IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.150 Owner Baru


__ADS_3

Mata Ivona tak lepas dari pria kharismatik itu. Ia terus saja menatap ke mana sosok itu melangkah.


"Alexander," lirihnya sekali lagi.


"Siapa Alexander?" tanya Ren yang sudah berdiri di samping Ivona. Ia melihat Nona Mudanya itu menatap tanpa kedip pada pria yang berjalan memasuki lift eksekutif.


"Dia." Ivona menunjuk pria yang telah masuk ke dalam lift.


Seketika tawa Ren membahana. Ivona membalikkan tubuhnya menghadap sekretarisnya itu. "Kenapa?"


Ren menutup mulutnya untuk menghentikan tawanya. "Dia bukan Alexander, Nona. Namanya Tuan Aldrich, Aldrich Rayder."


Dahi Ivona berkerut dalam. "Aldrich?"


"Hmm." Ren mengangguk.


"Siapa, dia?"


"Maafkan aku, Nona." Terlihat penyesalan di raut muka Ren.


"Untuk apa minta maaf, aku bertanya siapa dia?"


"Dia adalah pemilik baru dari Howard technologi."


"Apa?" pekik Ivona, membuat orang yang melintas langsung menatapnya.


Ren melihat jam di pergelangan tangan kirinya. "Nanti aku jelaskan, sekarang ikut saja dulu."


Masih diliputi rasa tidak percaya, kini Ivona langsung dihadapkan pada rapat pagi ini. Ren sengaja membawa Ivona ke sana karena sebentar lagi rapat akan dimulai. Sekretaris itu belum punya waktu menjelaskan.


Ivona duduk berderet dengan anggota rapat yang lain, kursi pemimpin yang dulu menjadi singgasananya kini tak lagi miliknya. Pria bernama Aldrich itu telah menggantikannya. Sesuai pesan Ren, Ivona tak boleh bicara apa pun sampai ia mendapatkan penjelasan dari Ren dan gadis itu menurut.


Kini bukan lagi wajah Aldrich yang serupa dengan Alexander yang membuatnya syok, tapi posisi dan status perusahaan yang dulu miliknya yang membuat ia tak percaya. Ivona terus menatap Aldrich yang sedang memimpin rapat. Bukan karena terpesona, tapi karena ia masih tidak menyangka jika yang berdiri menjadi pusat perhatian bukanlah dirinya melainkan orang lain.


Dua jam rapat berlangsung, selama itu juga Ivona tak henti-hentinya menatap Aldrich. Ia memikirkan cara bagaimana agar ia bisa membuat perusahaannya kembali.


"Terima kasih atas perhatian Anda semua, jika tidak ada pertanyaan saya akhiri rapat kali ini." Aldrich mengakhiri rapat dengan tatapan puas dari semua anggota. Tidak ada yang bertanya apa lagi membantah apa yang ia terangkan dalam rapat. Pria itu memang pintar menyampaikan informasi hingga peserta rapat menangkapnya dengan mudah.


Satu per satu anggota rapat meninggalkan ruangan itu. Begitupun dengan pemimpin mereka, tapi sebelum Aldrich keluar, Ren mencoba menahannya. "Tuan Aldrich, bolehkah saya meminta waktu Anda sebentar."


Aldrich berhenti, ia menatap Ren yang berbicara.


"Saya ingin memperkenalkan Nona Ivona kepada Anda, semoga Anda masih mengingat cerita saya waktu itu."


Aldrich menatap Ivona yang masih duduk.

__ADS_1


"Perkenalkan, Tuan, ini adalah Nona Ivona Carminda, putri dari Tuan Felix Howard pemilik dari Howard Technologi sebelumnya."


Ivona berdiri dan mengulurkan tangannya pada Aldrich, tapi pria itu tak menyambutnya.


"Senang bisa bertemu dengan mu," ujarnya yang terdengar seperti sekadar basa-basi.


"Pria yang angkuh, beraninya dia tidak membalas uluran tanganku," batin Ivona. Ia geram dengan sikap Aldrich yang tak menghormatinya.


"Baiklah, kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan aku harus pergi."


"Terima kasih atas waktu Anda." Ren menunduk hormat pada atasan barunya itu.


Ivona menarik kembali tangannya dengan geram saat Aldrich sudah keluar dari ruang rapat.


"Ish ... siapa sebenarnya dia. Kenapa begitu sombong!"


"Nona, sebenarnya _____"


"Dan kau." Ivona menunjuk Ren cepat. "Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya tentang masalah ini." Ivona kesal dengan sekretarisnya.


"Duduklah dulu, Nona, aku akan jelaskan semuanya."


