Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Kemarahan Josh


__ADS_3

Tak butuh waktu lama, Andrew berhasil menemukan dalang penculikan Freesia. Pria itu memang sudah mencurigai Jennifer sejak Anne datang ke rumah dan menuduh Maggie menculik Freesia. Andrew bersama anak buahnya lalu mendatangi gudang yang di pakai untuk menyekap Freesia.


Jennifer menempatkan beberapa penjaga, namun sayangnya jumlah mereka tidak sebanding dengan anak buah yang di bawa Andrew. Dan hasil akhirnya preman yang di sewa Jennifer kalah telak, mereka babak belur di hajar anak buah Andrew.


"Buka pintunya," ucap Andrew memerintah anak buahnya.


"Baik bos," salah satu anak buahnya mengambil kunci di saku celana preman suruhan Jennifer dan membuka pintu.


Andrew bergegas masuk, pria itu terkejut melihat kondisi Frey yang memprihatinkan, kaki dan tangannya terikat serta wajahnya bengkak dengan ujung bibir berdarah.


Drrrtt...


Andrew meraih ponselnya, dia segera mengangkat panggilan dari Maggie.


"Bagaimana?" tanya Maggie di ujung telefon.


"Kami sudah menemukan nona muda nyonya. Kondisinya sangat memprihatinkan, kaki dan tangannya terikat dan seseorang sepertinya memukul wajahnya. Sesuai dugaan saya, Jennifer lah yang melakukannya," lapor Andrew.


"Haha."


Andrew mengeryitkan dahinya mendengar Maggie tertawa, bisa-bisanya wanita itu tertawa setelah Andrew menceritakan kondisi cucunya.


"Wanita itu memakan umpanku," ucap Maggie, suaranya terdengar sangat senang.


"Apa maksud anda nyonya?" Andrew benar-benar tidak tau apa yang di pikirkan oleh majikannya itu.


"Menurutmu kenapa aku menceritakan siapa Frey dan alasanku membeli saham J&J Company kepada Jennifer ? Tentu saja untuk memprovokasinya. Aku tau dia masih mengharapkan Josh dan akan memanfaatkan asal-usul Freesia untuk menyingkirkan Freesia. Dasar wanita bodoh!"


"Lalu apa yang harus saya lakukan dengan nona muda?"


"Foto dia," tegas Maggie.


"Apa?" Andrew terkejut, dia melirik Frey yang masih tak sadarkan diri.


"Kau tuli. Aku menyuruhmu untuk mengambil foto Freesia. Setelah itu bawa dia ke villa!"

__ADS_1


"Baik nyonya!" Andrew hanya bisa menuruti perintah majikannya. Pria itu mengambil foto Freesia dalam kondisi memprihatinkan. "Maafkan saya nona muda. Seharusnya anda tetap bersembunyi bersama nona Anne!" batin Andrew.


Setelah mendapatkan beberapa foto, Andrew lalu melepaskan ikatan pada kaki dan tangan Frey, pria itu lalu menggendong tubuh Frey dengan sangat hati-hati dan segera membawanya ke villa.


Setibanya di Villa, Maggie sudah menunggu Andrew, wanita itu nampak tercengang melihat kondisi Frey, wajah cantik itu terlihat bengkak.


"Bawa dia ke ruangan bawah tanah," ucapnya memerintah.


"Baik nyonya."


"Tunggu!"


Andrew menghentikan langkahnya lalu menoleh. "Panggil dokter untuk mengobati lukanya. Dan pastikan.Anne tidak melihatnya!"


"Baik nyonya!"


Andrew segera membawa Frey ke ruang bawah tanah, pria itu sedikit terkejut karena Maggie telah merapikan ruangan tersebut, bahkan sudah ada ranjang berukuran besar di ruangan itu. Andrew lalu membaringkan tubuh Frey dengan hati-hati.


"Setidaknya anda masih memiliki hati nurani nyonya!" batinnya lega.


