
Begitu tersadar, supir suruhan Jonathan segera kembali ke hotel karena dia harus melaporkan kejadian ini kepada bosnya. Setibanya di hotel, sang supir segera mencari Jonathan, wajahnya yang babak belur membuatnya menjadi pusat perhatian. Beberapa kali dia menghubungi Jonathan namun nomornya tidak bisa di hubungi.
Sang supir tidak memiliki kekuatan untuk berjalan lagi, pria paruh baya itu menghampiri meja resepsionis. "Tolong hubungi tuan muda, katakan nona Freesia di culik!"
Resepsionis wanita itu segera menghubungi kamar Jonathan karena dia mengenal supir itu dengan baik. Tak lama kemudian Jonathan datang dengan wajah panik.
"Apa yang terjadi, apa maksudnu Frey di culik?" cecar Jo dengan wajah menegang.
"Maafkan saya tuan muda. Tiba-tiba ada yang menghadang mobil kami. Saya tidak bisa melawan dan nona Freesia di bawa oleh mereka," jelas sang supir dengan wajah menyesal karena tidak bisa melindungi majikannya.
"Pastikan berita ini tidak tersebar kemanapun," ucap Jonathan dan segera di angguki sang supir dan petugas resepsionis. "Tolong obati dia," titah Jonathan sebelum dia pergi.
Jonathan kembali ke kamarnya, pria itu mencoba menghubungi nomor Frey namum ponselnya tidak aktiv. "Siapa yang melakukannya?" tanyanya pada diri sendiri. "Anne, ya aku harus memberi tahu Anne!" Jonathan berjalan cepat menuju kamar Anne karena diam-diam dia meminta informasi mengenai Anne dan berhasil mengetahui nomor kamarnya.
Jonathan menekal bel berkali-kali, dia juga mengetuk sampai tangannya sakit. Beberapa saat kemudian, akhirnya Anne membuka pintu untuknya. Wanita itu tampak kesal melihat Jonathan berdiri di depan kamarnya.
"Ada apa tuan Jo, ini sudah ma..."
"Cepat ganti bajumu, Frey di culik!" potong Jonathan sebelum Anne menyelesikan ucapannya.
"Apa? Kau tidak sedang bercanda kan?" tanya Anne ragu.
"Aku tidak bercanda. Supir yang mengantar Frey kembali ke hotel dengan wajah babak belur!"
"Damnnn it! Tunggu sebentar!" Anne membanting pintu membuat Jo terlonjak kaget.
"Waow, dia bisa mengumpat dan terlihat sangat sexiiii. Astaga, pikirkan Frey dulu Jo, Josh pasti akan membunuhmu kalau sampai dia tau," gumamnya sambil bergidik ngeri, membayangkan kemarahan Josh saja sudah membuatnya merinding.
Anne kembali membuka pintu kamarnya setelah selesai mengganti baju. "Bagaimana bisa Frey di culik?" tanyanya panik.
"Entah aku tidak tau? Apa Frey memiliki musuh?" Jo bertanya balik. Namun kemudian dia teringat satu nama yang selalu mengusik Frey sebelumnya. "Jennifer Scott," ucap Jonathan dengan rahang mengatup.
__ADS_1
"Siapa Jennifer Scott?" tanya Anne penasaran.
"Dia mantan kekasih Josh, suaminya Frey," jelas Jonathan.
Keduanya lalu bergegas turun dan menemui sang supir. Untung saja supir tersebut masih berada di lobby hotel. Anne dan Jonathan kembali mengorek keterangan dari sang supir. Menurut ciri-ciri penculik yang di sebutkan oleh supir tersebut, sepertinya Anne tau siapa dalang di balik penculikan keponakannya.
"Tuan Jo berikan ponselmu," pinta Anne dengan tangan mengadah.
Dengan patuh Jo memberikan ponselnya. Anne segera mengetik nomor ponselnya. "Ini nomorku. Hubungi aku jika ada informasi tentang Frey. Sepertinya aku tau dimana keponakanku," ucap Anne sambil mengembalikan ponsel Jonathan dan tanpa pamit wanita itu berlari keluar dari hotel.
