Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Sweet appetizer


__ADS_3

Frey tidur begitu nyenyak, gadis itu terbangun saat tengah malam, saking nyenyaknya dia bahkan sampai melewatkan makan siang dan makan malam, dan kini perutnya keroncongan minta di isi.


Saat membuka mata, hal pertama yang Frey lakukan adalah mencari keberadaan Josh, seingatnya dia tidur dalam pelukan Josh, namun kini pria itu entah pergi kemana.


Frey turun ke dapur, mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya, saat membuka kulkas, dia menemukan salad buah dalam kemasan, karena sudah sangat lapar, Frey memakan salad buah itu sambil berjongkok di depan kulkas.


"Frey, apa yang kau lakukan?" tanya seseorang dengan suara parau. Frey yang tak mendengar langkah seseorang mendekat tentu saja sangat terkejut, gadis itu terlonjak kaget dan salah buah yang berada di tangannya tumpah ke lantai semua. Frey lalu berbalik, dia menatap kesal pada pria yang berdiri di depannya.


"Salad buahku tumpah Josh, kamu kenapa ngagetin aku sih!" Frey berujar dengan sangat kesal, namun si pria justru tersenyum karena untuk pertama kalinya Frey berbicara santai kepadanya, entah di sengaja atau tidak, Frey memang selalu menjaga ucapan saat bersama Josh.


"Kenapa senyum, aku kelaparan sekarang, haisshh!"


"Frey, kau bisa mengumpat juga?"


Frey menggigit bibir bawahnya, gadis itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, padahal dia hanya mendesis kesal dan Josh sudah menganggapnya mengumpat, apa jadinya jika Josh tau kalau Frey kerap mengumpat dengan kata-kata kasar, Frey lalu ingat dia pernah mengumpat Josh dengan sebuatan an*jing babi dan hewan berkaki empat lainnya saat Josh tak sengaja menyerempetnya.


"Aku mengumpat?" Frey menunjuk wajahnya sendiri. "Kapan, kau pasti salah dengar!"


"Tadi kau bilang haissstt, kau kesal padaku kan?" Josh menirukan desisan Frey.


"Astaga Capt, itu bukan mengumpat. Mengumpat itu kalau aku memaki dengan nama-nama kasar dan hewan berkaki empat!"


"Contohnya?" tanya Josh mengejek, padahal dia juga tau seperti apa orang mengumpat.

__ADS_1


"Anak cantik sepertiku di larang mengumpat Josh," Frey tersenyum manis seraya menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga.


"Kau menggodaku ya?"


Frey segera menarik tangan dan senyumnya. "Tentu saja tidak," ujarnya semakin kesal. "Ini gimana, aku makan apa, aku lapar," Frey merengek seperti anak kecil, eh lupa dia kan memang masih kecil.


"Tunggu di sini," Josh menepuk pucuk kepala Frey, pria itu lalu membuka kulkas dan mengambil dua butir telur dan tomat, dia juga mengambil beberapa lembar roti tawar. Frey mengekori Josh, gadis itu memperhatikan dengan seksama saat Josh sedang menggoreng telur dan memanggang roti tawar.


"Sepertinya enak, aku semakin lapar," kata Frey sambil menahan air liurnya. Josh menoleh, pria itu tersenyum melihat wajah lucu Freesia.


"Love, tolong ambilkan piring!"


"Jangan panggil aku dengan Lov, nanti aku besar kepala," sahut Frey, terdengar ketidak sukaan dari suaranya, namun sebenarnya dia sangat menyukai panggilan itu, hanya saja dia tidak ingin terlalu besar kepala, takut kecewa kalau Josh tidak bisa mencintainya suatu hati nanti.


Setelah Frey mengambilkan piring, Josh mulai menata hidangannya, di mulai dari roti tawar panggang, lalu dia menaruh telor ceplok di atasnya, irisan tomat dan saus sambal lalu kembali menutupnya dengan roti tawar. Josh mengulangi hal yang sama, kini tersaji dua buah sandwich sederhana ala kapten Joshua.


