IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.72 Mengerjai Guru Les


__ADS_3

Wanita itu hanya sedikit sekali memberikan Ivona penjelasan, selebihnya waktu yang ia punya ia gunakan untuk mengurusi kuku-kuku panjangnya. Wanita itu duduk bersilang kaki lalu mengeluarkan cat kuku dari dalam tasnya. Ia seolah tidak peduli dengan muridnya yang entah akan bisa atau tidak mengerjakan tugas yang ia berikan, yang penting baginya sekarang adalah membuat kuku-kukunya tampak cantik, agar nanti saat bertemu dengan Alexander ia semakin percaya diri.


Ivona sendiri tidak menyentuh sama sekali buku yang diberikan wanita itu, ia hanya memperhatikan apa yang sedang wanita itu lakukan. Ivona tersenyum sinis saat melihat wanita itu mengoles kukunya dengan cat merah.


"Apakah Alexander membayarmu hanya untuk mengecat kukumu di rumah ini?" Sindir Ivona.


Wanita itu menghentikan sejenak aktifitasnya, lalu menatap Ivona tidak suka. "Kau kerjakan saja tugas yang aku berikan, jangan banyak bicara karena waktumu akan habis kalau kau terlalu banyak bicara. Itu pun kalau kau bisa mengerjakannya," ucapnya ketus.


Mendengar jawaban yang sulit dipercaya dari seorang guru les ini, membuat tekad Ivona untuk segera menyingkirkannya semakin kuat.


"Jadi, haruskah aku mengadukan pada Alexander jika guru lesku telah memakan gaji buta. Aku yakin, Alexander pasti membayarmu dengan nominal yang tidak sedikit, tapi kau justru lebih memilih mengecat kukumu dari pada menjalankan tugasmu. Aku ingin lihat bagaimana reaksi Alexander kalau tahu cara kerjamu," ancam Ivona.


Ancaman Ivona membuat wanita itu tersentak.


"Kau mengancamku, anak kecil?"


Ivona mengangkat kedua bahunya. "Terserah kau menyebutnya apa, tapi aku tidak akan mengerjakan tugas apa pun yang kau berikan. Kau pikir siapa yang mau mengerjakan tugas sebanyak ini!" Ivona mendorong buku yang tadi dilempar wanita itu padanya.


Wanita itu geram mendengar ancaman Ivona, tapi ia tidak bisa berbuat apa pun selain membujuk Ivona agar tidak melapor pada Alexander. Bagaimanapun ia harus bisa memanfaatkan kesempatan ini, ia tidak mau bekerja di sini hanya satu hari saja, sebab sangat sulit untuk bisa masuk ke rumah ini.


"Baiklah-baiklah, aku tidak akan memberikan tugas sebanyak itu lagi padamu." Wanita itu menghampiri Ivona dan mengambil kembali tugas yang tadi ia lempar.


"Kerjakan yang ini saja, kalau ada kesulitan tanyakan saja padaku." Akhirnya wanita itu memilih untuk tidak mempersulit Ivona dengan setumpuk pekerjaan rumah. Ia lebih memilih mencari aman dari pada anak kecil ini mengadu dan mengakhiri pekerjaannya hari ini juga.


Melihat perubahan sikap guru lesnya, Ivona sedikit berbaik hati, ia pura-pura jadi anak yang patuh dengan mengerjakan tugas yang diberikan wanita itu. Sesekali justru Ivona yang mengetes kepintaran wanita sombong ini, hingga membuat wanita ini berada di puncak emosi karena ulah Ivona. Bagaimana tidak, Ivona justru membuat guru lesnya yang mengerjakan tugasnya. Sementara dirinya hanya diam mengamati dengan alasan tidak paham.


"Kau lihat, jadi begini caranya," ucap guru les itu saat selesai mengerjakan tugas yang ia berikan pada Ivona.


"Oh jadi begitu, ya," jawab Ivona pura-pura.

__ADS_1


"Kalau begitu, kau kerjakan tugas yang lain." Guru itu membalik halaman buku untuk memberikan tugas lain pada Ivona. "Kerjakan yang ini!"


Ivona menarik kedua tangannya ke atas untuk meregangkan otot-ototnya. "Ah ... sayang sekali, ini sudah masuk jam makan siangku. Aku harus segera makan, karena pesan Kakakku aku tidak boleh makan terlambat." Ivona langsung berdiri dan meninggalkan wanita itu dengan tawa tertahan.