Sementara itu, Jo baru saja mendapat kabar dari anak buahnya bahwa mereka menemukan tempat Frey di sekap. "Josh, mereka menemukan Frey," ujarnya bersemangat, setelah beberapa jam menunggu akhirnya anak buahnya membawa berita bagus.


"Kalian hati-hati, bawa Frey pulang dengan selamat," ucap Katherine.


"Baik mom."


Kedua pria itu lalu menuju titik yang di kirim oleh anak buah Jo. Setibanya di tempat kumuh itu, Jo dan Josh segera menghampiri anak buah mereka.


"Dimana Frey?" tanya Josh berapi-api.


"Maaf tuan, sepertinya mereka sudah memindahkan nona Frey," jawab anak buah Jo dengan kepala menunduk.


"Apa maksud kalian?" Josh nampak mulai marah lagi.


"Saat kami datang kami hanya menemukan preman-preman itu, kami tidak menemukan nona Frey. Kami hanya menemukan ini tuan," anak buah Jo memberikan sebuah kalung kepada Josh. Matanya berkaca-kaca menatap kalung berliontin daun semanggi yang pernah dia belikan untuk Frey.

__ADS_1


"Ini kalung Frey," ujarnya dengan bibir bergetar.


Jo mengusap wajahnya dengan kasar, pria itu merasa frustrasi. Dia lalu menghampiri para preman yang mulai sadar. Jo duduk berjongkok dan mencengkeram wajah preman itu dengan keras. "Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Jo dengan rahang mengatup. "Katakan atau aku akan membunuhmu!"


"Jen-Jennifer Scott!" ungkap preman itu tak berdaya.


"Wanita itu," Josh yang mendengarnya secara langsung tak bisa menahan amarahnya. Josh mengampiri preman tersebut dan menatapnya dengan tatapan mematikan. "Kemana kalian membawa istriku?" tanyanya dengan kilat amarah di matanya.


"Kami tidak tau, ada orang lain yang datang dan menghajar kami."


"Orang lain?" tanya Jo.


"Iya, mereka sangat banyak. Dan sepertinya mereka bukan suruhan Jennifer!"


"Bagaimana kalian tau mereka bukan suruhan Jennifer?"


"kalau mereka suruhan Jennifer mereka tidak akan menghajar kami!"


Jo melepas cengkeramannya dengan kasar, sepertinya ucapan preman itu memang benar. Jo lali berdiri mensejajari kembarannya. "Bagaimana Josh?" tanyanya penuh sesal.


"Kerahkan anak buahmu untuk mencari Frey!!"


Ting....


Josh segera membuka pesan yang baru saja dia terima, sebuah pesan dari nomor asing. Josh membelalakan matanya begitu melihat isi pesan tersebut. Bagaimana tidak, dia melihat kondisi Frey yang mengenaskan.


"Ada apa Josh?" tanya Jo setelah menyadari perubahan wajah saudaranya.


Josh memberikan ponselnya dengan tangan bergetar. Jo menerimanya dan ikut tercengang melihat isi pesan tersebut. "Badjingan, beraninya mereka menyakiti Frey," geram Jo, pria itu lalu menghubungi nomor tersebut namun tidak aktiv. Tak berselang lama ponsel Josh kembali mendapat pesan. Josh dengan cepat merebut ponselnya dari Jo dan membuka pesan dari nomor baru lagi.


'Tidak perlu khawatir, dia di tempat yang aman!'


Josh berusaha menghubungi nomor itu lagi, namun sia-sia karena nomornya sudah tidak lagi aktiv.


"Brengsekkkk, siapa yang berani menyentuh istriku. Aku akan membuatnya menyesal!" amarah Josh sudab berada di ubun-ubun, untuk melampiaskannya pria itu menghajar para preman yang sudah tak berdaya. "Mati kalian."

__ADS_1


"Cukup Josh, kau bisa membunuh mereka. Lebih baik kita cari Frey sekarang juga!"


BERSAMBUNG....


__ADS_2