
Beberapa jam sebelum kecelakaan pesawat, Josh seharusnya terbang ke Jakarta pada esok hari, namun karena salah satu rekan pilotnya mendadak sakit, akhirnya Josh yang menggantikannya. Josh yang ingin bertemu dengan Frey tentu saja menerima dengan senang hati, dia sengaja tak mengabari Frey karena ingin memberikan kejutan untuk istri kecilnya.
Hujan di sertai petir menemani penerbangan Josh malam itu, tak ada firasat buruk yang dia rasakan sebelumnya, dia hanya ingin pulang secepatnya dan bertemu dengan Frey. Awalnya penerbangan tersebut baik-baik saja, namun saat akan mendarat tiba-tiba datang badai petir. Meski Josh sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan pesawat, namun pesawat tersebut tidak dapat menyentuh landasan dengan mulus. Hempasan angin yang cukup kencang dari arah belakang pesawat menyebabkan pesawat tidak dapat direm dengan sempurna, pesawat terus meluncur dan terdorong keluar landasan.
"Frey, aku mencintaimu," ucap Josh sesaat sebelum pesawatnya menabrak pemukiman penduduk dan terbelah.
.
.
"Tunggu aku."
Frey membuka mata sesaat setelah dia mendengar Josh berbisik di telinganya dan memintanya untuk menunggu. Cukup lama Frey tak sadarkan diri, berita tentang kecelakaan pesawat yang menimpa Josh membuatnya begitu terkejut.
"Josh," ucapnya pelan, dia lalu bangun dan mencari keberadaan sang suami, Frey berharap Josh sudah kembali ke rumah dan akan menemuinya.
"Kau sudah sadar?" Frey menoleh ke arah suara dan mendapati Lynda berada sisi ranjangnya.
"Grann, dimana Josh? Apa dia sudah kembali?" tanyanya dengan cemas.
__ADS_1
Lynda menggeleng lemah, wanita yang duduk di kursi roda itu lalu mendekat dan menggenggam tangan Frey. "Josh pasti kembali!"
"Ya, Granny benar. Josh pasti kembali!"
Frey berharap semua ini hanya mimpi. Sebelumnya, tak pernah sedikitpun Frey mengeluh atas hidupnya yang menyedihkan, tak memiliki orang tua dan hidup sederhana Frey jalani dengan ikhlas karena dia percaya Tuhan selalu ada untuknya. Namun kini, setelah masalah yang datang bertubi-tubi, Tuhan kembali memberinya cobaan hidup. Frey merasa Tuhan tak berlaku adil padanya.
"Aku mohon kembalikan Josh kepadaku, hanya dia yang aku miliki sekarang," hanya doa dan doa yang bisa Frey lakukan, semoga Josh aman dan baik-baik saja, semoga pria itu bisa pulang dengan selamat.
Karena terlalu gelisah, Frey dan Lynda turun ke ruang keluarga, Jimmy dan Jonathan masih berada di ruangan itu dan sedang berusaha mencari kabar tentang kondisi Josh.
"Bagaimana Jim, apa sudah ada kabar?" tanya Lynda, meski panik namin wanita tua itu berusaha tegar demi cucu menantunya, dia tidak ingin Frey semakin panik.
"Josh akan baik-baik saja kan?" tanya Frey dengan bibir bergetar, untuk pertama kalinya gadis tangguh itu menangis di depan orang lain.
Jonathan menghampiri Freesia, pria itu lalu memeluk kakak iparnya untuk sekedar menenangkan gadis kecil itu. "Josh akan baik-baik saja, Josh akan pulang dan kembali bersama kita," ucap Jo dengan lembut, sementara Frey semakin tersedu-sedu.
.
.
__ADS_1
Di suatu tempat yang jauh di sana. Seorang wanita tua terlihat sibuk dengan gawai pintarnya. Di sebelahnya duduk seorang wanita cantik berusia 30 tahunan. Meski duduk berdekatan, namun keduanya terlihat canggung untuk sekedar berbincang.
"Jadi kau menjual keponakanmu untuk melunasi hutangmu Ann?" terka Maggie dengan tatapan sinis ke arah putrinya, Annastasya Zantman.
"Sudah aku tekankan, aku tidak menjualnya. Aku juga tidak tau kalau Frey akan berbuat seperti itu!" Anne mengelak karena faktanya dia memang tidak tau jika Frey menikah dengan Josh demi membayar semua hutangnya
"Jadi maksudmu itu keinginannya?"
"Ya. Seandainya aku tau, aku pasti akan melarangnya untuk menikah. Dia masih terlalu kecil untuk terikat dalam sebuah hubungan!" tegas Anne, dia sangat kesal kepada ibunya karena terus menerus menyalahkannya.
"Andrew, selidiki wanita bernama Jennifer Scott. Beri dia pelajaran yang setimpal," Maggie memerintahkan anak buahnya untuk mencari Jennifer.
"Baik nyonya."
Sementara itu Anne menatap Maggie tak percaya. Setelah memaksanya untuk ikut pulang ke Belanda, nampaknya wanita itu mulai berubah lembut. sepertinya Maggie juga sudah bisa menerima Frey sebagai cucunya.
Sudah beberapa hari sejak Anne tiba di Belanda. Wanita cantik itu terpaksa meninggalkan Frey karena Maggie terus mengancam akan membunuh Frey jika dia tidak mau ikut pulang ke Jakarta..untungnya setelah Frey pindah ke rumah Josh, dia kerap mengawasi Frey dari kejauhan. Melihat Josh yang begitu baik pada keponakannya, Anne yakin jika Josh mampu melindungi Frey selama dia berada jauh dari keponakan kecilnya ifu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1