Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Tamu tak di undang


__ADS_3

Oh waow, aku suka pria berbahaya!" jawaban Jovanka sontak membuat semua orang terkejut. "Ah, aku patah hati lagi!"


Semua orang mentertawakan tingkah konyol Jovanka, Danish dan Nadia bahkan tak mengka model papan atas seperti Jovanka akan tertarik pada Luke.


"Wah, sepertinya kalian sangat bahagia!" ujar seseorang dari arah belakang.


Kelima orang itu menoleh, Frey dan Jovanka membelalakan matanya begitu tau siapa yang berdiri di hadapan mereka, sementara Josh hanya menatap datat seorang wanita dengan dandanan glamour.


"Jennifer," ucap Frey dan Jovanka secara bersamaan.


Josh langsung menarik tubuh Frey ke belakang punggungnya, dia khawatir Jonnifer akan mencelakai istri dan calon anaknya.


"Bagaimana kau bisa datang kemari?" tanya Josh tak bersahabat.


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat kepada Jo, apa aku salah?" jawab Jennfifer, wanita itu tak henti-hentinya menatap Josh dengan tatapan menggoda.


"Jo tidak membutuhkan itu darimu!!" tegas Josh. "Lebih baik sekarang kau pergi sebelum aku memanggil security!"


Jennifer menanggapi usiran Josh hanya dengan sebuah senyuman, entah apa yang di rencanakan oleh wanita itu, dia tiba-tiba datang setelah dua tahun lamanya menghilang.


"Aku akan pergi honey," balas Jennifer dengan manja, wanita itu lalu berjalan menuju pelaminan dan mengucapkan selamat kepada Anne dan Jo. Setelah menemui kedua mempelai, Jennifer tersenyum licik saat melihat Jimmy sedang berbincang dengan beberapa orang, wanita itu dengan santainya menghampiri Jimmy membuat semua tamu mulai bergunjing tentang masa lalu mereka.


Jimmy terkejut saat tiba-tiba Jennifer menggandeng lengannya, saat pria itu menoleh dia lebih terkejut Jenniferlah pelakunya.


"Jennifer," geramJimmy seraya melepaskan tangan Jennifer secara paksa. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Jimmy dengan rahang mengatup. Dua tahun telah berlalu namun Jimmy masih sangat membenci wanita yang dulu memanaskan ranjangnya.


"Aku hanya rindu padamu babe, apa kau tak merindukan desahaaaanku?" bisik Jennifer dengan manja.


"Dasar wanita gila, pergi kau dari sini!!!" Jimmy mengusir Jennifer secara terang-terangan. Sementara wanita itu hanya terkekeh.


"Aku menunggumu di apartemenku seperti biasa," Jennifer kembali berbisik sebelum dia meninggalkan Jimmy. Sebelum keluar dari ballroom tersebut, dia kembali menghampiri Freesia.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan kalian hidup dengan tenang!" ancam Jennifer dengan senyum menyeringai di wajah cantiknya. Frey hanya bisa diam dan mengepalkan kedua tangannya, anda saja ini buka acara pernikahan Anne, sudah dapat di pastikan Frey akan menjambak rambut Jennifer dan memukuli wanita itu.


Akhirnya pesta telah usai, para tamu undangan satu persatu meninggalkan ballroom tempat acara, kini hanya tersisa dua keluarga yang juga mulai berkemas untuk pulang.. Sebelum pulang Jovanka menghampiri Anne dan memberikan bungkusan kado untuk pengantin baru itu.


"Buka di kamar ya kakak ipar," bisiknya sambil tersenyum nakal.


"Terima kasih Jov," jawab Anne tanpa curiga kado aneh apa yang Jovanka berikan.


Sementara Jonathan menatap adiknya curiga, dia yakin Jovanka memberi hadiah aneh pada istrinya.


"Kau akan berterima kasih padaku saat membuka kado dariku kak," bisik Jovanka yang menyadarii tatapan penuh kecurigaan dari kakaknya.


Setelah itu satu persatu anggota keluarga mulai berpamitan setelah mereka mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin baru.


Anne duduk menyeimbangi Maggie yang berada di kursi roda, Anne lalu meraih tangan Maggie dan mengecup punggung tangan ibunya. "Terima kasih bu," ucap Anne dengan mata berkaca-kaca.


