
Muncul kilatan tidak suka di tatapan Vaya saat Roy menanyakan hal yang menyangkut Thomas. Sikap Thomas yang tak lagi seperti dulu menjadi pemicu Vaya untuk bersikap apatis pada kakak ketiganya itu.
Vaya menurunkan tangan Roy yang sedari tadi mengusap pipinya. Ia memutar tubuhnya untuk kembali duduk di bangku piano. "So far so good," jawab Vaya singkat, menyiratkan keengganannya untuk membahas Thomas.
Roy yang kini menyilangkan tangan di depan dada kembali bertanya, "Aku dengar Thomas datang ke sekolah demi Ivona, tidakkah itu aneh?"
Vaya sudah berusaha menghindar, tapi Roy nampaknya masih penasaran. "Tidak ada yang aneh, karena Ivona menuliskan kontak Thomas sebagai wali," terang Vaya, meski malas.
"Tidakkah kau merasa jika Ivona sedang memanfaatkan kakakmu? Seperti ingin memperlihatkan pada semua orang tentang hubungannya dengan keluarga Iswara."
Vaya tersenyum miring. "Dia bukan siapa-siapa bagi keluarga Iswara selain gadis yang menerima uluran kebaikan kami. Apa pun yang dia lakukan untuk menunjukkan siapa dia, tidak akan berarti apa pun bagi keluargaku," ucap Vaya meremehkan.
Roy setuju dengan ucapan Vaya, Ivona memang tidak pantas menjadi bagian dari keluarga terhormat seperti keluarga Iswara. Gadis itu terlihat seperti parasit yang menempel mencari keuntungan dari keluarga Iswara, begitulah Roy memandang Ivona.
Vaya yang sedari tadi berpura-pura di depan Roy tentang perasaannya mendengar kabar Ivona, tak bisa lagi membendung rasa cemburu pada gadis itu. Ia ingin membalas Ivona dan menunjukkan siapa dia dibandingkan dengan Ivona. Vaya mengeluarkan ponselnya, kemudian mengupload sesuatu di media sosialnya dengan caption 'Vaya Iswara: Lagu baru', tidak lupa ia membubuhkan emoticon cute.
Tak berselang lama, saat ia mendapatkan notifikasi dari para pengikutnya di jejaring sosial. Banyak yang menyukai unggahan Vaya, dan tak sedikit yang berkomentar memuji Vaya atas bakat dan rupa ayu-nya. Vaya tersenyum puas membaca komentar-komentar para netizen di dunia maya. Ia masih mendapatkan tempat di hati para pengikutnya tersebut.
Sementara itu, di kamp pelatihan. Di mana Thomas dan tim tengah berlatih kemampuan gaming mereka, ada seorang anggota yang memberitahu Thomas jika dirinya dan adiknya masuk ke daftar pencarian teratas.
"Thomas-Thomas, lihatlah ini, kau menjadi tranding topic kembali bersama adikmu," ujar orang tersebut sembari menunjukkan ponselnya.
Thomas yang sedang fokus pada layar di depannya, mengalihkan pandangannya sejenak pada pria di kamp ini. Ia belum mengerti maksud menjadi tranding topic menurut pria ini.
__ADS_1
"Iya, kau dan adikmu masuk ke dalam daftar pencarian teratas saat ini, lihatlah kalau tidak percaya!" ulang pria itu untuk menegaskan.
Awalnya tatapan Thomas terlihat berbinar setelah memahami arti ucapan dari teman pria ini. Namun, setelah melihat pada layar ponsel milik temannya, wajahnya seketika muram. Bukan ia dan Ivona seperti yang ia harapkan sebelumnya, yang muncul di layar benda pipih itu, tapi gambar dirinya dan Vaya yang sangat jelas terpampang.
Thomas menahan geram saat menyaksikan unggahan Vaya yang langsung menjadi viral. Ia melihat raut bahagia Vaya di dalam gambar itu. Hal itu membuat Thomas menyadari jika semua ini awalnya adalah milik Ivona, namun sekarang menjadi milik Vaya. Dan ketidakberdayaannya adalah tidak bisa mengembalikan apa yang menjadi hak Ivona sepenuhnya.
