Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Pagi pertama setelah menikah


__ADS_3

Matahari sudah meninggi, Anne mengerjap-ngerjapkan matanya karena pantulan sinar matahari yang menembus celan gorden kamar hotelnya. Wanita itu menoleh dan mendapati suaminya masih terlelap, Anne tersenyum sekilas, setelah sekian lama akhirnya dia bisa melihat wajah Jo saat dia bangun tidur.


Anne mencoba melepaskan tangan Jo yang melingkar di perutnya, Anne lalu menyibak selimut dan berniat ke kamar mandi untuk membersihkan diri, namun baru saja dia bergerak, wanita itu sudah mengaduh kesakitan karena sekujur tubuhnya terasa pegal dan yang paling menyiksa adalah rasa perih di bagian intinya.


Suara aduhan Anne membangunkan Jo, pria itu panik saat melihat istrinya merintih menahan sakit. "Kau kenapa Anne?" tanya Jo khawatir.


"Badanku sakit semua Jo," jawab Anne apa adanya, dia juga menunjuk bagian bawah tubuhnya.


"Yang itu juga sakit?" Jo mengikuti gerakan tangan Anne yang menunjuk buah persik miliknya. "Apa sakit sekali?" tanya Jo lagi dan Anne hanya mengangguk.


"Kau tunggu sebentar, aku akan bersiap, kita ke dokter secepatnya!" ucap Jo gugup, pria itu melompat dari atas kasur dan berlari masuk ke dalam kamar mandi, saking paniknya Jo bahkan tak mendengar panggilan Anne. Lima menit kemudian, Jo keluar dari kamar mandi, pria itu bergegas memakai baju. Setelah siap dia menghampiri Anne yang masih berada di atas kasur.


"Kita ke dokter sekarang Ann!"


Anne menggeleng dengan cepat. "Kau gila, untuk apa kita pergi ke dokter!" tukas Anne kesal.


"Katamu itu mu sakit!"


"Iya, tapi tidak harus ke dokter Jo, memangnya kau tidak malu. Kau yang membuat itu ku sakit, semalaman kau tidak mau berhenti!" omel Anne dengan mata melotot, dia sangat kesal pada suaminya.


Jo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia terlalu panik sampai-sampai dia lupa jika dia menggempur Anne semalaman. "Lalu aku harus apa?" tanya Jo dengan polos.


"Tolong siapkan air hangat Jo, aku mau berendam!"


"Oke!"


Jo kembali berlari ke kamar mandi, rasa kesal Anne hilang seketika saat melihat tingkah polos suaminya. Tak lama kemudian Jo kembali ke kamar namun dia bingung harus melakukan apa lagi.


"Gendong aku Jo!"

__ADS_1


Jo mengangguk dengan cepat, sepertinya dia akan menjelma menjadi suami yang takut pada istri. Dengan hati-hati Jo menggendong Anne ke kamar mandi, sementara itu Anne menyembunyikan senyumnya di dada Jo, dia benar-benar puas menjahili suaminya. Anggap saja Anne sedang balas dendam karena semalam Jo menggempurnya tanpa ampun.


Setelah hampir satu jam lamanya berendam, Anne merasa tubuhnya jauh lebih baik, hanya saja dia masih sedikit kesulitan berjalan karena buah persiknya masih bengkak akibat sengatan belut listrik Amzon. Anne tersenyum saat keluar dari kamar mandi dia melihat Jonathan sedang menyiapkan sarapan atau lebih tepatnya makan siang karena hari sudah tak pagi lagi.


Mendengar suara pintu terbuka, Jo menoleh dan segera menghampiri istrinya, kali ini tanpa di suruh istrinya, Jo berinisiatif menggendong Anne dan mendudukannya di kursi meja makan.


"Kau pasti lapar sayang, makanlah dulu setelah itu kau harus istirahat," ucap Jo sambil menggeser piring ke depan Anne. Pria itu lalu duduk di sebelah istrinya. "Maafkan aku Ann, aku tidak bermaksud membuatmu kesakitan, semalam aku tidak bisa menghentikannya karena kau sangat menggoda," Jo berujar penuh sesal, dia tak tau jika perbuatannya semalam membuat Anne kesakitan.


Anne menepuk tangan Jo dan tersenyum. "Tidak papa Jo, menurut buku yang aku baca memang akan terasa sakit jika pertama kali melakukannya. Jangan salahkan dirimu karena semalam aku juga menikmatinya. Sekarang kita makan dulu, setelah itu kita bicarakan masalah tempat tinggal," jawab Anne dengan bijak karena memang Jo tak bersalah, toh semalam mereka sama-sama saling menikmati. Anne tak munafik, semalam Jo membuatnya ketagihan.


"Terima kasih Ann!"


Keduanya lalu fokus menyantap makanan pertama mereka sebagai sepasang suami istri. Setelah selesai makan, keduanya kembali ke tempat tidur untuk membahas masalah dimana mereka akan tinggal.


