
Sinar matahari menembus sela-sela sebuah kamar yang di dominasi warna grey, seorang gadis yang berada di atas tempat tidur mulai mengerjapkan matanya karena merasa silau. Gadis itu membuka matanya perlahan, bibir mungilnya terangkat membentuk sebuah senyuman manis saat sepasang mata berwarna biru tengah menatapnya dengan lebut.
"Morning love," ucap pemilik mata biru itu di selingi kecupan singkat di kening.
"Morning husband," balas sang gadis dengan suara serak. Sementara sang pria cukup terkejut mendengar panggilan dari istrinya, tak bisa di pungkiri kebahagiaan tergambar jelas di wajah tampannya.
"Kau memanggilku apa? Ulangi sekali lagi. Aku tidak jelas mendengarnya," pinta pria itu setengah memaksa.
"Morning Josh," ulang Frey namun tak sesuai keinginan suaminya.
"No, bukan itu love," protes Josh. "Cepat ulangi, atau..." Josh menggantung kalimatnya dengan senyuman mesyum di bibirnya.
"Atau apa?" tantang Frey seolah tak memiliki rasa takut.
"Atau aku akan menggelitikimu," tanpa aba-aba, tangan pria itu sudah berada di pinggang Freesia dan mulai menggelitiki istrinya, Freesia berteriak kegelian namun dia juga tertawa.
"Hahah, ampun Josh," ucapnya memohon namun sang suami justru semakin gemas dan semakin menggelitikinya.
"Katakan dulu."
"Husband, stop please."
"Sekali lagi."
"Husband, husband, husband."
Josh tersenyum penuh kemenangan, pria itu lalu mengakhiri aksi jahilnya dan merengkuh tubuh mungil sang istri ke dalam pelukannya. "Love, aku sangat senang mendengarnya, aku harap kau akan sering memanggilku seperti itu" ucapnya dengan perasaan yang begitu bahagia.
"Tapi aku lebih suka memanggil namamu," Frey berujar dan meledek suaminya
"Kau mau di gelitik lagi ya?" ancam Josh.
"Tidak Josh. Lebih baik aku mandi saja," Frey mendorong tubuh Josh dan gadis itu beranjak dari tempat tidur.
"Ayo kita mandi bersama dan..." Josh menatap istrinya dengan kedua alis naik turun.
"Dan apa?" tatapan Josh membuat Frey curiga.
__ADS_1
"Menghilangkan sakit di sana," Josh menunjuk lembah yang tertutup oleh celana tidur.
"Dasar mesyum."
"Tapi kau menyukainya kan," Josh menyusul istrinya turun dari tempat tidur, dan sebelum Frey berhasil kabur, Josh lebih dulu menggendongnya ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi. Frey hanya pasrah, gadis itu mengalungkan tangannya di leher Josh dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.
Dengan pelan Josh menurunkan tubuh Freesia, pria itu lalu membuka satu persatu kancing piyama yang membalut tubuh mungil sang istri. Josh melemparkan baju ke sembarang tempat, matanya kini tertuju pada tubuh polos yang sangat menggiurkan, dan dadaa yang tak terlalu besar itu menjadi spot favoritnya.
"Aku sangat menyukai ini, kenyal seperti squisy," ucap Josh seraya memijat lembut benda kenyal tersebut.
"Kau sangat nakal Josh, ah," Frey memejamkan matanya, desiran aneh mulai menyerang tubuhnya. Gadis itu menggelinjang saat salah satu pucuk squisynya masuk ke dalam mulut Josh dan pria itu memainkannya dengan lidah
Puas bermain dengan squisy, Josh membelai wajah sang istri dengan lembut, tatapan berselimut gairah membuat Frey berdebar dengan wajah bersemu merah.
"Boleh aku melakukannya lagi?" tanya Josh yang membuat Frey membulatkan matanya. Astaga, apa semalam tidak membuat Josh puas, mereka bahkan melakukannya berulang kali.
"Tidak boleh ya?" tebak Josh yang langsung membuat Frey tersadar dari lamunannya.
"Ah bukan begitu Josh, aku-aku mau," jawab Frey terbata. Setelah mendapat persetujuan, Josh langsung bersemangat lagi pria itu segera menyambar bibir mungil sang istri dan menghisapnya dengan penuh hasrat.