"Bawa ini Frey," Josh meletakan kedua piring berisi sandwich di atas kedua tangan Freesia. Namun saat Frey akan menaruhnya di atas meja makan, Josh melarangnya.


"Pegang yang erat, kalau jatuh tak ada jatah makan untukmu," kata Josh yang membuat kening Frey berkerut, namun detik selanjutnya Frey mengerti mengapa Josh menyuruhnya memegang piring dengan erat, oh ayolah pria itu begitu nakal dan mencuri kesempatan untuk mencium bibir Freesia, bukan hanya ciuman sesaat, namun sebuah ciuman yang di sertai sapuan lembut, tak sampai di sana kini bahkan lidah Josh memaksa masuk ke dalam rongga mulut gadis kecilnya.


"Buka mulutmu Frey," titahnya dengan nafas memburu. Seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, Frey mengangguk patuh, dan saat Josh mulai menciumnya lagi gadis itu membuka mulutnya, memberi akses lidah Josh untuk mengeksplore rongga mulutnya.


"Ah Josh," lenguhan kecil terlepas begitu saja dari bibir Frey saat Josh mulai nakal, pria itu tak lagi mencium bibir, kini lidahnya sedang menari-nari di leher Frey. "Josh, hen-hentikan," ucap Frey terbata, dia mulai merasa tidak nyaman, tubuhnya terasa panas dan dia merasa sesuatu yang basah di bawah sana.

__ADS_1


Josh seakan tuli, dia tak mengindahkan ucapan gadis kecilnya, tangan kekarnya kini mulai meraba setiap jengkal tubuh gadis kecilnya.


Kriuk...kriukk...


Bunyi nyaring yang keluar dari perut Frey akhirnya mengakhiri aksi nakal Josh. Pria itu tersenyum dengan begitu mesyum, dia lalu menatap wajah Frey dengan seksama. "Makanan pembuka yang sangat manis," ucap Josh seraya mengusap bibi mungil Frey dengan jemarinya.


"Dasar nakal," gumam Frey dengan wajah semerah kepiting rebus. Frey bahkan tak berani mengangkat kepalanya karena terlalu malu.


"Sekarang makanan inti," ucap Josh dengan tatapan yang begitu menghanyutkan, Frey sontak mundur karena takut Josh akan menyerangnya lagi. Namun apa yang di pikirkan Frey nyatanya salah, pria itu meraih piring yang masih berada di tangan Frey dan membawanya ke meja makan, tak lupa Josh juga menarik tangan Frey agar gadis itu duduk dan menikmati makan malam yang sudah begitu terlambat. Keduanya lalu menikmati sandwich yang sudah dingin.


"Kenapa belepotan makannya,"ucap Josh seraya menyeka ujung bibir Frey yang terkena saos. Frey lalu memyentuh bibirnya, gadis itu kembali berdebar-debar saat Josh menjilat jari yang dia pakai untuk membersihkan bibirnya.


"Jorok," ujar Frey dengan perasaan tak karuan.


"Why, kita bahkan sudah bertukar ludah," jawab Josh santai.


"Terserah kau saja," Frey kembali memakan sandwichnya, kali ini dia menguyah lebih cepat agar makanannya segera habis dan dia bisa kembali ke kamarnya, terlalu lama bersama Josh membuat jantungnya tidak baik-baik saja.


"Frey, nanti aku akan mengantarmu ke sekolah. Tidak ada penolakan!"


BERSAMBUNG...


Maaf gays hari ini othor up 1 bab dowang di karenakan othornya lagi di luar kota, tadi naik bis mabok dan nggak bisa ngetik 🤣🤣🤣

__ADS_1


Sehat sll untuk kalian semua yak...❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa vote, hadiah, komen juga..


__ADS_2