
Flashback dua tahun yang lalu...
Josh melangkahkan kakinya masuk ke dalam gudang kosong yang di penuhi debu dan sarang laba-laba. Tatapan tajam Josh tertuju pada seorang wanita yang duduk di kursi dalam keadaan kaki dan tangan di ikat serta mulutnya di tutup lakban.
Josh melangkah semakin dekat, suara benturan sepatu Josh dan lantai mengusik pendengaran wanita tersebut, dia lalu mendungakan kepalanya. Seketika matanya berbinar saat wanita itu melihat Josh menghampirinya.
Josh menarik kursi dan duduk di hadapan wanita itu, dia lalu membuka lakban di yang menutup mulut wanita itu.
"Josh kau datang sayang. Kau pasti datang untuk menolongku kan? Cepat lepaskan aku sayang," pinta wanita itu penuh harap.
"Aku memang datang, tapi aku tidak akan menolongmu Jennifer Scott," ujar Josh dengan tatapan membunuh.
Ya, wanita itu adalah Jennifer Scott, setelah beberapa hari bersembunyi akhirnya anak buah Josh dapat menangkapnya. Jennifer hendak kabur ke luar negeri saat tau seseorang telah membebaskan Frey dari sekapannya. Dan sekarang Jennifer harus merasakan apa yang Frey rasakan, di ikat di gudang kumuh penuh debu.
"Apa maksudmu Josh!"
"Kau pikir siapa yang menyuruh mereka menangkapmu?" ucap Josh.
"Ja-jadi kau yang melakukannya? Tapi apa salahku Josh? Kenapa kau tega sekali?" Jennifer pura-pura bodoh, padahal dia sudah tau jika Josh melakukannya karena Freesia.
"Apa salahmu?" Josh mencengkeram wajah Jennifer dengan sangat keras. "Apa aku harus mengingatkan apa kesalahanmu?"
Jennifer tak bisa berkata-kata, sorot matanya meredup saat melihat tatapan Josh begitu menakutkan. Dahulu pria itu selalu menatapnya penuh cinta, tapi kini hanya tersisa kebencian di mata biru itu.
Josh melepaskan cengkeramnya, dia lalu menyuruh ke du anak buahnya untuk mendekat.
"Tampar dia!" ucap Josh memerintah.
"Baik bos!"
"Josh apa yang kau lakukan?" Jennifer bertanya dengan tubuh bergetar, apalagi saat seorang pria bertubuh besar sudah sangat dekat dengannya.
"Aku hanya ingin membantumu mengingat kesalahanmu Jen," ujar Josh, pria itu menyeringai membuat Jennifer benar- benar ketakutan.
"Lakukan!" titah Josh dan salah satu anak buahnya mengangguk.
Plak...
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Jennifer , saking kerasnya tamparan itu tubuhnya hampir terhempas ke samping.
"Sepertinya masih kurang, Freesiaku bahkan sampai berdarah. Lakukan lagi!"
Plak...plak...
Dua tamparan keras kembali mendarat di wajah Jennifer, kini sudut bibir wanita itu sudah mengeluarkan darah segar.
"Kau melakukan ini hanya demi jalaaang kecil itu Josh!" geram Jennifer saray menahan nyeri di pipinya.
"Berkatalah yang sopan sebelum aku membuatmu tak bisa bicara!" Josh menjeda kalimatnya, pria itu menatap mantap kekasihnya dengan tatapan yang sedikit melembut. "Jenn, aku sungguh tidak ingin menyakitimu. Tapi kali ini kau benar-benar keterlaluan! Aku harap kau menyesalinya dan jangan pernah menggangguku dan istriku!"
__ADS_1
"Aku melakukannya demi melindungimu Josh!" jawab Jennifer.
"Melindungiku? Hahah, jangan bercanda Jenn. Kau melakukannya karena iri pada Frey, kau membencinya karena dia berhasil membuatku melupakanmu! Jadi jangan bicara omong kosong lagi!" tegas Josh penuh penekanan.
"Kau sangat mencintainya sampai-sampai matamu buta, kau bahkan tidak mengenal siapa gadis yang kau agung-agungkan itu Josh!"
"Aku sangat mengenalnya lebih dari siapapun!" bentak Josh.
"Apa kau tau jika dia memiliki seorang nenek?" Jennifer bertanya dengan senyum liciknya, sementara itu Josh hanya diam. "Kau tidak tau kan? Hahah. Kasihan sekali kau Josh!" imbuhnya meremehkan.
"Dengar Jenn, aku tidak akan pernah percaya pada apapun yang keluar dari mulutmu!"
Josh beranjak dari kursinya, dia berniat pergi sebelum Jennifer semakin melantur.
"Freesia Lovina Zantman," ucap Jennifer penuh penekanan.
Josh menghentikan langkah kakinya. Dia enggan berbalik, namun nama Zantman di belakang nama Frey membuatnya penasaran.
"Zantman?" ulang Josh penuh tanya.
"Kau pikir kenapa Maggie menyelamatkan Frey?"
"Karena dia menginginkan sahamku!"
