Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Rencana pertunangan


__ADS_3

Hari-hari Freesia lalui tanpa sedikitpun berhenti memikirkan Josh, tak terasa dua tahun sudah sejak mereka berpisah. Pertemuan rahasia mereka pun mulai berkurang karena waktu Freesia habis untuk kuliah dan belajar mengelola perusahaan. Frey hampir menyerah, namun mengingat tawa keluarga Janzsen memberinya sedikit kekuatan, dia harus bertahan sebentar lagi sampai Maggie memberikan saham milik J&J Company untuk dirinya.


Malam ini, Maggie mengajak Frey makan malam bersama keluarga Adijaya dan Frey hanya bisa patuh. Seperti biasa, Frey dan Danish bersikap seolah mereka sangat dekat dan akrab di depan Maggie dan Adijaya.


"Nyonya Maggie, sepertinya Frey dan Danish semakin akrab, bagaimana kalau kita melakukan pertunangan secepatnya," ucap Adijaya setelah selesai makan malam.


Danis dan Freesia menoleh dan saling menatap, keduanya terlihat panik mengingat tak ada hubungan spesial di antara mereka. Selama ini kedekatan mereka hanyalah sebuah sandiwara agar para orang tua berhenti membahas perjodohan tentang mereka.


"Tapi Frey masih kuliah yah, Danish tidak mau mengganggu belajar Frey," tolak Danish secara halus.


"Benar oma, Frey masih ingin fokus kuliah dan belajar," sahur Freesia.


"Kalian hanya bertunangan, pernikahan akan kita bahas lagi setelah Frey lulus," jawab Maggie seraya tersenyum, dia sudah tidak sabar menikahkan Frey demi kemajuan usahanya.


"Benar Danish, setelah kalian bertunangan ayah akan akan mundur dari jabatan ayah dan mengangkatmu sebagai CEO menggantikan ayah," ujar Adijaya mencoba meyakinkan putranya.


"Dan oma akan memberikan semua saham J&J Company padamu Frey."


Frey menatap Maggie, dia takut jika Maggie sedang menjebaknya dengan iming-iming saham perusahaan. "Berikan saham J&J Company dulu, setelah itu Frey akan bertunangan dengan Danis!" Frey harus picik untuk menghadapi wanita tua licik seperti Maggie, tak masalah jika dia harus bertunangan dengan Danish, toh mereka hanya bertunangan dan bukan menikah. Masalah Josh, Frey yakin Josh akan mengerti.


Danish melirik Frey tajam, dia tak percaya Frey menerima pertunangan itu begitu saja hanya demi saham..Danish merasa kecewa pada Frey, dia pikir selama ini mereka berteman namun Frey justru menikamnya dari belakang. Jika Frey sudah menerima pertunangan itu maka Danish tak memiliki alasan lagi untuk menolaknya. Lalu bagaimana dengan nasib kekasihnya?


"Kau yakin tidak membohongi oma Frey?" tanya Maggie setengah ragu.


"Oma tidak mempercayaiku? Apa selama ini sikap Frey tidak berhasil membuat oma percaya? Anggap saja itu sebagai hadiah pertunangan Frey oma!"

__ADS_1


"Baiklah oma akan memberikan saham itu kepadamu dua hari sebelum pertunangan kalian, namun jika kau membohongi oma maka kau akan tau akibatnya Frey!"


"Ya oma."


Setelah makan malam, Danish meminta izin pada Maggie mengajak Frey jalan-jalan sebentar. Setelah Maggie mengizinkan, Danish membawa Frey ke taman yang ada di belakang restoran tempat mereka makan malam.


"Kenapa kau menerima pertunangan ini Frey, bagaimana aku harus menghadapi Nadia?" cecar Danish tak sabaran, dia kesal dengan keputusan sepihak yang di ambil rekan nya.


"Dengarkan aku dulu Danish!" ucap Frey dengan snatai.


"Apa yang harus aku dengarkan Frey? Seharusnya kau menolak rencana pertunangan ini!"


"Kita hanya bertunangan bukan menikah. Kau akan menjadi CEO dan aku akan mendapatkan saham, dengan begitu kita lebih mudah untuk melepaskan diri dari jeratan kedua orang tua itu," jelas Frey panjang lebar.


