
Frey terlihat sangat lelah, seharian ini gadis itu hanya tidur. Bahkan Frey melewatkan waktu makan siangnya. Josh ingin membangunkannya namun dia merasa tak tega melihat Frey yang tidur begitu pulas.
Josh menjauhi tempat tidur saat seseorang menghubunginya.
"Bagaimana?" tanya Josh begitu panggilan tersambung.
"Kami sudah menemukannya bos, kami mengurungnua di gudang kosong dekat bandara," jawab seseorang.
"Bagus. Jaga baik-baik. Aku akan segera ke sana!"
Josh menyimpan ponselnya, pria itu menghampiri istrinya yang masih terlelap di atas ranjang. Josh membelai lembut pipi Frey, melihat bekas luka di sudut bibir Frey membuat Josh menggeram.
"Love, aku pergi sebentar," pamit Josh, pria itu lalu mengecup kening istrinya.
Saat Josh akan keluar dari rumah tiba-tiba Katherine keluar dari kamarnya dan mengejar Josh.
"Kau mau kemana Josh?" tanya Katherine dengan setengah berteriak. Josh menghentikan langkahnya, pria itu berbalik menunggu sang ibu menghampirinya.
"Apa Frey sudah bangun?" tanya Katherine lagi dan Josh hanya menggeleng. "Lalu kau mau kemana?"
"Aku pergi sebentar mom, tolong jaga Frey sebentar!" pinta Josh.
"Kalau Frey bangun dan menanyakanmu momy harus jawab apa?"
"Bilang saja aku ada urusan. Aku buru-buru mom!"
Josh lalu berlari keluar rumah dan masuk ke dalam mobilnya. Sementara itu Katherine hanya menatap kepergian putranya dengan penuh tanda tanya.
Setengah jam kemudian Josh sampai di gudang yang di maksud oleh orang suruhannya. Josh keluar dari mobil dan kedua pria bertubuh kekar menghampirinya.
"Dia di dalam bos," ucap salah seorang pria itu.
Josh lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam gudang kosong yang di penuhi debu dan sarang laba-laba. Tatapan tajam Josh tertuju pada seorang wanita yang duduk di kursi dalam keadaan kaki dan tangan di ikat serta mulutnya di tutup lakban.
Josh melangkah semakin dekat, suara benturan sepatu Josh dan lantai mengusik pendengaran wanita tersebut, dia lalu mendungakan kepalanya. Seketika matanya berbinar saat wanita itu melihat Josh menghampirinya.
Josh menarik kursi dan duduk di hadapan wanita itu, dia lalu membuka lakban di yang menutup mulut wanita itu.
"Josh kau datang sayang. Kau pasti datang untuk menolongku kan? Cepat lepaskan aku sayang," pinta wanita itu penuh harap.
"Aku memang datang, tapi aku tidak akan menolongmu Jennifer Scott," ujar Josh dengan tatapan membunuh.
Ya, wanita itu adalah Jennifer Scott, setelah beberapa hari bersembunyi akhirnya anak buah Josh dapat menangkapnya. Jennifer hendak kabur ke luar negeri saat tau seseorang telah membebaskan Frey dari sekapannya. Dan sekarang Jennifer harus merasakan apa yang Frey rasakan, di ikat di gudang kumuh penuh debu.
__ADS_1
"Apa maksudmu Josh!"
"Kau pikir siapa yang menyuruh mereka menangkapmu?" ucap Josh.
"Ja-jadi kau yang melakukannya? Tapi apa salahku Josh? Kenapa kau tega sekali?" Jennifer pura-pura bodoh, padahal dia sudah tau jika Josh melakukannya karena Freesia.
"Apa salahmu?" Josh mencengkeram wajah Jennifer dengan sangat keras. "Apa aku harus mengingatkan apa kesalahanmu?"
Jennifer tak bisa berkata-kata, sorot matanya meredup saat melihat tatapan Josh begitu menakutkan. Dahulu pria itu selalu menatapnya penuh cinta, tapi kini hanya tersisa kebencian di mata biru itu.
Josh melepaskan cengkeramnya, dia lalu menyuruh ke du anak buahnya untuk mendekat.
"Tampar dia!" ucap Josh memerintah.
"Baik bos!"
"Josh apa yang kau lakukan?" Jennifer bertanya dengan tubuh bergetar, apalagi saat seorang pria bertubuh besar sudah sangat dekat dengannya.
