IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.124 Valia Leandre


__ADS_3

Wanita yang sebelumnya memanggil Alexander langsung memalingkan tubuhnya. "Maafkan kelancanganku," ujarnya sekali lagi.


Ivona menatap Alexander penuh tanya tentang siapa wanita ini.


"Kemarilah," pinta Alexander.


Wanita itu pun mengikuti keinginan Alexander. Ia berjalan menghampiri Ivona dan Alexander.


"Iv, dia adalah Valia, Valia Leandre. Dia adalah keponakan dari rekan bisnisku," ujar Alexander memperkenalkan. "Valia, ini adalah Ivona. Dia adalah ...." Alexander melirik Ivona tapi tak melanjutkan kalimatnya untuk memberi sebutan pada Ivona.


Valia tersenyum paham. "Oh ... i see. Dia adalah gadis yang membuatmu menolakku dengan dingin. Benar, 'kan?"


Ivona langsung menatap tajam Alexander, tapi hanya sesaat karena tawa Valia mengalihkan perhatian Ivona.


"Halo Ivona, senang bisa berkenalan denganmu." Valia mengulurkan tangannya dan disambut Ivona dengan ramah.


"Ha-halo," balas Ivona canggung. Sejujurnya Ivona ingin tahu apa maksud dari ucapan Valia tadi.


Melihat ekspresi Ivona yang penuh tanya, Valia kembali berkata, "Kau sangat beruntung, Iv, karena kau adalah gadis yang istimewa bagi Tuan Alexander."


Dahi Ivona mengernyit dalam, semakin tidak paham maksud dari Valia. Melihat hal itu Valia hanya bisa tertawa, ia tidak enak jika harus bercerita secara gamblang tentang maksud dari ucapannya. Biarlah Alexander sendiri yang menjelaskannya pada Ivona.


"Keluargamu masih di dalam, bukan?" tanya Alexander untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"I-iya," jawab Ivona sedikit terhenyak.


"Boleh aku bertemu dengan mereka?"


Ivona mengangguk, kemudian mempersilakan Alexander masuk untuk menemui Kakek Iswara dan juga orang tuanya.


"Kau mau ikut?" tanya Alexander pada Valia.


"Jika kau mengijinkan," jawab Valia.


Ivona memperhatikan sikap Alexander pada wanita cantik di depannya. Wanita dengan postur tubuh yang sangat menggoda karena keseksiannya, serta wajah cantik yang membuat pria mana pun tak akan pernah menolak jika disuguhi pemandangan seperti Valia. Valia adalah wanita yang Ivona yakini sebagai pujaan kaum Adam. Magnet bagi setiap mata yang memandang.


"Iv," panggil Alexander karena Ivona tidak kunjung bergerak.


"Ah ... ya, a-ayo!" Ivona harus berhenti memperhatikan Valia. Dia pun berjalan lebih dulu membimbing Alexander dan wanita cantik itu untuk bertemu keluarganya.


"Kek, ada Tuan Muda Alexander di sini," ujar Ivona memberitahu Kakeknya yang sedang mengobrol dengan salah satu guru G-school.

__ADS_1


"Alexander, kapan kau datang. Kudengar dari Ivona kau sibuk dengan bisnismu hingga tak sempat berkunjung ke rumah kami lagi?"


"Ya, Tuan. Aku memang sedang ada perjalanan bisnis untuk mengembangkan bisnisku di luar negeri. Bagaimana kabar Anda?"


"Aku sangat sehat, seperti yang kau lihat," jawab Kakek diiringi tawa.


Alexander mengalihkan pandangannya pada Tuan dan Nyonya Iswara. "Apa kabar Tuan dan Nyonya Iswara?"


"Kami baik," jawab Tuan Iswara.


Berbeda dengan Tuan Iswara yang menanggapi pertanyaan Alexander, Nyonya Iswara justru terlihat memperhatikan Valia yang berdiri di sisi Alexander.


"Siapa dia?" tanya Nyonya Iswara.


"Maaf, aku belum memperkenalkannya. Namanya adalah Valia, dia adalah keponakan dari rekan bisnisku."


"Halo Nyonya, senang bisa berkenalan dengan Anda. Namaku Valia." Valia mengulurkan tangannya pada Nyonya Iswara, tapi setelah menunggu, tangan Nyonya Iswara tak kunjung menyambutnya.


Nyonya Iswara terus memperhatikan Valia, hingga wanita itu merasa tidak nyaman. Valia sampai melihat Alexander karena bingung harus bagaimana. Tuan Iswara yang menyadari hal itu langsung menjabat tangan Valia. "Senang juga bisa berkenalan denganmu, Valia. Maafkan istriku, dia kurang sehat hari ini," bohong lelaki itu.