Maggie menyentuh kepala Anne dan mengelusnya dengan lembut. "Berbahagialah Ann," Maggie begitu tulus saat mengucapkan selamat pada putrinya. Meski dia tak begitu dekat dengan Anne, namun tetap saja mereka adalah ibu dan anak yang saling menyayangi meski tertahan ego masing-masing.


Maggie melirik Jonathan dan tersenyum, baru kali ini dia mendengar orang lain memanggil nya sebagai ibu. "Jika kau berani menyakiti Anne, aku tidak akan pernah melepaskanmu Jo!" ucap Maggie dengan ancaman di dalamnya.


"Saya berjanji untuk selalu menjaga dan mencintainya bu!" jawab Jonathan dengan tegas.


Maggie mengangguk pelan. "Kalian boleh tinggal di vila bersamaku, tapi jika kalian risih hidup bersama wanita tua sepertiku aku akan menyuruh Andrew mencari rumah baru untuk kalian!"


"Kami akan memikirkannya bu!"


.


.


Anne dan Jo sudah berada di kamar hotel yang di sediakan khusus untuk mereka. Kamar super mewah itu di sulap sedemikian rupa menciptakan kesan romantis di dalamnya. Taburan kelopak bunga membentuk hati berada di atas ranjang mereka dengan hiasan handuk yang berbentuk sepasang angsa. Setiap sudut kamar mereka di hiasai mawar merah segar yang mengeluarkan aroma semerbak menambah kesan romantis.

__ADS_1


Anne dan Jo duduk di tepi ranjang setelah keduanya membersihkan diri dan mengganti pakaian. Keduanya hanya diam dan terlihat canggung, sesekali Jo melirik istrinya yang sama-sama sedang gugup. Anne bahkan hanya menunduk dan menyembunyikan wajahnya.


"Ekhem," Jo berdehem untuk mengusir keheningan, namun detik selanjutnya mereka tetap diam, hanya helaan nafas keduanya yang terdengar di dalam kamar tersebut.


"Aku akan membuka kado dari Frey dan Jovanka," ucap Anne sambil tersenyum kikuk, wanita itu lalu mengambil kado dari keponakan dan adik iparnya. Anne membawa bungkusan kado itu ke atas ranjang dan bersemangat untuk membukanya. Jonathan pum turut penasaran apa yang Jovanka berikan pada Anne.


Anne membuka kado Jovanka lebih dulu, wanita itu lalu meraih sebuah gaun malam dan mengangkatnya. Namun betapa terkejutnya Anne karena guan malam berwarna hitam itu begitu transparan, jika Anne memakainya sudah dapat di pastikan lekuk tubuhnya terpampang dengan nyata. Dengan cepat Anne kembali memasukan baju haram itu. "Adikmu sudah gila Jo," ucap Anne menutupi kegugupannya.


"Tapi itu bagus, kau tidak ingin mencobanya?" goda Jonathan dengan senyuman nakal.


"Tidak terima kasih!" tolak Anne dengan cepar.


"Why? Saat di afrika kau juga memakainya kan? Aku ingin melihat kau memakainya lagi!"


Anne menelan ludahnya dengan kasar, meski malu namun dia tak bisa menolak permintaan suaminya. Anne lalu kembali meraih baju haram itu dan membawanya ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi Anne ragu untuk keluar, dia merasa malu saat menatap pantulan dirinya di depan cermin, dia berpikir jika lebih baik dia telanjaaang saja dari pada memakai baju tipis itu.


Setelah jam sudah Anne berada di kamar mandi, setelah merasa cukup yakin Anne memberanikan diri untuk keluar. Jo yang sejak tadi resah menunggu Anne seketika membeku saat melihat penampilan Anne yang sangat sexiiiiii.


Anne berjalan menghampiri Jo dengan kedua tangan menutupi dadaaa dan sela pahanya, dia merasa tak percaya diri meski tubuhnya kini telah menjadi hak suaminya. Anne berdiri de depan Jo dengan kepala menunduk, dia tidak tau harus berbuat apa.


"Kenapa kau menutupinya sayang?" ucap Jo seraya menarik kedua tangan Anne.


"Aku malu Jo!"


"Kenapa harus malu, toh aku juga akan melihat semuanya nanti Ann!"


Jo melangkah mundur hingga ke dekat ranjang, pria itu lalu duduk di tepii ranjang dan menarik Anne agar wanita itu duduk di pangkuannya. Jonathan lalu memeluk pinggang Anne dan wajahnya dia sembunyikan di belahan dadaaaa Anne, pria itu menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya.


"Apa aku boleh melakukannya Ann?"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2