"Lalu apa rencanamu Frey?" tanya Danish.


.


.


.


"What? Tunangan? No, no, aku tidak setuju Frey. Kau gila," ujar Josh tak terima, setelah sekian lama mereka tak bertemu namun saat bertemu Frey justru membicarakan rencana gilanya untuk bertunangan dengan pria lain.


"Josh, dengarkan aku dulu. Aku memiliki rencana," ucap Frey berusaha menyakinkan Josh.

__ADS_1


"Kau yang harus mendengarkan aku Frey. Aku tidak setuju kau bertunangan dengan pria lain. Kau istriku, aku tidak akan menyetujui rencana gilamu!" tolak Josh dengan tegas.


"Tapi Josh, rencana kita hampir berhasil. Dua hari sebelum bertunangan, Maggie akan memberikan sahamnya kepadaku!"


"Persetan dengan saham, aku tidak perduli lagi. Aku hanya mau dirimu, bukan yang lain. Jadi please, dengarkan aku dan kembalilah padaku sekarang juga Frey!" Josh sedikit meninggikan suaranya, jujur saja dia sudah tidak sanggup harus hidup berjauhan dengan istrinya.


"Berhenti katamu. Dua tahun aku berjuang demi bisa hidup tenang bersamamu, aku menahan semua penderitaan hanya demi bisa bahagia bersamamu suatu hari nanti tanpa ada gangguan dari Maggie. Dan kau, dengan gampangnya kau menyuruhku berhenti. Tidak Josh, aku tidak akan berhenti sampai akhir. Dengan atau tanpa persetujuanmu, aku akan tetap bertunangan dengan Danish dan mengambil saham milikmu!'


Untuk pertama kalinya Frey bicara keras di hadapan Josh, bukan karena dia tak menghargai Josh, namun perjuangannya selama ini sebengar lagi usai, hanya tinggal beberapa langkah lagi maka dia akan menyelesaikan rencananya. Dia tak ingin waktu dua tahun nya terbuang sia-sia.


Frey meraih tas dan ponselnya, dia hendak keluar dari hotel tempat mereka bertemu, namun Josh lebih dulu menahan tangannya.


"Jangan pergi. Maaf, aku tidak bisa menahan kemarahanku," ucap Josh seraya menatap wajah kesal Freesia. "Baiklah, aku akan mendukung rencanamu, tapi berjanjilah tidak ada hal lain lagi selain pertunangan ini," lanjut Josh.


"Ya, kau janji sayang. Setelah bertunangan, aku akan kembali padamu. Aku janji!"


Josh tersenyum seraya membelai wajah Frey dengen lembut, perlahan Josh mulai mencium bibir Frey dan gadis itu pun membalas ciuman sang suami. Sudah hampir tiga bulan mereka tak bertemu, kini mereka akan melepaskan segala hasrat dan kerinduan yang selama ini mereka tahan.


Josh mengangkat tubuh Frey dan membawanya ke tempat tidur, dengan hati-hati Josh membaringkan tubuh istrinya dan dengan cekatan pria itu melepaskan setiap helai kain yang menempel di tubuh Frey.


"Sayang, aku sedang masa subur. Jangan lupa pakai pengamanmu," ucap Frey di tengah cumbuaan Josh, pria itu hanya mengangguk karena biasanya mereka juga selalu memakai pengaman saat bermain.


Dalam sekali hentakan Josh memasuki inti istrinya, pria itu mengerang, menahan kenikmatan yang sejak lama dia tahan. Josh menggerahan pinggulnya dengan pelan dan lama-lama pergerakannya semakin cepat.


Di tengah permainan panas mereka, Josh menarik tubuh Frey dan membaliknya sehingga gadis itu memunggunginya. Sebelum Josh kembali memasuki istrinya, tanpa sepengetahuan Frey, pria itu melepaskan pengamannya. Entah apa yang ada di dalam pikiran Josh, namum baginya dua tahun sudah lebih dari cukup untuk berpisah dari istri kecilnya.

__ADS_1


Josh melenguh panjang sebagai tanda jika permainannya telah berakhir, pria itu menebarkan benihnya di rahim sang istri dan berharap tak lama lagi makluk kecil akan hidup di dalam rahim istrinya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2