"A-apa?" jawab Frey gugup dan tanpa sadar Josh sudah membalik tubuhnya. Sekarang Frey sudah mirip kelinci kecil yang menggoda. Karena tak bisa menampik, Josh semakin berhasrat melihat tubuh bagian belakang istrinya.
"Josh, kita mau apa seperti ini?" tanya Frey dengan polos.
Josh langsung terkekeh di buatnya. Sebelum menjawab dia lebih dulu menusuk tubuh istrinya dari belakang hingga Frey kembali tersentak. Gadis itu kembali di kuasai suaminya, karena kini tangannya pun di kunci oleh Josh di atas kepala.
"Kita coba sesuatu yang baru love," bisik Josh sebelum bergerak. Frey langsung paham karena rupanya bercinta memiliki berbagai macam gaya.
Detik selanjutnya Frey kembali di buat terbang ke nirwana oleh hentakan suaminya.Entah kapan semua ini akan berakhir, yang jelas keduanya sangat menikmati penyatuan mereka.
.
.
Sepasang suami istri itu keluar dari kamarnya, setelah pergulatan panas di kamar mandi keduanya merasa lapar. Josh menuntun Frey saat menuruni tangga, gadis itu terlihat kesulitan saat berjalan.
Di ruang makan, Frey dan Josh sedikit terkejut karena semua anggota keluarga masih berada di sana dan kini menatap mereka dengan tatapan aneh.
__ADS_1
"Kalian masih di sini?" tanya Josh dengan canggung, pria itu menarik kursi untuk istrinya lalu mereka duduk bersebelahan.
"Apa yang aku bilang, seharusnya kita tidak menunggu mereka Grann?" ucap Jovanka seraya menatap sepasang suami istri itu secara bergantian.
"Maaf membuat kalian menunggu," sahut Frey tak enak hati.
"Tidak papa, kami semua juga pernah muda," kini Katherine yang menimpali, dan berhasil membuat Frey tersipu. Sepertinya semua orang tau jika Frey dan Josh baru saja melakukan malam pertama.
"Apa rasanya sangat enak sampai-sampai kalian terlambat turun?" celetuk Jovanka dengan wajah polosnya.
"Anak kecil sepertimu belum boleh tau!" Jonathan menonyol kepala adiknya.
"Frey bahkan lebih kecil dariku tapi dia sudah anu. Hem, sepertinya aku harus cepat-cepat menikah!"
"Menikah? Hahah, dengan yang mana? Jovi, Nathan, Steve, Kriss, Morgan, Adam, Smitt, Hardin, atau Arian?" Jonathan mendikte satu persatu nama kekasih Jovanka.
"Kalau bisa semua kenapa harus satu," Jovanka menjawabnya dengan santai.
"Jov, tidak baik memaikan hati orang. Kau tidak lihat dady mu, sekarang dia terkena karma karna mempermainkan hati momy," cibir Katherine seraya menatap sinis suaminya.
"Apa terjadi sesuatu dad?" tanya Josh khawatir.
"Pagi ini harga saham kita anjlok, ada media yang menyebut jika pria yang ada di vidio bersama Jennifer adalah dady. Sebagian besar pemilik saham mulai menjual saham mereka," jelas Jonathan menjawab kekhawatiran Josh.
"Lalu apa yang akan kau lakukan Jo?" Josh kembali bertanya.
"Entah, mungkin dady akan menjual sebagian saham milik kita! Zantman Group menawarkan harga yang cukup tinggi dan jika kita menerimanya kita bisa terhindar dari masalah. Tapi mereka menginginkan 30 persen saham kita."
"Apa? 30 persen, itu artinya mereka menginginkan separuh yang kita miliki?"
"Ya, dan jika Zantman Group juga membeli dari pemilik saham yang lain, itu artinya mereka akan menjadi pemegang saham terbesar di J&J Company. Kita seperti berdiri di tengah dua mata pisau Josh."
"Apa yang mereka rencanakan?"
BERSAMBUNG...
Maaf gay telat up, othor kehujanan di stasiun nggak bisa pulang hehe...
__ADS_1