Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Wedding day


__ADS_3

Sediakan tisu dan plastik buat bungkus rendang ya gays, jangan lupa kasih vote dan bunga karena othor hajatan di eps ini.. yang nggak kasih vote othor sumpahin dapetnya lengkuas 🤣🤣🤣🤣


Happy reading...


Dua bulan kemudian...


Sehari menjelang pernikahan Anne dan Jonathan, keluarga Janzsen dan Zantman tengah sibuk menyiapakan segala sesuatu untuk pernikahan anak-anak mereka. Pernikahan Anne dan Jonathan di gadang-gadang akan menjadi pernikahan paling mewah tahun ini karena pernikahan tersebut merupakan penyatuan dua keluarga konglomerat. Bahkan tamu yang di undang di gadang-gadang bukan sembarang tamu.


Anne sudah berada di hotel tempat pernikahannya di gelar, mereka akan menikah di salah satu hotel bintang lima milik keluarga Janzsen. Anne terlihat begitu gugup, bahkan sejak pagi dia tak bisa makan saking gugupnya.


Frey dan Josh menemani Anne karena mereka akan menjadi pihak pengantin wanita, Josh sama sekali tak keberatan karena dia tau hanya Frey dan Maggie yang Anne miliki saat ini.


"Ann, kalau kau tak makan bisa-bisa kau pingsan di altar besok," ucap Josh mencoba mengingatkan wanita yang akan menjadi adik iparnya, atau wanita yang kini menjadi bibinya. (Pusing haha)


"Percumah saja Josh, bibi sangat keras kepala," sahut Frey yang sudah kesal karena sejak tadi Anne terus menolak untuk makan.


"Aku tidak lapar," jawab Anne ketus, dia sangat bosan mendengar ocehan pasangan suami istri itu.


"Setidaknya makanlah sedikit. Kalau sampai besok kau pingsan, bisa jadi Jimmy akan mencarikan mempelai pengganti untuk Jo," Josh terpaksa menakuti Anne agar wanita itu mau makan.


"Jangan menakutiku Josh!" Anne manatap tajam ke arah Josh, dia tak bisa membayangkan jika itu semua benar terjadi.


"Aku tidak menakutimu. Jimmy dan ibu mu pasti tidak mau sampai pernikahan besok berantakan! Makanlah sedikit dan kumpulkan energimu untuk besok!"


"Biarkan saja Josh, lebih baik kita ke kamar kita saja!" Frey menarik tangan suaminya keluar dari kamar Anne, mereka lalu masuk ke dalam kamar yang berada di sebelah kamar Anne.


Setelah kepergian Frey dan suaminya, Anne memaksakan diri untuk makan, dia tidak mau apa yang di katakan Josh terjadi, dia tidak mau di gantikan oleh orang lain di pernikahannya. Namun sebelum Anne menyentub makanannya, seseorang mengetuk pintu kamarnya, Anne segera membukanya dan terkejut melihat calon suaminya.


"Jo, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Anne sambil berbisik.


Jonathan lalu menerobos masuk dan segera menutup pintu. Dia lalu memeluk Anne dengan sangat erat. "Aku merindukanmu Ann," jawab Jonathan.


Anne tersenyum, wanita itu lalu melingkarkan tangannya di pinggang Jo karena dia juga sangat merindukan calon suaminya.


Setelah puas melepaskan segenap kerinduan, Jo melepaskan pelukannya, pria itu lalu menatap wajah calon istrinya dengan penuh cinta. "Aku dengar kau tidak mau makan?" tanya Jo dan Anne hanya mengangguk. "Besok adalah acara penting kita, aku tidak mau kau sakit, jadi aku mohon makanlah sedikit saja," Jo berusaha membujuk Anne, setelah sebelumnya Josh mengirim pesan padanya dan mengatakan jika Anne tidak mau makan, meski sebenarnya mereka sedang di pingit, namun Jo diam-diam menemui Anne agar wanitanya mau makan.


"Temani aku makan," pinta Anne dengan manja.


"Tentu!"