"Aku hanya ingin membantumu mengingat kesalahanmu Jen," ujar Josh, pria itu menyeringai membuat Jennifer benar- benar ketakutan.
"Lakukan!" titah Josh dan salah satu anak buahnya mengangguk.
Plak...
"Sepertinya masih kurang, Freesiaku bahkan sampai berdarah. Lakukan lagi!"
Plak...plak...
Dua tamparan keras kembali mendarat di wajah Jennifer, kini sudut bibir wanita itu sudah mengeluarkan darah segar.
"Kau melakukan ini hanya demi jalaaang kecil itu Josh!" geram Jennifer saray menahan nyeri di pipinya.
"Berkatalah yang sopan sebelum aku membuatmu tak bisa bicara!" Josh menjeda kalimatnya, pria itu menatap mantap kekasihnya dengan tatapan yang sedikit melembut. "Jenn, aku sungguh tidak ingin menyakitimu. Tapi kali ini kau benar-benar keterlaluan! Aku harap kau menyesalinya dan jangan pernah menggangguku dan istriku!"
"Aku melakukannya demi melindungimu Josh!" jawab Jennifer.
"Melindungiku? Hahah, jangan bercanda Jenn. Kau melakukannya karena iri pada Frey, kau membencinya karena dia berhasil membuatku melupakanmu! Jadi jangan bicara omong kosong lagi!" tegas Josh penuh penekanan.
"Kau sangat mencintainya sampai-sampai matamu buta, kau bahkan tidak mengenal siapa gadis yang kau agung-agungkan itu Josh!"
"Aku sangat mengenalnya lebih dari siapapun!" bentak Josh.
"Apa kau tau jika dia memiliki seorang nenek?" Jennifer bertanya dengan senyum liciknya, sementara itu Josh hanya diam. "Kau tidak tau kan? Hahah. Kasihan sekali kau Josh!" imbuhnya meremehkan.
__ADS_1
"Dengar Jenn, aku tidak akan pernah percaya pada apapun yang keluar dari mulutmu!"
Josh beranjak dari kursinya, dia berniat pergi sebelum Jennifer semakin melantur.
"Freesia Lovina Zantman," ucap Jennifer penuh penekanan.
Josh menghentikan langkah kakinya. Dia enggan berbalik, namun nama Zantman di belakang nama Frey membuatnya penasaran.
"Zantman?" ulang Josh penuh tanya.
"Kau pikir kenapa Maggie menyelamatkan Frey?"
"Karena dia menginginkan sahamku!"
"Ya itu termasuk dalam rencananya. Namun bukan hanya itu alasannya. Wanita tua itu menyelamatkan Frey karena gadis itu adalah cucunya!" ungkap Jennifer tanpa keraguan. Jika Josh membecinya maka dia akan membuat Josh membenci Freesia juga.
"Jangan konyol!" sangkal Josh, dia tak mau percaya.
"Bukankah kau tau jika istrimu memiliki darah asing, darah orang Belanda?"
"Dengar aku Josh. Gadis itu tidak benar-benar mencintaimu. Dia mendekatimu hanya untuk membalas dendam!"
"Bicaramu semakin melantur Jenn! Untuk apa Frey balas dendam padaku?"
"Karena kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat J&J Airlines 10 tahun silam. Maggie dan Frey menganggap jika kecelakaan tersebut adalah kesalahan kalian. Mereka datang untuk balas dendam."
"Pembohong!"
"Pulanglah. Cari daftar penumpang pesawat naas tersebut. Dan saat kau menemukannya, kau akan berterima kasih padaku Josh!"
"Aku akan membunuhmu jika kau berani mempermainkanku!"
Josh berlari keluar dari gudang, dia ingin segera membuktikan jika ucapan Jennifer adalah sebuah kebohongan.
Sementara itu Jennifer tertawa terbahak-bahak.
"Wanita tua itu sangat licik. Kini aku tau kenapa dia menceritakan semuanya kepadaku. Dia ingin aku mengadu domba Frey dan Josh agar mereka berpisah. Benar-benar wanita tua yang menakutkan."
BERSAMBUNG...
Maaf ya gays, telat up karena gusi aku masih bengkak, rasanya enak sekali hiks hiks..
Jangan lupa vote dan tebar hadiahnya yaa🥰🥰
__ADS_1