"Ya itu termasuk dalam rencananya. Namun bukan hanya itu alasannya. Wanita tua itu menyelamatkan Frey karena gadis itu adalah cucunya!" ungkap Jennifer tanpa keraguan. Jika Josh membecinya maka dia akan membuat Josh membenci Freesia juga.
"Jangan konyol!" sangkal Josh, dia tak mau percaya.
"Dengar aku Josh. Gadis itu tidak benar-benar mencintaimu. Dia mendekatimu hanya untuk membalas dendam!"
"Bicaramu semakin melantur Jenn! Untuk apa Frey balas dendam padaku?"
"Karena kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat J&J Airlines 10 tahun silam. Maggie dan Frey menganggap jika kecelakaan tersebut adalah kesalahan kalian. Mereka datang untuk balas dendam."
"Pembohong!"
"Pulanglah. Cari daftar penumpang pesawat naas tersebut. Dan saat kau menemukannya, kau akan berterima kasih padaku Josh!"
"Aku akan membunuhmu jika kau berani mempermainkanku!"
Josh berlari keluar dari gudang, dia ingin segera membuktikan jika ucapan Jennifer adalah sebuah kebohongan.
Namun sebelum Josh masuk ke dalam mobilnya, dia kembali ke dalam gudang itu dengan senyum menyeringai, dia menyuruh kedua anak buahnya untuk mendekat.
"Kalian boleh menyentuhnya," ucap Josh dengan kejam, Jenniffer yang mendengar petintah Josh pun terkejut di buatnya. Pria yang dulu sangat mencintainya kini dengan teganya memperlakukannya seolah dirinya sebuah barang.
"Josh kenapa kau jahat sekali?" Jennifer mulai terisak, dia tidak sudi di sentuh oleh preman preman itu.
"Bukankah itu yang kau inginkah Jenn? Bukannya dulu kau senang di sentuh oleh pria? Anggap saja ini balasan karena kau telah mengkhianatiku!"
__ADS_1
Jennifer semakin terisak saat kedua preman suruhan Josh muali mendekatinya dengan tatapan lapar, jika boleh memilih lebih baik dia di hukum mati dari pada harus melayani kedua preman itu.
"Setelah kalian puas, buang dia ke luar negeri dan jangan sampai dia kembali lagi!"
"Baik bos!"
Setelah Josh pergi, Jennifer benar-benar tak bisa berbuat apapun selain pasrah saat kedua preman itu menggilirnya tanpa henti. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali dan sampai beberapa hari hingga Jennifer benar benar kehilangan tenaganya dan pingsan.
Dan saat terbangun Jennifer sudah berada di tempat asing. Dia bangun dan mengamati ruangan kecil yang begitu pengap karena tak ada sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan tersebut. Jennifer lalu keluar dari ruangan itu, dia terkejut melihat banyaknya wanita di luar ruangan, lalu seorang wanita paruh baya berjalan mendekatinya.
"Kau sudah bangun?" tanyanya dengan senyum licik.
"Dimana aku?" Jennifer begitu ketakutan karena tempat itu benar-benar sangat asing baginya, benarkah Josh membuangnya ke antah bernatah agar dia tak bisa kembali dan mengganggu Josh.
"Kau ada di tempatku. Mulai hari ini kau akan bekerja untukku," ucap wanita paruh baya itu seraya meniupkan asap rokok le wajah Jennifer.
Jennifer mengibaskan tangannya untuk mengusir asap yang mencekik lehernya. "Pekerjaan apa yang kau maksud?"
"Menjual tubuhmu sayang!"
"Tidak, aku tidak mau! Aku harus segera pergi dari tempat ini!"
"Pergi? Hahah, bagaimana caranya? Kau bahkan datang tanpa identitas, kau tak memiliki paspor dan visa untuk pergi dari negara ini!"
"Memangnya aku ada di mana?"
"Kenya!"
"Kenya? Dimana itu? Aku bahkan baru mendengar namanya?"
"Afrika Timur!"
"What? Sialan kau Josh. Aku berjanji akan membalasmu!"
Flashback off...
"Ah, ya ngomong-ngomong apa yang terjadi apda Jennifer selama dua tahun ini, kenapa dia tiba-tiba menghilang? Dan kenapa dia muncul kembali? Jujur aku sedikit resah Josh, aku takut dia akan mengganggu kita!"
"Kau tenang saja Love, aku akan mengurus Jennifer. Aku tidak akan membiarkan Jennifer mengganggu rumah tangga kita!"
"Lalu apa yang terjadi padanya selama ini?"
"Dia...."
"Dia apa Josh?"
"Aku mengirimnya ke luar negeri Love. Kau tak perlu khawatir, dia tidak akan mengganggu kita!"
Josh lalu memeluk Frey, namun dia sedikit cemas mengingat semua kekejaman yang dia lakukan pada Jennifer dua tahun silam. Waktu itu Josh sangat marah sehingga dia tidak bisa menggunakan akal sehatnya. Yang dia tau saat itu Jennifer harus menderita karena telah menyakiti Frey tanpa memikirkan konsekuensinya.
__ADS_1
Kini setelah Jennifer kembali, Josh harus bersiaga dan melindungi Frey, dia yakin Jennifer datang untuk membalas dendam.
BERSAMBUNG..