Anne menarik tangan Jo dan mengajaknya ke meja makan yang ada di kamar hotel mereka, keduanya duduk berdampingan. Jo lalu berinisiatif untuk menyuapi Anne, mungkin dengan begitu Anne jadi lebih berselera.


"Aaa," ucap Jo sambil mengarahkan sendok ke melut Anne. Dengan cepat Anne membuka mulutnya karena tidak ingin mengecewakan Jonathan yang sudah rela datang demi menemuinya.

__ADS_1


"Gadis pintar," puji Jo sambil tersenyum, dia kembali menyuapi Anne sampai makanan di piring habis tak tersisa.


"Ann, aku harus kembali ke kamarku sebelum keluargaku tau. Kau harus makan agar besok kau memiliki tenaga. Sampai jumpa di altar sayang," Jo mengecup kening Anne dan dengan cepat keluar dari kamar itu sebelum ada yang memergokinya. Anne menatap punggung Jo yang sudah menghilang di balik pintu.


"Aku sangat beruntung memiliki mu Jo!" gumam Anne dengan perasaan penuh syukur karena dia menemukan pria yang sangat mencintainya dan menerimanya apa adanya.


.


.


Wedding day...


Jonathan berdiri dengan gagah di depan Altar pernikahannya, dia terlihat tampan mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja dan dasi putih sebagai dalaman serta hiasan bunga yang di sematkan di bagian kerah jas.


Dari arah pintu masuk, Anne berjalan menuju Altar dengan di damping Maggie Zantaman, di belakangnya juga ada Frey dan Josh. Mempelai wanita nampak sangat anggun dengan balutan gaun pengantin bergaya ball gown berwarna broken white. Gaun indah itu memiliki detail ruffles di bagian belakang dengan model tube dress yang bertekstur serta sentuhan lace berpayet mutiara.


Penampilan sang pengantin wanita pun semakin cantik di lengkapi dengan makeup yang flawless 


serta tatanan rambut updo yang clean yang tertutup veil panjang yang menjuntai hingga menutupi gaun bagian belakangnya.


Jonathan tak bisa berkata apapun, dia hampir menangis melihat penampilan calon istrinya. Maggie berdiri tepat di depan Jonathan, dengan mata berkaca-kaca dia menyerahkan putri satu-satunya itu kepada Jonathan. Jo menundukkan kepalanya, memberikan hormat kepada sang calon mertua, lalu dia meraih tangan Anne dan membawanya naik ke atas Altar pernikahan mereka. Sementara itu Andrew segera menghampiri Maggie dan dengan mendorong kursi rodanya, wanita tua itu sudah tak kuat berdiri terlalu lama.


Kedua mempelai kini berdiri berhadapan, setelah beberapa doa di rapalkan oleh pemuka agama kini mereka bersiap untuk mengucapkan janji suci mereka.


Jonathan begitu lantang mengucapkan janji sucinya, begitupun Anne yang begitu tenang saat mengucapkan janji suci mereka. Setelahnya mereka saling memakaikan cincin sebagai simbol mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri.


"Cium, cium, cium," sorak ramai para tamu memenuhi ballroom, kedua mempelai nampak malu-malu. Jonathan lalu membuka kain veil transparan yang menutup wajah Anne, dengan lembut pria itu mencium bibir wanita yang telah resmi menjadi istrinya.


Riuh tepuk tangan mengiringi ciuman hangat sepasang kekasih yang baru saja resmi menjadi pasangan suami istri, para tamu undangan turun berbahagia melihat momen sakral yang terjadi sekali dalam seumur hidup.


Setelah pengucapan janji suci, acara di lanjutkan dengan pesta dansa dan jamuan makan malam untuk para tamu undangan. Pesta itu begitu mewah dan banyak penyanyi terkenal yang turut memeriahkan acara.


Jonathan dan Anne duduk di pelaminan dan menyapa satu persatu tamu yang hadir, mereka banyak tersenyum malam ini karena begitu banyak yang mendoakan mereka.


Sementara di lantai dansa, Frey dan Josh sedang menari bersama. Keduanya terlihat begitu mesra sehingga menimbulkan kecemburuan pada Jovanka yang malam ini datang seorang diri.


