
Tiga bab ya, puas kan kalian.. Jadi jangan lupa sajennya biar othor semangat... Taburin bunga dan kasih secangkir kopi, jangan lupa vote nya juga ya..
Happy reading...
Seminggu pertama sangat berat bagi seorang Josh untuk berpisah dari istri kecilnya, pria itu kerap uring-uringan dan memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja. Saat libur kerja, Josh menghabiskan waktunya untuk berolahraga dan menonton vidio yang Frey tinggalkan.
Namun ada yang berbeda dari libur kali ini, wajah Josh begitu cerah dan senyum tak pudar dari wajah tampannya saat dia membaca pesan dari Cia jika Frey mengajaknya bertemu di salah satu pusat perbelanjaan, Cia menyuruh Josh menunggu di salah satu toko perlengkapan olahraga yang berada di pusat perbelanjaan tersebut.
Setelah setengah jam menunggu, akhirnya Josh melihat istrinya sedang berjalan menuju toko perlengkapan renang dimana Josh sudah berada di dalam toko itu dan menyamar menjadi seorang karyawan.
Bagaimana bisa Josh menyamar menjadi karyawan toko?
Jawabannya karena toko tersebut milik keluarga Cia sehingga Cia dengan mudah melakukannya.
Saat tiba di toko, Frey hampir tertawa melihat Josh mengenakan seragam karyawan, namun sebisa mungkin Frey menahannya agar kedua pengawal yang menunggunya di luar tidak curiga.
Frey lalu memilih beberapa pakaian renang yang ada di toko itu, dia meraih salah satu baju renang yang modelnya cukup sexiii.
"Apa boleh di coba?" tanya Frey pada karyawan toko yang tak lain adalah Josh.
"Tentu saja, kamar gantinya ada di sebelah sana," Josh yang menyamar menjadi karyawan toko menunjuk kamar ganti yang berada di sudut ruangan.
"Terima kasih," Frey berlari menuju kamar ganti dan segera mencoba baju renang yang di pilihnya, tentu saja Josh mengekor di belakangnya dan ikut masuk ke dalam kamar ganti.
Frey melepas semua bajunya dan mencoba baju renangnya.
"Seandainya Josh di sini dia pasti melarangku membeli baju ini karena terlalu sexii," ujar Frey seraya menatap pantulan dirinya di cermin, gadis itu lalu tersenyum dan berpose layaknya model bintang iklan.
Josh segera memeluknya dari belakang, dia menciumi pundak dan leher Frey dengan penuh easa rindu. "Aku tidak akan melarangnya jika kau memakainya hanya di depanku," bisiknya dengan suara menggoda.
Frey lalu berbalik, gadis itu mengalungkan tangannya di leher Josh, dia menatap wajah sumainya dengan senyum manis.
"Aku sangat merindukanmu sayang," ucap Frey tulus, padahal belum genap satu bulan mereka berpisah namum Frey sudah sangat merindukan suaminya.
"Aku juga Love. Tidak bisakah kau berhenti, aku tidak membutuhkan saham atau apapun lagi, aku hanya membutuhkanmu," Josh mencoba membujuk Frey agar gadis itu tak melanjutkan rencananya.
__ADS_1
"Pikirkan keluargamu Josh. Jika J&J Company hancur, kau masih bisa bekerja di tempat lain, tapi bagaimana dengan dady, Jonathan dan Lynda. Dan lagi ribuan karyawan kalian, mereka akan ikut menanggung akibatnya sayang," jelas Frey panjang lebar, dia sudah memikirkan dengan matang sehingga dia memutuskan untuk mengikuti Maggie, nasib ribuan karyawan bergantung padanya sekarang.
Josh membelai wajah istrinya dengan lembut, dia tak menyangka istri kecilnya memiliki hati yang sangat baik, Frey adalah sosok nyata malaikat tanpa sayap. "Istriku sangat baik hati. Tapi aku tidak bisa menunggu terlalu lama, setiap hari aku selalu merindukanmu, dan ular besarku juga merindukan sarangnya!"
Frey tersenyum mendengar ucapan Josh. "Aku juga merindukan ular besarmu sayang," bisik Frey dengan senyuman menggoda.
"Jangan memancingku Love, kita tidak mungkin melakukannya di sini, sangat tidak etis!"
"Ya sudah kalau tidak mau!"
Frey melepaskan tangannya dari leher Josh, namun pria itu menahannya. "Aku mau, aku tidak mau bermain solo lagi!"
Josh tak ingin membuang waktu, pria itu segera mencium bibir Frey dengan penuh hasrat, begitupun Frey yang membalas ciuaman suaminya yang menggebu-gebu. Masih dalam posisi saling berciuman, Josh membuka baju renang Frey, kini dua squisy kenyal sudah terpampang di hadapan Josh, pria itu segera memainkannya dengan lidah dan menyesapnya seperti seorang bayi.
Mereka tak memiliki banyak waktu, Josh lalu membalik tubuh Frey, gadis itu sudah mirip cicak yang menempel di kaca. Josh membuka celananya dan tanpa basa-basi Josh segera memasuki istrinya dari belakang. Josh mengegerakan pingulnya dengan cepat, tak serdengar desahaaaaan dari kamar ganti tersebut karena mereka menahannya, Frey bahkan sampai menggigit bajunya agar tak mengeluarkan suara.