Thomas menyuruk ponsel pria itu dengan malas saat mengembalikannya. "Kenapa, apa kau tidak menyukainya?" tanya pria itu, yang melihat wajah kecewa Thomas.
"Pergilah!" suruh Thomas begitu saja, tak ingin menjelaskan apa pun.
Sejujurnya temannya ini hanya ingin menjadi bagian dari kebahagiaan Thomas yang sedang menjadi tranding topic, tapi melihat raut wajah Thomas yang tidak biasa, pria itu hanya bisa pasrah saat Thomas menyuruhnya untuk menjauh.
Thomas mengambil ponselnya sendiri, lalu masuk ke akun media sosial yang sudah dua tahun tidak ia gunakan. Membaca sejenak komentar-komentar orang di sana. Kemudian, terbersit ide di kepalanya untuk melakukan hal yang sama dengan Vaya.
Bibir Thomas terangkat, menyeringai saat dirinya mengingat sesuatu yang berhubungan dengan adiknya. Ia pun keluar dari akun media sosialnya, kemudian mencari riwayat percakapannya dengan sang adik. Thomas mengambil gambar percakapan tersebut, lalu mengunggahnya ke akun media sosialnya. Dalam sebuah foto screenshoot chat dirinya dengan adiknya, tertulis kontak dengan nama 'Nana'.
Para fans yang melihat unggahan Thomas sangat terkejut dan merasa ada yang aneh dengan nama yang ada dalam capture yang diunggah Thomas. Pertanyaan tentang siapa itu ‘Nana’, segera memenuhi kolom komentar unggahan tersebut. Mereka sangat penasaran dan tidak sabar untuk mengetahui sosok Nana yang dimaksud oleh idola mereka.
[Nana, who is she?]
[Siapa itu Nana?]
[Nana, apakah dia kekasih baru Kak Thomas?]
__ADS_1
[Nana, i hate you!]
[Go to the hell, Nana!!!]
[F*ck you, Nana!!!]
[Nana, aku iri padamu.]
[Nana, you're lucky girl.]
Masih banyak lagi komentar-komentar penasaran akan sosok Nana ini. Ada yang berpikiran positif, tapi ada juga yang menghujat karena tidak terima idola mereka memiliki hubungan dengan gadis yang mereka tidak ketahui dari asal-usulnya. Thomas tersenyum-senyum sendiri membaca komentar para netizen, hingga sebuah panggilan dari ibunya—Nyonya Iswara—membuatnya tersentak.
Thomas menghirup napas dalam sebelum akhirnya menggeser ikon hijau pada layar ponselnya, dan menyapa ibunya, "Hallo, Mom."
"Apa maksud dari foto itu, Thomas?" Suara Nyonya Iswara terdengar murka di seberang sana.
"Untuk apa kau melakukannya, apa kau ingin membongkar semuanya sekarang, huh?" sambungnya sebelum Thomas menjawab pertanyaan pertamanya.
"Dengarkan aku Thomas, aku tidak akan tinggal diam jika kau berusaha untuk mengusik Vaya," seru Nyonya Iswara dengan nada marah.
"Sekarang juga, hapus unggahan mu itu!" titahnya bagai ratu.
"Aku akan tunggu, jika dalam satu jam ke depan aku masih melihat unggahan itu tersebar dan dilihat lebih banyak orang, jangan salahkan aku jika aku bertindak!"
__ADS_1
Setelah kalimat panjang yang tak berjeda dari Nyonya Iswara, waktunya Thomas angkat bicara. Masih duduk di depan layar game-nya, Thomas dengan santai tersenyum dan berkata, "Aku hanya ingin menunjukkan kepada dunia jika apa yang mereka pikir selama ini adalah salah. Mereka semua mengira jika aku menyayangi Vaya, dan itu tidak benar. Sebab itulah aku mengunggah gambar itu untuk mengklarifikasi."
"Apakah itu salah?" tanya Thomas di akhir kalimat panjangnya.