
Frey bangun lebih awal, gadis itu lalu bersiap-siap karena dia berencana untuk menemui Maggie. Dia akan memohon kepada wanita tua itu, dia akan melakulan apapun untuk mengembalikan saham milik Janzsen.
Sebelum pergi Frey hanya meninggalkan pesan pada mbok Endang, jika Josh mencarinya mbok Endang hanya perlu menjawab jika Frey sedang bermain bersama teman-temannya.
Satu jam kemudian taxi yang di tumpangi Frey berhenti di depan villa megah milik Maggie. Frey membulatkan tekadnya, apapun yang terjadi perusahaan milik keluarga Josh tidak boleh hancur.
"Mari berperang Frey," gumam Frey menyemangati dirinya sendiri, gadis itu lalu lmelangkahkan kakinya menuju gerbang yang menjulang tinggi. Dua orang security membukakan pintu gerbang karena mereka tau siapa gadis muda yang datang berkunjung.
Di depan pintu utama, dua pelayan wanita menyambut kedatangan Frey, mereka lalu mengangar Frey masuk ke dalam vila besar yang pernah dia singgahi beberapa waktu yang lalu.
Namun saat melewati sebuah ruangan, seseorang keluar dan menarik tangan Frey. Kedua pelayan tersebut tak bisa berbuat apapun karena Anne lah yang menarik tangan Frey.
"Bibi," pekik Frey tertahan. "Bibi kemana saja, aku mencari bibi kemana-mana?" tanya Frey penasaran, karena sudah du kali bibinya menghilang dan itu membuatnya khawatir.
__ADS_1
"Bibi pergi mencari ini," Anne menunjukan beberapa lembar kertas pada Frey, gadis itu lalu menerimanya dan membacanya tanpa banyak bertanya.
"Terima kasih banyak bi, simpan ini jangan sampai oma mengetahuinya," ujar Frey dengan serius. "Aku harus pergi sekarang bi," Frey lalu memeluk bibinya dengan erat, setelah puas dia lalu keluar dan bergegas menemui Maggie.
Saat Frey keluar dari ruangan Anne, seorang pelayan datang menghampirinya dan memberi tau Frey jika Maggie sudah menunggunya.
"Selamat datang Freesia Lovina Zantman," sambut Maggie dengan senyum begitu cerah, wanita yang tadinya sedang membaca buku itu lalu berdiri dan menghampiri cucunya. Maggie berusaha keras untuk menahan kekesalannya, setiap kali melihat Freesia dia akan teringat dengan Seruni, wanita yang sudah membuat putranya membangkang.
"Kenapa anda melakukannya? Apakah harus dengan menghancurkan perusahaan Janzsen? Apa anda tidak memikirkan nasib ribuan karyawan jika J&J Company bangkrut!" cecar Frey dengan sorot amarah.
"Kenapa anda tidak memenjarakan tuan Jimmy saja jika anda merasa tuan Jimmy bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut?"
"Penjara? Hahah. Dia akan keluar dengan begitu mudah karena memiliki banyak uang. Untuk itu aku harus menghabiskan uangnya agar dia tidak bisa berbuat apapun!"
__ADS_1
Frey harus memutar otaknya, wanita tua yang di hadapainya bukan sekedar wanita tua biasa, dia sangat licik.
"Tidak bisakah oma memaafkan mereka agar ayah tenang di sana?" ucapan Frey tiba-tiba melembut.
"Memaafkan? Apa kau benar-benar memaafkan mereka setelah ingatanmu kembali?"
Frey menggeleng lemah. "Aku tidak yakin, karena ingatanku belum sepenuhnya kembali!"
"Pikirkan baik-baik Frey. Kau memiliki oma dan bibi Anne. Kau tidak harus tinggal bersama keluarga yang sudah membunuh orang tuamu. Tinggalah bersama oma dan bibi Anne, semua yang aku miliki kelak akan menjadi milikmu! Bukankah kau pernah bilang ingin memiliki perusahaan. Jika kau kembali, aku akan memberikan saham J&J Company untukmu!"
Frey diam sesaat, bukankah tawaran Maggie sangat menggiurkan. Gadis penjual bunga sepertinya seperti memenangkan lotre dan mendadak menjadi cucu Konglomerat asal negeri kincir angin.
"Aku akan memikirkannya!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.. .