"Sebenarnya aku sudah membeli rumah untuk kita Ann, tapi karena ibu tinggal sendirian mungkin lebih baik kita tinggal di vila menemani ibu," ucap Jo membuka percakapan.


Jo menggenggam tangan Anne dan membawanya ke atas pangkuannya. "Ibu sedang sakit, apa kau tega membiarkannya tinggal sendiri. Setidaknya sampai ibu sembuh Ann, setelah ibu merasa lebih baik kita akan tinggal berdua saja, bagaimana?"


Anne diam sejenak memikirkan semua yang di katakan oleh suaminya. Dia memang kurang nyaman tinggal bersama Maggie, namun sebagai anak dia harus berbakti kepada orang tuanya dan merawatnya sampai Maggie sembuh.."Kau yakin tidak keberatan?" tanya Anne ragu, dia tidak terlalu yakin Jo akan baik-baik saja tinggal bersama Maggie.


"Tentu saja tidak. Asal bersamamu aku rela tinggal di manapun," jawab Jo tanpa ragu.


"Baiklah Jo, tapi hanya sampai ibu sembuh ya. Kau tau sendiri hubungan kami tak terlalu dekat."


Jo mengangguk mengiyakan persyaratan istrinya. Namun sebenarnya Jo bersikeras tinggal bersama Maggie karena ingin hubungan ibu dan anak itu semakin dekat, anggap saja Jo sedang menebus kesalahan keluarganya terhadap Maggie karena setelah beberapa kali berbicara dengan ibu mertuanya Jo merasa Maggie adalah orang yang baik, hanya saja wanita tua itu kurang memahami perasaannya orang lain.


Di kamar sebelah, Frey sedang sibuk membaca novel online sambil menikmati rujak buah bersama suaminya. Wanita hamil itu masih belum mau pulang ke rumah dan menjadikan ngidam sebagai alasan, katanya bayinya masih ingin bobo di kamar hotel, padahal luas kamarnya juga sama dengan kamar hotel tersebut.


"Mereka bahkan tidak keluar kamar," ucap Josh tiba-tiba, Frey lalu menaruh ponselnya dan melirik suaminya.

__ADS_1


"Kau ini kenapa si Josh, sejak semalam kau selalu iri pada pengantin baru itu," jawab Frey terheran-heran.


"Aku memang iri karena dulu kita tidak langsung melakukan malam pertama," ujarnya dengan sedih.


"Salah siapa menikahiku secara kontrak, dan kau sendiri yang menjaga jarak dariku dulu," bukan wanita namanya jika tidak mengungkit masa lalu, Josh menyesal kenapa dia harus membahas masa lalu karena pada akhirnya dialah yang akan kalah.


"Aku ingin mengulanginya lagi Love. Seandainya aku tau aku akan secinta ini padamu, malam itu pasti aku akan menerkammu!"


"Cih, malam pertama kita malah kau habiskan dengan menangisi mantanmu yang sexiii itu!"


Josh menyandarkan kepalanya di bahu Frey, dia lalu menaut telapak tangan istrinya dan menatapnya sambil tersenyum. "Dulu aku pikir aku tidak akan jatuh cinta lagi Frey. Rasanya aku hampir mati saat aku melihat dia bercinta dengan dady tepat di depan mataku!"


"Jadi kau benar-benar melihatnya secara langsung? Aku pikir kau melihatnya di foto atau vidio, selama ini aku penasaran tapi aku takut membuatmu sedih!"


"Aku melihatnya secara langsung Love, hatiku sangat hancur waktu itu. Untung saja aku bertemu orang yang tepat. Terima kasih Love, kau telah menyelamatkan ku dan keluargaku hari itu," Josh menatap wajah istrinya penuh rasa syukur, jika saja waktu itu bukan Frey dia tak yakin apakah hari ini dia akan sebahagia ini.


"Terima kasih juga karena kau memilihku hari itu Josh. Meski awal pernikahan kita kau tak mencintaiku, namun aku harap kedepannya kau terus bersamaku dan mencintaiku!"


"Aku berjanji Love, aku akan mencintaimu selama aku hidup. Setelah bayi kita lahir, aku akan mengajak kalian keliling dunia seperti mimpiku dulu."


"Aku sudah tidak sabar Josh! Ah, ya ngomong-ngomong apa yang terjadi apda Jennifer selama dua tahun ini, kenapa dia tiba-tiba menghilang? Dan kenapa dia muncul kembali? Jujur aku sedikit resah Josh, aku takut dia akan mengganggu kita!"


"Kau tenang saja Love, aku akan mengurus Jennifer. Aku tidak akan membiarkan Jennifer mengganggu rumah tangga kita!"


"Lalu apa yang terjadi padanya selama ini?"


"Dia...."


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2