Ivona menuruti kata Ren demi mengetahui apa yang selama ini terjadi. Apa yang sudah ia lewatkan selama setahun kebelakang. Kenapa perusahaanya bisa beralih tangan.


"Jelaskan kenapa pria angkuh itu bisa menjadi pemilik dari HT(Howard Technologi)."


Zeuz corp, sebuah perusahaan besar yang dipimpin oleh Aldrich Rayder mendadak muncul sebagai penyelamat. Perusahaan itu mengakuisisi Howard Technologi sebagai jalan menyelamatkan HT dari kebangkrutan.


"Kenapa bisa?" Ivona masih sulit percaya, perusahaan yang ia tinggalkan dalam setahun bisa mengalami kebangkrutan.


"Nona, apa Anda lupa jika sebelum Anda koma perusahaan kita memang sudah ada masalah."


Ivona mengingat hal itu. Saat itu, ia baru saja pulang dari Zeuz corp untuk bertemu dengan pemimpin perusahaan itu, demi meminta kerja sama dengan perusahaan besar tersebut. Tetapi ia tidak berhasil bertemu dengan pemimpin Zeuz corp karena sang pemimpin tak ingin bertemu siapa pun saat itu.


Ia kecewa karena tak bisa bertemu dan mengupayakan kerja sama untuk mengatasi masalah perusahaannya. Pikiran yang kalut membuat Ivona tak fokus menyetir kala itu, hingga sebuah kecelakaan menimpanya.


Ya ... nama pemimpin Zeuz corp adalah Aldrich Rayder, tapi kenapa wajah Aldrich persis seperti Alexander. Apa mereka orang yang sama. Ah ... bodohnya Ivona, Alexander hanya ada dalam kisah novel, tapi Aldrich dia adalah kenyataan.


"Kenapa mendadak Zeuz corp ingin membantu kita?"


"Aku juga tidak tahu Nona, Tuan Aldrich tiba-tiba datang dan menyelamatkan perusahaan agar tetap bisa berdiri. Kita tidak jadi merumahkan karyawan kita dan sekarang Tuan Aldrich sedang merancang perkembangan perusahaan agar lebih maju."


"Biaya rumah sakit Anda yang tidak sedikit, Tuan Aldrich juga yang menanggung semuanya."


Setelah mendengar penjelasan Ren, Ivona bisa menerima semuanya tapi ia jadi merasa berhutang budi soal pembiayaan rumah sakit.

__ADS_1


"Ren, berikan laporan biaya rumah sakitku. Aku tidak ingin berhutang budi pada siapa pun."


"Tuan Aldrich tidak menganggapnya hutang, Nona."


"Benarkah?"


"Tapi ...." Ren berhenti, ia tak melanjutkan kalimatnya.


Ivona mengernyit. "Tapi apa?"


Ren ragu mengatakannya. Ia ragu untuk berterus terang.


"Ren ...."


"Maafkan aku, Nona. Aku sungguh tidak ikut campur dalam hal ini, aku hanya menjadi saksi perjanjian itu." Ren menunduk, ia takut Nona mudanya marah.


"Perjanjian?"


Ren mengangguk.


"Perjanjian, apa?"


Ren terdiam. Haruskah ia berbicara mendahului Tuan besar ataukah ia harus bungkam sampai ayah dari Nona mudanya sendiri yang berbicara.


"Ren!" sentak Ivona. "Perjanjian apa maksudnya?" Ivona dibuat semakin penasaran dengan kebungkaman sang sekretaris.


Ren berjingkat. "I-iya, Nona."


"Katakan, perjanjian apa yang kau maksud tadi."


"I-itu ...." Ren kembali ragu.


"Apa?"


"Sebaiknya Anda bertanya sendiri pada ayah Anda," ucap Ren cepat.


"Ayah?"


"Hmmm." Ren kembali mengangguk.


Ivona mendesah kasar. "Aku ingin dengar dari mulutmu. Katakan semua yang kau tahu!"


Ren menatap Ivona yang mendelik padanya. Nona mudanya ini kalau sudah marah akan sangat sulit dikendalikan. "Nona, sebenarnya Tuan Aldrich memiliki permintaan pada ayah Nona. Jika Tuan Aldrich membantu perusahaan tetap berdiri dan menanggung semua biaya rumah sakit Nona, Tuan Felix harus menyerahkan Nona pada Tuan Aldrich."


Ivona berpikir tentang arti kata menyerahkan. Untuk apa?

__ADS_1


Demi kepentingan apa Aldrich Rayder meminta dirinya sebagai imbalan?


__ADS_2