Setelah puas berdansa, Josh mengajak Frey untuk mencicipi hidangan mewah ala bintang lima.


"Josh, aku mau ice cream!"


"Tunggu di sini sebentar, aku akan mengambilkannya," Josh mengusap kepala istrinya sebelum pergi, tak lama kemudian dia kembali dan membawa dua cup ice cream.


Frey menatap ice cream tersebut dengan wajah berbinar, dia segera meraihnya dan memakannya seolah-olah dia tak pernah makan ice cream.

__ADS_1


"Hati-hati makannya ibu hamil," ucap seseorang di belakang Frey dan Josh, keduanya menoleh dan tersenyum melihat Danish datang bersama Nadia.


"Danish, Nadia, kalian datang juga," ucap Frey tak percaya, setelah batalnya pernikahan Frey memang belum pernah bertemu dengan Danish lagi.


"Hem, aku datang atas undangan oma mu," jawab Danish dengan senyum yang begitu menawan.


"Oh begitu. Oh ya Dan, kenalkan ini suamiku, namanya Josh," ucap Frey memperkenalkan suaminya. Josh tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Danish dan pria itu segera meraihnya.


"Joshua," ucap Josh memperkenalkan diri.


"Danish!"


"Sebelumnya terima kasih banyak atas bantuanmu Danish, aku mendengar banyak hal tentangmu!"


"Sama sama Josh, aku juga berhutang banyak pada Freesia, bekat dia aku bisa bersama wanit yang aku cintai."


"Jadi kalian sudah mendapat restu dari tuan Adijaya?" tanya Frey setengah tak percaya.


Danish mengangguk dengan cepat. "Nadia hamil, jadi kakek tua itu tidak punya pilihan lain selain menikahkan kami. Seminggu lagi kami menikah, aku harap kau dan Josh bisa datang ke acara pernikahan kami!" tanpa rasa malu Danish menyebarkan dua kabar bahagianya, dia tak sedikitpun merasa malu meski Nadia sudah mengandung anaknya sebelum mereka menikah.


"Kau hamil? Oh astaga, selamat Nad, semoga kau dan bayimu sehat selalu ya," Frey turut bahagia akan kabar kehamilan Nadia, kedua wanita hamil itu saling memeluk satu sama lain.


"Selamat untukmu juga Frey, dan terima kasih banyak atas semua bantuanmu selama ini!" ungkap Nadia penuh rasa syukur, sebelum bertemu Frey dia sudah menyerah akan hubungannya bersama Danish, namun Frey tiba-tiba datang dan membawa secercah harapan bagi hubungan terlarang Nadia dan Danish.


Dari kejauhan, Jovanka melihat Danish. Dia girang dan segera menghampiri Danish karena berharap bisa melihat Luke.


"Hay," sapa Jovanka seray melirik ke kiri dan ke kanan, namun dia tak menemukan sosok yang dia cari.


"Maaf nona Jovankan, dia sudah tidak bekerja denganku lagi," Danish menjawab pertanyaan Jovanka yang bahkan tak keluar dari mulutnya. Dia ingat betul siapa Jovanka gara-gara insiden saling jambak di butik.


"Berhenti? Sejak kapan? Apa kau tau dia sekarang bekerja dimana? Dia masih di Indonesia kan?"


Semua orang terkekeh mendengar pertanyaan Jovanka yang membombardir, sepertinya gadis itu benar-benar terpikat oleh Luke.


"Lebih baik lupakan dia nona Jovanka, dia pria yang berbahaya!" Danish mencoba memperingati Jovanka karena dia tau betul siapa Luke, tentara bayaran yang melarikan diri karena tuduhan pembunuhan.


"Oh waow, aku suka pria berbahaya!" jawaban Jovanka sontak membuat semua orang terkejut. "Ah, aku patah hati lagi!"


Semua orang mentertawakan tingkah konyol Jovanka, Danish dan Nadia bahkan tak mengka model papan atas seperti Jovanka akan tertarik pada Luke.


"Wah, sepertinya kalian sangat bahagia!".


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2