Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Gadisku


__ADS_3

Masih dalam keadaan linglung dan bingung dengan pernikahan dadakannya, Freesia dengan di temani Josh serta Lynda meninggalkan hotel dan berniat mengunjungi rumah Anne.


Namun langkah ketiganya terhenti saat Jennifer menghadang mereka di lobby hotel. Wanita yang seharuskan kini menjadi istri Josh itu terlihat marah, tatapannya tertuju pada gadis kecil yang berdiri di antara Josh dan Lynda.


"Ada apa?" tanya Josh dengan wajah begitu datar, suaranya juga terdengar sangat dingin, seketika Josh menjelma menjadi sosok lain di hadapan Jennifer.


"Soal pernikahan kita Josh.."


"Aku sudah menikah," potong Joshua sebelum Jennifer menyelesaikan kalimatnya.


"Apa maksudmu Josh?" tanya Jennifer dengan tatapan nyalang, wanita yang masih kesal itu belum menyadari jika gaun pengantinnya sudah di curi oleh Elle.


"Aku sudah menikah dengan wanita lain. Perkenalkan ini istriku, Freesia," Josh merangkul Freesia dengan mesra membuat gadis itu kembali terkejut, namun Freesia yang ikut kesal setelah mendengar cerita Josh, berniat ingin membuat Jennifer marah, dengan senyum yang begitu lebar Freesia menyenderkan kepalanya di dada Josh, tak lupa tangannya juga melingkar di perut Josh.


"Singkirkan tanganmu dari tubuh calon suamiku," geram Jennifer seraya menarik paksa tangan Freesia.


"Tapi dia suamiku sekarang," tegas Freesia dengan senyum mengejek. Josh dan Lynda cukup terkejut mendengar ucapan Freesia yang terang-terangan mengakui Josh sebagai suaminya, padahal baru beberapa menit yang lalu gadis itu merengek agar pernikahan mereka di batalkan.


"Dasar wanita murahan," emosi Jennifer yang sudah tersulut membuat wanita itu meradang dan lepas kendali, Jennifer mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya ke wajah Freesia. Namun belum sempat tamparannya mendarat di pipi Freesia, tangan Jennifer melayang di udara karena seseorang menahannya.


"Beraninya kau menyentuh gadisku!" geram seorang pria dengan tatapan mematikan, tangannya yang mulai berotot itu mencengkeram pergelangan tangan Jennifer dengan sangat kuat membuat wanita itu meringis menahan sakit.


Semua orang yang ada di sana menoleh, mereka terkejut mendapati pria yang tak asing bagi mereka.


"Axel," ujar Freesia, Josh dan Lynda bersamaan.

__ADS_1


"Sekali lagi kau berani menyentuh gadisku, akan ku pastikan tanganmu terlepas dari tempatnya," ancam Axel dengan wajah di liputi amarah, emosinya yang sudah tersulut sejak menyaksikan Freesia menikah dengan Josh semakin menjadi-jadi saat melihat Freesia dan Josh berpelukan, hal itulah yang membuat Axel melampiaskan kemarahannya pada Jennifer yang hendak menampar Freesia.


"Axel, apa maksudmu dengan gadisku?" tanya Lynda seraya menatap pemuda itu.


Axel menghempaskan tangan Jennifer begitu saja, pemuda bermata biru itu menatap tak suka tangan Josh yang masih merangkul pundak Freesia. Menyadari tatapan tak bersahabat dari sang sepupu, Joshua segera melepaskan tangannya


"Frey apa maksudnya semua ini, loe nggak beneran nikah sama Josh kan?" bukannya menjawab pertanyaan neneknya, Axel justru mencecar Freesia.


"Axel, gue..." Freesia tak berani melanjutkan kalimatnya, jika dia bilang tidak sama halnya dia memberikan kesempatan bagi Jennifer untuk mengganggu Josh lagi, tapi jika dia mengakuinya Freesia khawatir Axel akan memberi tahu pihak sekolah jika dia telah menikah.