Josh bermain cepat, hanya dalam waktu sepuluh menit dia sudah menyelesaikan permainannya. Sungguh, bermain di dalam kamar ganti menciptakan sensasi tersendiri.
Cia seolah sudah menyiapkan semuanya, di dalam kamar ganti tersebut sudah tersedia tisu dan handuk basah.
"Ya, kita berhutang banyak padanya," sahut Frey. "Sayang, aku harus segera pergi, kau tidak marah kan jika aku menyuruhmu membereskan ini semua?" tanya Frey seraya menatap suaminya.
"Tentu saja Love."
"Terima kasih sayangku," Frey kembali memeluk suaminya, keduanya saling memeluk dan melepaskan semua kerinduan mereka sebelum berpisah lagi. "Aku pulang ya, i love you,"pamit Frey, sebelum keluar dari kamar ganti, Frey mengecup bibir suaminya sekilas.
"Love you more baby girl!"
Dan begitulah pertemuan rahasia mereka selama setahun terakhir. Dalam berbagai kesempatan Josh akan menyamar menjadi apapun. Di pertemuan kedua, Josh menyamar menjadi penjual popcorn karena mereka bertemu di bioskop. Di pertemuan ketiga, Josh menyamar menjadi petugas pembasmi serangga dan berhasil masuk ke vila Maggie, meski tak sempat bercinta, namun melihat wajah Freesia sudah sangat berarti untuknya, dan pelukan singkat dari istrinya memberi kekuatan tersendiri bagi Josh.
Pernah suatu malam Josh tidak bisa menahan rasa rindunya, dia terpaksa menyamar menjadi kurir makanan dan mengantar ayam goreng ke vila Maggie, dan karena kejadian itu Frey sangat marah pada Josh karena Josh begitu ceroboh. Namun Frey tak bisa memarahi Josh terlalu lama karena dia yakin jika Josh pasti tidak bisa menahan lagi kerinduannya.
Pertemuan rahasia mereka justru semakin mempererat hubungan mereka, mereka akhirnya sadar jika setiap waktu yang mereka lewati sangatlah berharga, dan jika suatu saat nanti mereka kembali bersama, mereka tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tak berguna.
Dan pertemuan rahasia mereka berlanjut, terkahir mereka bertemu di kamar mandi yang ada di gedung J&J Company, hari itu Josh menyamar menjadi office boy yang sedang membersihkan toilet. Frey tersenyum geli melihat suaminya memakai seragam office boy lengkap dengan kail lap di pundaknya dan ember berisi air untuk mengepel.
__ADS_1
"Kau puas sekali mentertawakan ku Love," bisik Josh saat keduanya sudah berada di dalam bilik kamar mandi. Josh duduk di atas closet dan Frey duduk di atas pangkuannya.
"Kau sexiii sekali memakai seragam ini Josh membuatku terangsang," Frey berbisik di telinga Josh sambil meniupnya membuat si empunya meremang.
"Kau juga sangat sexxiii memakai rok pendek ini," Josh menggulung rok yang Frey pakai dan tangan kekarnya sangat lincah menarik kain segitiga yang menutupi inti istrinya.
"Kali ini kau yang memimpin Love."
Frey mengangguk, dia berdiri sejenak untuk membuka pengait pada celana Josh. Saat ular besar sudah keluar dari sarangnya, Frey segera mendudukinya dan memasukannya. Frey bergerak dengan pelan, menuntaskan hasrat yang mereka tahan selama beberapa minggu terakhir.
Namun suara langkah kaki seseorang membuat Frey dan Josh panik, mereka berhenti sejenak agar tidak menimbulkan suara.
Frey, apa kau di dalam?" tanya seseorang, dari suaranya Frey yakin jika itu Anne.
"I-iya bi," Jawab Frey. "Kenapa bibi kemari?" tanyanya kemudian.
"Maggie mencarimu, hampir satu jam kau pergi Frey," sahut Anne dari balik pintu.
"Perutku sakit bi, sebentar lagi aku selesai. Bibi duluan saja!"
"Bibi akan menunggumu dan ke ruangan Maggie bersama-sama!"
Frey terlihat panik, gadis itu menggigit bibir bawahnya. "Bi, aku malu. Sejak tadi aku buang angin terus," ucap Frey dengan suara pelan.
"Jorok. Ya sudah bibi tunggu di ruangan Maggie. Jangan terlalu lama. Sebentar lagi rapatnya akan di mulai!"
Setelah Anne keluar, Frey dan Josh segera menyelesaikan permainan mereka. Keduanya tersenyum dengan kening saling betaut begitu menuntaskan hasrat mereka.
'Cepat pergi sebelum Maggie curiga Love."
Frey mengangguk, setelah membersihkan sisa-sisa percintaan mereka, Frey segera merapikan bajunya dan keluar dari kamar mandi.
"Aku mencintaimu Josh," ucapnya sebelum pergi.
"Aku juga sangat mencintaimu Love!"
__ADS_1
BERSAMBUNG...