


"Alasanmu saja Josh!"


"Di kamar sebelah pasti sedang anu-anu, aku juga ingin Love," Josh merengek seperti anak kecil yang menginginkan permen.


"Mereka kan pengantin baru, pengantin lama seperti kita jangan iri!"


"Ah ya sudah, aku bermain solo saja," Josh merajuk, dia menaruh piring di tangan Frey dan beranjak turun dari kasur.


"Ck, tukang marah," gerutu Frey dalam hati.


"Suapi aku dulu, setelah itu aku akan menidurimu Josh!" teriak Frey.


Josh menghentikan langkahnya, pria itu berbaik dengan senyum penuh kemenangan. "Asyikkk. I'm cooming baby girl," Josh berlari dan kembali naik ke atas kasur, dia akan menyuapi Frey dengan telaten agar mendapatkan jatah anu malam ini.


"Kau tidak bisa pamer besok Jo!" batin Josh dengan senyuman licik.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2