Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Axel kembali


__ADS_3

Maggie benar-benar memberi Frey waktu untuk berpikir, namun selama Frey memikirkan tawaran Maggie, wanita tua itu tak henti-hentinya menebar racun agar Frey membenci keluarga Janzsen. Sesekali Maggie juga membuat kejutan di perusahaan agar Frey tak perlu waktu terlalu lama untuk menerima tawarannya.


Sekarang entah apa yang menjadi rencana Maggie, wanita tua itu sangat menginginkan Frey seolah dia adalah nenek yang baik dan mencintai cucunya.


Waktu berjalan begitu cepat, Frey baru saja menyelesaikan ujian akhir dan sedang menunggu kelulusannya. Dalam beberapa bulan terakhir hubungannya dengan Josh semakin erat, ingatan masa kecil Frey juga mulai tersusun dengan rapi.


"Josh, teman-temanku mengajakku nonton. Kau mengizinkannya kan?" tanya Frey seraya memeluk pinggang suaminya karena saat ini mereka baru saja menyelesaikan permainan panas mereka.


"Siapa saja?" tanya Josh, semenjak Frey di culik dia menjadi sangat posesif dan melarang Frey keluar rumah sendirian..


"Kay dan Cia. Boleh ya," pinta Frey setengah merayu, gadis itu mencium pipi suaminya dan berbisik di telinganya dengan suara menggoda. "Nanti malam kita cosplay jadi dokter dan pasien, bagaimana?"


Josh menelan ludahnya dengan kasar, oh ayolah dia baru saja melakukannya dan hasratnya kembali terpancing karena ulah istri kecilnya yang kian hari kian nakal.


"Kita main dua kali," sambung Frey yang belum menyerah agar suaminya memberi izin.


"Tiga kali," ucap Josh memberi syarat. Frey membelalakan matanya karena merasa keberatan dengan permintaan Josh.

__ADS_1


"Emm," Frey mengetuk dagunya dengan jari telunjuk seolah dia sedang berpikir keras. "Oke, aku setuju. Jadi aku boleh main kan?"


Josh tersenyum penuh kemenangan. "Hm, tidak boleh pulang terlalu malam," ucapnya kembali memberi syarat.


"Siap."


Frey lalu melompat dari tempat tidur, gadis itu berlari ke kamar mandi tanpa sehelai benang pun yang menutup kulitnya, gadis itu sudah tak memiliki malu lagi saat bersama Josh, toh pria itu juga sudah melihat setiap inci tubuhnya.


Josh hanya menggeleng melihat tingkah istrinya. Selama beberapa bulan terakhir Frey sangat lengket padanya, pernah suatu hari Frey menangis saat Josh akan berangkat bertugas. Frey memaksa untuk ikut dan karena tak tega akhirnya Josh membawa Frey ikut bertugas dengannya.


Josh bahagia karena hubungannya dengan Frey berjalan lancar dan rumah tangga mereka harmoni, namun pria itu memiliki ketakutan tersendiri mengingat Frey tak pernah membahas apapun mengenai kecelakaan pesawat yang menewaskan kedua orang tuanya. Josh yakin jika Frey sudah mengetahuinya, namun Josh heran mengapa Frey tak pernah mengungkitnya sama sekali. Padahal Josh akan menerima kemarahan Frey jika gadis itu menyalahkan keluarganya.


.


.


"Sumpah gue kangen banget sama loe," ucap Cia seraya memeluk Frey.

__ADS_1


"Gue juga. Sepi banget sekolah nggak ada loe Frey," sambung Kayli, gadis bongsor itu lalu memeluk kedua sahabatnya secara bersamaan.


"Gue juga kangen kalian, kangen banget," kata Frey dengan mata berkaca-kaca, selama tiga tahun sekolah di SMA Angkasa Frey sangat beruntung karena bertemu dengan kedua temannya yang mau menerimanya meskipun Frey hanya orang miskin yang mendapat kesempatan belajar di sekolah elit.


Di tengah aksi saling peluk mereka, tiba-tiba seseorang datang menghampiri ketiga gadis itu. "Boleh gue gabung?" tanyanya kemudian.


Ketiga gadis itu melepas pelukannya, mereka lalu menatap seorang pemuda yang berdiri di hadapan mereka. "Axel," ucap ketiganya bersamaan.


"Boleh gue pinjem Frey sebentar?" tanya Axel seraya menatap Cia dan Kayli bergantian, kedua gadis itu mengangguk dan meninggalkan Frey bersama Axel. Cia dan Kayli tau jika Axel menyukai Frey, mereka memberi waktu pada Axel agar pemuda itu berbicara pada Frey.


"Ada apa Axe? Loe kemana aja selama ini? Kenapa loe ngilang?" cecar Frey dengan bermacam pertanyaan, sejak berita pernikahannya dengan Josh tersebar ke media Axel menghilang begitu saja, pemuda itu juga tak pernah berkumpul bersama keluarga besar Janzsen.


"Gue nggak ngilang Frey, gue cuma butuh waktu buat menerima kenyataan kalau loe udah nikah sama Josh," jawabnya dengan senyum penuh kesedihan. "Dan gue baru sadar, cinta gue nggak perlu balasan, gue nggak mau lari lagi, gue bakal selalu ada di samping loe sampai gue muak sama perasaan cinta gue!"


Mata Frey berkaca-kaca mendengar ucapan Axel, gadis itu lalu memeluk Axel sebagai bentuk rasa terima kasihnya karena Axel selalu ada dan selalu melindunginya. "Terima kasih Axe, terima kasih banyak karena loe selalu ada buat gue. Gue yakin, suatu saat nanti loe bakal ketemu cewek yang lebih baik dari gue."


Axel memeluk erat pinggang Frey, untuk pertama dan terakhir kalinya dia akan memanfaakan momen saat Frey memeluknya. Penyesalan kembali memenuhi kepalanya, seandainya dia lebih berani dan mengungkapkan perasaannya sejak lama mungkin saja mereka memiliki akhir yang berbeda. Namun penyesalan tak ada gunanya lagi, Axel akan menggunakan waktunya untuk tetap bersama Frey meski sebatas teman, dia akan melindungi dan menjaga Frey sampai dia bosan dan menemukan gadis lain yang mampu mengubah perasaannya untuk Frey. Untuk waktu yang cukup lama, kedua muda mudi itu saling memeluk untuk yang pertama dan terakhir kalinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2