"Oh, maafkan aku Nyonya."


"Bagaimana bisnismu Alexander?" tanya Kakek Iswara. Mereka pun mencari tempat untuk saling mengobrol.


"Sangat bagus," jawab Alexander yakin.


Mereka pun berbincang tentang banyak hal, dan Valia merupakan wanita yang cerdas dengan pembawaan yang supel. Ia langsung bisa membaur dengan keluarga Ivona. Namun, Ivona melihat keanehan pada Nyonya Iswara, sedari tadi, wanita itu terus saja memperhatikan Valia. Wanita bernama Valia itu memang menarik. Ivona tak memungkiri itu, tapi Ivona tidak menyangka jika ibunya bisa juga tertarik pada Valia. Nyonya Iswara terlihat begitu menaruh perhatian pada wanita yang baru pertama kali mereka temui itu.


"Bolehkah aku mengajak Ivona malam ini?" ujar Alexander pada Kakek dan Tuan Iswara.


Kakek dan Tuan Iswara menatap Alexander bersamaan. Wajah mereka menyiratkan pertanyaan tentang tujuan Alexander.


"Aku ingin mengajaknya jalan-jalan sebagai hadiah kelulusan," sambungnya. Sebenarnya Alexander bisa saja membawa Ivona tanpa ijin dari keluarga Iswara, tapi demi rasa hormatnya pada orang tua dan juga kakek Ivona itu Alexander pun meminta ijin.


Kakek Iswara menatap putranya. "Tentu saja," jawab Kakek Iswara mewakili Tuan Iswara.


Kini giliran Ivona yang bingung, memangnya Alexander mau mengajaknya ke mana?


"Kalau begitu, kami akan pergi terlebih dahulu," pamit Alexander.


Valia pun mengucapkan kalimat yang sama untuk berpamitan pada keluarga Ivona.

__ADS_1


"Ivona pergi dulu, Kek."


Kakek Iswara mengangguk memberi ijin.


"Mari, Ayah, kita pulang juga," ajak Tuan Iswara.


"Ayo," ajaknya pada sang istri setelah Kakek Iswara yang duduk di kursi roda dibawa oleh bodyguard mereka.


Nyonya Iswara tersentak dengan ajakan suaminya. Pandangan dan pikirannya masih saja tentang Valia.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Tuan Iswara saat menggandeng istrinya. "Kulihat dari tadi kau seperti memikirkan sesuatu sejak wanita itu datang."


"Entahlah, mendadak aku merindukan Vaya," jawab Nyonya Iswara.


"Sudahlah, jangan lagi membebani pikiranmu dengan orang yang sudah pergi. Sekarang kita punya Ivona, kita harus memberikan kasih sayang yang belum pernah kita berikan pada anak itu. Kau lihat tadi, Ivona telah membuat kita bangga. Dia telah menunjukkan kemampuannya untuk membuat kita merasakan kehadirannya, jangan sia-siakan lagi Ivona," ujar Tuan Iswara lembut.


Nyonya Iswara hanya mengangguk lemas. Ia tidak ingin memulai perdebatan dengan suaminya tentang Vaya, karena akhirnya ia sendiri yang harus terluka karena mengingat setiap perbuatan buruk Vaya.


Alexander, Ivona dan Valia berjalan bersama menuju tempat di mana mobil Alexander terparkir.


"Kau mau meneruskan kuliah di mana, Ivona. Kulihat tadi kau adalah siswa dengan nilai tertinggi," tanya Valia untuk mengisi perjalanan mereka menuju parkiran.


"Aku akan kuliah di VU," jawab Ivona.


"Apa kau tidak ingin tahu kenapa aku bisa ikut Alexander ke acaramu ini?" goda Valia.


Ivona terdiam, meski sebenarnya ia sangat ingin tahu.


Valia tersenyum penuh arti. Ia membuat Ivona semakin penasaran.


"Aku tidak akan memberitahumu, tanyakan sendiri pada Alexander." Valia mengerling seolah mempermainkan Ivona.


Alexander yang juga mendengar ucapan Valia hanya diam saja, tidak menjelaskan alasan Valia bisa datang bersamanya.


Sampai di mobil Alexander bertanya pada Valia, "Kau mau aku antar ke mana?"


Valia yang masih berdiri di dekat Ivona menjawab, "Ke vila milikmu."


Kontan saja mata Ivona membelalak lebar. Valia tahu Alexander tinggal di vila. Pria itu juga mengajak Valia datang ke acara kelulusannya. Apa hubungan mereka sangat dekat?


Lalu, apa sebenarnya hubungan Alexander dengan Valia?

__ADS_1


__ADS_2