"Kalian saling kenal?" sela Josh di tengah ketegangan kedua muda-mudi itu.


"Ya, kami sekolah di SMA yang sama," jawab Freesia ragu.


"Jawab Frey, loe nggak beneran nikah sama sepupu gue kan?" ulang Axel penuh penekanan.


"Jawab Frey!" Axel kehilangan kesabarannya, pemuda itu sampai membentak Freesia.


"Cukup Axe, kau tentu saja tau jawabannya karena kau berada di sana saat kami menikah kan, jadi sudah dapat di pastikan jika Freesia adalah istriku!" tegas Josh tanpa keraguan, namun rupanya jawaban tersebut bukan hanya untuk Axel, Josh sengaja melakukannya untuk menyakiti Jennifer.


"Bravo, Bravo," Jennifer bertepuk tangan dengan seringai di wajah cantiknya. "Jadi kau lebih memilih gadis kecil ini dari pada aku Josh. Kau bahkan menikahi seorang bocah yang masih sekolah. Bagaimana jadinya jika pihak sekolah tau salah satu muridnya ternyata sudah menikah dengan pria yang lebih dewasa?" ucap Jennifer yang di selingi ancaman.


"Kau tak perlu memikirkan nasib cucu menantuku Jenn, Freesia sekolah di SMA Angkasa yang berada di bawah naungan yayasan keluarga Janzsen, jadi tidak akan ada satu orang pun yang berani menyentuhnya!" Lynda kembali angkat bicara saat melihat wajah panik Freesia setelah mendengar ancaman Jennifer. "Lebih baik kau pergi sekarang, kehadiranmu hanya membuat semua orang pusing!"


"Josh katakan sesuatu. Kau bilang kau sangat mencintaiku kan? Kembalilah padaku sayang, aku akan memperbaiki segalanya," Jennifer meraih tangan Joshua dan berharap pria itu akan kembali luluh padanya, namun harapan Jennifer sirna sudah saat joshua melepas paksa tangannya, tatapan penuh kebencian kini memenuhi mata Josh, mata yang dulunya selalu menatapnya penuh cinta.

__ADS_1


"Aku pernah bersumpah tidak akan pernah memaafkan wanita yang merusak rumah tangga keluargaku Jenn. Dan hari ini di hadapan semua orang aku bersumpah, bahwa sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali kepadamu!"


"Tapi Josh, aku sangat mencintaimu," iba Jennifer, buliran air mata penuh kepalsuan berjatuhan di wajah cantiknya.


"Sayangnya aku tak percaya itu!" Ayo Freesia, kita pulang!" Josh menarik lembut tangan Freesia dan meninggalkan Axel dan Jennifer yang sama-sama sedang menahan amarah.


"Axel, lebih baik kau pulang!" ucap Lynda pada cucu termudanya. "Dan kau," Lynda menatap jijik pada Jennifer. "Jauhi keluargaku, dasar wanita murahan!"


Jennifer menggeram, wanita itu tak terima di sebut murahan oleh wanita tua yang duduk di kursi roda tersebut.


"Aku akan membalas kalian semua!" teriak Jennifer hingga urat-urat di lehernya terlihat jelas. "Terutama kau ja**lang kecil!"


"Beraninya kau menyebut Frey seperti itu!" Axel kembali tersulut emosi saat mendengar Jennifer memanggil Freesia dengan sebutan ja**lang.


"Dia memang ja**lang kecil, pela**cur berseragam SMA."


Plakk...


Sebuah tamparan mendarat sempurna di wajah Jennifer hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana.


"Sekali lagi kau berani menghina gadisku, bukan hanya tanganmu yang patah, tapi aku juga akan merobek mulutmu!"


Jennifer beringsut, bisa-bisanya wanita itu takut mendengar ancaman pemuda yang masih sangat muda itu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


AXELIO JANSZEN



__ADS_2