Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Bukan Cinderella


__ADS_3

Dan di sinilah sekarang Freesia berada, di kamar presidential suit yang dipesan Josh sebelumnya. Freesia terlihat takjub melihat kamar yang begitu besar dengan fasilitas super mewah dan lengkap, hal tersebut tentu saja membuat Freesia yakin jika dia sedang bermimpi.


Sementara itu Josh nampak kebingungan, bagaimana dia akan menikahi Freesia jika dia saja tak memiliki gaun yang akan di pakai oleh gadis asing itu. Lalu tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dan Josh segera membukanya. Josh memicingkan matanya saat melihat Elle berdiri di depan kamarnya.


"Kau mungkin membutuhkan ini Josh," ucap Elle seraya menunjuk gaun pengantin yang di bawanya.


"El bagaimana kau...?"


"Jangan banyak tanya Josh, waktumu tinggal empat puluh lima menit lagi. Aku akan menjelaskannya nanti, aku hanya ingin membantumu!" potong Elle penuh keyakinan.


"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan El, tapi aku berterima kasih padamu!"


Elle hanya mengangguk, wanita berambut pirang itu segera menghampiri Freesia. "Pakai ini nona," ucap Elle ramah, melihat Freesia yang hanya diam membuat Elle gemas dan ingin membantu Freesia memakai baju pengantin.


"Apa yang anda lakukan?" tanya Freesai gugup, kedua tangannya menyilang di depan dada.


"Nona, kau akan segera menikah jadi kau harus memakai gaunmu!"


"Gaun?" ulang Freesia dengan bola mata yang hampir keluar saat dia melihat gaun super mewah berada di depan matanya. "Indah sekali mimpiku Tuhan," batinnya bersorak.


"Cepat pakai!"


Freesia mengikuti Elle yang membawanya ke ruangan lain yang berada di dalam kamar tersebut, dengan cekatan Elle membantu Freesia memakai gaun pengantin tersebut.


"Gaun ini sangat cocok di tubuh mu nona, hanya sedikit kepanjangan, tapi tak apa," ucap Elle seraya mengamati gaun yang sudah melekat di tubuh Freesia. "Sekarang aku akan membuatmu terlihat semakin cantik!"


Freesia hanya pasrah saat Elle mendandaninya, sebut saja Freesia begitu bodoh karena tak bisa membedakan antara kenyataan dan mimpi.


Tak sampai setengah jam, Elle mengajak Freesia keluar dari ruangan tersebut. Josh yang awalnya sedang mondar-mandir karena cemas tiba-tiba menghentikan langkahnya, pria itu terpaku di tempat melihat Freesia yang tampak sangat berbeda. Freesia terlihat begitu anggun dengan balutan gaun pengantin bergaya ball gown berwarna broken white. Gaun indah itu memiliki detail ruffles di bagian belakang dengan model tube dress yang bertekstur serta sentuhan lace berpayet swarovski.


Penampilan Freesia semakin cantik dilengkapi dengan makeup yang flawless serta tatanan rambut updo yang clean yang tertutup veil panjang yang menjuntai hingga menutupi gaun bagian belakangnya.


"Waow," gumam Josh tanpa sadar.


"Tugasku sudah selesai Josh. Kau sangat pintar mencari pengantin pengganti, wanita itu sangat cantik," bisik Elle, wanita itu hendak pergi namun Josh menahan pergelangan tangannya.


"Sekarang jelaskan, kenapa kau bisa tau tentang ini?" cecar Josh menuntut penjelasan.


Elle menghembuskan nafas beratnya, wanita itu lalu mundur agar bisa bertatap muka dengan Josh. "Sebelumnya aku minta maaf Josh, aku berada di luar kamar saat kau menangkap basah Jennifer dan Jimmy. Saat kau keluar dari kamar itu aku merasa sangat bersalah kepadamu karena menutupi hubungan mereka."

__ADS_1


"Jadi kau tau kalau Jennifer selingkuh?"


"Maaf," lirih Elle penuh sesal. "Aku mengejarmu dan berniat untuk meminta maaf padamu, lalu aku tak sengaja mendengar percakapanmu dengan wanita itu. Aku merasa kalau aku harus membantumu, aku lalu kembali ke kamar Jennifer, kebetulan Jennifer ada di dalam kamar mandi jadi aku mencuri gaunnya!" jelas Elle panjang lebar. "Aku harus pergi Josh, semoga pernikahanmu berhasil!" tanpa menunggu persetujuan Josh, wanita berambut pirang itu segera keluar dari kamar tersebut sebelum Jennifer menemukannya.


Sementara Freesia masih berdiri di depan cermin seraya menelisik penampilannya, gadis itu bahkan tak berkedip sama sekali. "Oh ayolah Freesia, ku mohon jangan bangun dulu, kau sangat cantik sekarang, kau terlihat seperti tuan putri dari negeri dongeng," batin Freesia memuji dirinya sendiri.


"Ekhem..."


Deheman Josh membuat Freesia menoleh, gadis itu menatap wajah Josh dengan seksama, lalu tiba-tiba dia tersenyum lebar seperti orang bodoh. "Tuhan, bahkan aku rela mati sekarang," gumamnya pelan.


"Nona Freesia, kita harus menikah sekarang!"ujar Josh dengan canggung.