"Anne, kau mau kemana?" teriak Jonathan namun Anne tak memperdulikannya. "Lebih baik aku menghubungi orang rumah," setelah menyimpan nomor Anne, Jonathan lalu menghubungi Jimmy. Mungkin saja Jimmy bisa membantu menemukan Frey, namun Jonathan meminta Jimmy untuk merahasiakannya.
Sementara itu, Anne menaiki taxi menuju villa yang di tempati Maggie. Dia yakin benar jika Maggie lah yang sudah menculik Frey. Setelah sampai di Villa, Anne menerobos masuk dan berteriak mencari keberadaan Maggie.
"Ibu, ibu dimana kau menyembunyikan Frey!" teriak Anne tanpa memperdulikan tatapan dari pelayan yang ada di villa itu.
"Nyonya Maggie!"
"Dimana Freesia?" cecar Anne tatapan tajam.
"Freesia? Kenapa kau bertanya kepada ibu? Dia pasti di rumah suaminya sekarang," jawab Maggie dengan santai.
"Frey di culik dan aku yakin ibu yang melakukannya!"
"Di culik?"sekilas nampak raut khawatir di wajah tua Maggie. "Apa ibu begitu buruk di matamu Anne?"
"Ya. Kau memang buruk bu. Kau bahkan berniat menjadikan Frey umpan untuk menghancurkan keluarga suaminya Frey kan?" Apa salah mereka bu, kenapa ibu ingin sekali menghancurkan keluarga Janzsen?"
"Apa salah mereka? Kau bertanya apa salah mereka?" Maggie menjawab dengan penuh amarah. "Kau tidak ingat kakakmu mati karena mereka?"
Anne menghembuskan nafas berat, dia lalu menatap ibunya dengan lebih lembut. "Bu, kakak meninggal karena kecelakaan."
__ADS_1
"Kau benar, tapi kecelakaan itu terjadi karena mereka!"
"Bu, kecelakaan itu murni kesalahan pilot. Pesawat itu jatuh karena pilot melakukan aksi bunuh diri!"
"Tidak Anne. Ibu sudah menyelidikinya. Bunuh diri hanya di jadikan alasan oleh mereka untuk menutupi kelalaian mereka. Mereka membeli pesawat bekas, tapi mereka mengaku membeli pesawat baru. Demi keuntungan mereka telah membunuh putraku!"
"Terserah apa kata ibu. Sekarang katakan dimana Freesia?" Anne tak ingin berdebat, dia hanya ingin menemukan Frey.dengan cepat.
"Ibu benar-benar tidak tau!"
Anne mengusap wajahnya dengan kasar, jika buka Maggie pelakunya lalu siapa yang sudah menculik Freesia?
.
.
.
Di sebuah ruangan yang gelap dan terasa pengap, kesadaran Frey berangsung kembali. Gadis itu mengerjapkan matanya berkali-kali, kepalanya terasa pusing dan pandangannya kabur.
"Aku dimana?" tanyanya pada diri sendiri. Gadis itu tak bisa bergerak dan menyadari jika kaki dan tangannya terikat. "Siapa yang melakukan ini?" Frey mulai merasa takut, ruang gelap ini benar-benar membuatnya sesak. "Josh, tolong aku."
Klik...
Lampu ruangan tersebut menyala, pintu lalu terbuka dan beberapa pria berbadan besar masuk ke dalam ruangan tersebut dan semakin membuat Frey ketakutan.
"Hubungi bos, dia sudah sadar," ucap salah satu pria dengan tato di lengannya.
Setengah jam kemudian, pintu kembali terbuka. Terdengar dengan jelas suara benturan sepatu hak tinggi dengan lantai. Suara tersebut semakin jelas dan seorang wanita berdiri di hadapan Freesia.
"Hello gadis cantik!"
__ADS_1
BERSAMBUNG...