Freesia memegangi dadanya yang bergemuruh, detak jantungnya berpacu dengan sangat cepat saat mendengar Josh mengajaknya untuk menikah. Gadis itu benar-benar kehilangan akal sehatnya, kepalanya mengangguk begitu saja saat Josh mengajaknya keluar dari kamar tersebut.


Baru dua langkah Freesia berjalan, tiba-tiba gadis itu terhuyung ke depan akibat terlilit tali sepatunya sendiri, untung saja Josh dengan sigap menahan tubuh Freesia sehingga gadis itu tak terjerembab ke lantai.


"Are you okay?" tanya Josh pelan, namun tersirat rasa khawatir di dalam ucapannya.


Freesia tak menjawab, gadis itu segera mengangkat gaunnya hingga memperlihatkan sepatu sneakers yang di pakainya.


"Elle tak mengganti sepatumu?"


"Sepatu? Apa maksudnya sepatu kaca seperti yang ada di film Cinderella?" batin Freesia.


"Apakah ini tidak aneh, aku memakai sepatu sneakers yang di padukan dengan gaun mewah ini?" ucap Freesia dengan nada kecewa. Sebelumnya dia sudah membayangkan sepatu kaca yang cantik dan Josh akan memakaikan di kakinya.


"Tidak masalah, lagi pula tidak ada yang melihat sepatumu itu. Ayo cepat turun, semua orang sudah menunggu!'


.


.


.


Kriieet...


Pintu balloom terbuka sempurna, di ambang pintu dua orang asing yang tak saling mengenal berdiri berdampingan. Sang pria lalu meraih tangan mempelai wanita dan mengaitkan di lengannya, kedua orang itu lalu berjalan menuju altar pernikahan mereka.


Lynda, Jovanka, Jonathan dan Jimmy begitu terkejut setelah menyadari jika mempelai wanita yang berjalan di samping Josh bukanlah Jennifer. Jimmy yang merasa bersalah hanya bisa bertanya-tanya, siapa gadis cantik yang bersedia menggantikan Jennifer?

__ADS_1


"Apa yang terjadi Jov?" tanya Jonathan pada adik perempuannya. Meski tak terlalu mengenal Jennifer, namun sudah beberapa kali dia bertemu dengan wanita itu.


"Entah," Jovankan hanya menjawab singkat seraya mengangkat kedua bahunya.


"Granny apa ini? Apa kau tau sesuatu?" tak mendapatkan jawaban dari adiknya, Jonathan kini beralih pada Lynda yang juga masih terkejut.


"Diam Jo, aku juga tidak tau apapun!" sahut Lynda.


Begitupun dengan Axel, pemuda itu begitu terkejut melihat Freesia berdampingan dengan sepupunya. Gaun pengantin yang membalut tubuh Freesia semakin membuat Axel merasa gelisah.


"Frey, apa ini?" pekiknya dengan suara tertahan.


Di atas altar pernikahan, Joshua dan Freesia berdiri saling berhadapan dengan tangan saling berpegangan, mereka akan segera mengucapkan janji suci mereka. Namun Joshua hanya bisa menggigit bibir bawahnya karena tak tau nama lengkap calon istrinya.


"Saya, Joshua Janszen, berjanji di hadapan Tuhan, saya menerima engkau Freesia...." Josh menggantung kalimat sumpahnya, pria itu menelan ludahnya dengan bersusah payah. Josh merasa sangat bodoh karena tak menanyakan nama lengkap Freesia.


"Freesia Lovina," bisik Freesia yang sudah tak sabar ingin menjadi istri seorang Joshua meski hanya di dalam mimpi.


"Saya, Joshua Janszen, berjanji di hadapan Tuhan, saya menerima engkau Freesia Lovina sebagai istri yang sah dan satu-satunya mulai saat ini dan seterusnya. Berjanji untuk setia, mengasihi engkau baik dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, serta tidak akan meninggalkan engkau untuk selamanya."


"Apa ini, kenapa aku merasa mimpi ini sangat nyata?" ucap Freesia dalam hati, namun lamunannya buyar saat Josh sedikit menekan telapak tangannya.


"Freesia sumpahmu," bisik Josh dengan wajah menegang.


"Eh, sumpah? Apa yang harus aku katakan?"


"Ulangi saja perkataanku tadi!" tegas Josh.


"Saya, Freesia Lovina, berjanji di hadapan Tuhan, saya menerima engkau Joshua Janszen sebagai suami yang sah dan satu-satunya mulai saat ini dan seterusnya. Berjanji untuk setia, mengasihi engkau baik dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, serta tidak akan meninggalkan engkau untuk selamanya," ucap Freesia mengulangi sumpah Josh, untung saja otaknya cekatan dalam urusan menghafal, sangat di sayangkan bukan, otak pintarnya tidak bekerja saat berhubungan dengan cinta.


Josh lalu membuka veil yang menutup wajah Freesia, dengan ragu pria itu mendekatkan wajahnya. "Maaf," ucap Josh pelan, pria itu lalu mendaratkan bibirnya di bibir mungil Freesia. Mata Freesia membola saat merasakan ciuman di bibirnya. Sebuah ciuman singkat yang menandakan jika keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


"Apakah ini bukan mimpi?" tanya Freesia dengan ragu, pasalnya dia bisa merasakan tangan hangat Josh dan sentuhan bibir pria itu.


"Ini nyata. Kita sudah menikah sekarang!"


"Apa?"


Brukkk...

__ADS_1


Freesia terkejut lalu tak sadarkan diri...


BERSAMBUNG...


__ADS_2