"Kau pikir kau bisa menindasku!" gumam Ivona sembari pergi.


Wanita itu benar-benar tidak tahan dengan sikap Ivona. Setelah Ivona pergi, diam-diam ia menelepon asisten Rico.


"Halo selamat siang, ini aku Marissa. Aku adalah guru les adiknya Tuan Alexander."


"Ya, Marissa," jawab Rico di seberang sana.


"Aku ingin bicara soal Ivona."


"Apa kau tahu, hari ini Ivona sudah bersikap keterlaluan padaku. Dia membantah setiap ucapanku, tidak mau mengerjakan tugas yang aku suruh, dia bahkan sama sekali tidak mendengarkan saat aku menjelaskan soal-soal padanya dan dia sulit sekali menerima penjelasan yang aku berikan."


Asisten Rico yang mendengar keluhan dari Marissa langsung menenangkan wanita itu. "Baiklah Marissa, aku akan menyampaikan keluhanmu nanti, agar Tuan Alexander membantumu menasehati Nona Ivona."


Guru les itu mengakhiri panggilannya. Kini ia tersenyum senang. Ia tinggal melihat bagaimana nanti Ivona dimarahi Kakaknya karena tidak patuh pada guru lesnya.


"Tunggu saja anak kecil, apa yang akan terjadi padamu setelah aku mengadukan semua sikap burukmu," ucap wanita itu dalam hati.


______________


Di perusahaan, Rico sang asisten langsung menuju ke ruangan Alexander.


"Ada apa?" tanya Alexander saat Rico baru saja masuk ke ruangannya.


"Maafkan saya, Tuan, sudah mengganggu waktu Anda, saya hanya ingin menyampaikan pesan dari guru les Nona Ivona."

__ADS_1


"Katakan!"


Rico menceritakan segala keluhan yang diutarakan Marissa tadi.


"Ganti guru les itu dengan guru yang baru!" ucap Alexander setelah mendengar laporan dari Rico.


"Baik, Tuan," jawab Rico tanpa bantahan, meski dalam hatinya penuh tanya kenapa justru guru lesnya yang diganti, bukan Ivona yang dinasehati.


Alexander menjadi tidak tenang setelah mendengar laporan Rico tadi. Ia harus melihat sendiri keadaan Ivona.


"Kau ikut pulang denganku sekarang," ujar Alexander.


"Baik, Tuan."


Alexander membereskan berkasnya, kemudian beranjak dari kantornya.


Di villa Alexander, Ivona terus mengikuti les hingga sore hari. Wanita itu semakin kesal saja menghadapi sikap Ivona yang sengaja mempermainkannya. Hal itu membuat guru les itu menjadi tidak fokus mengajar dan salah mengajari beberapa soal karena menahan geram pada Ivona.


"Bagaimana, apakah kau sudah paham sekarang?"


Dengan sengaja Ivona menggeleng. Ia ingin melihat guru lesnya mengulang kembali penjelasannya sampai merasa lelah.


"Dasar bodoh!" sentaknya pada Ivona. "Berapa kali lagi aku harus memberimu penjelasan agar kau mengerti, hah!"


Pada saat wanita itu berteriak pada Ivona dengan kasar, di saat yang sama Alexander memasuki rumah. Wanita itu menangkap kedatangan Alexander. Seketika sikap wanita itu berubah seratus delapan puluh derajat.


"Ivona, kau harus belajar sungguh-sungguh agar kau bisa mendapatkan nilai yang bagus di sekolahmu. Kau tidak bisa terus menerus bermain-main. Kau harus mendengarkan apa yang aku ajarkan dengan baik agar cepat mengerti."


Ivona langsung heran mendapati nada guru lesnya berubah dalam sekejap. Baru saja tadi ia marah-marah hingga mengatai Ivona bodoh, lalu sekarang melembut bak guru yang benar-benar ingin muridnya menjadi pintar.

__ADS_1


"Kau dengar aku, 'kan, Ivona. Aku berbicara seperti ini demi kebaikanmu juga." Wanita itu pura-pura serius dan ketat dalam mengajari Ivona. Tujuannya sudah pasti, agar Alexander mengira dirinya sudah sangat berusaha untuk mendidik dengan baik dan menunjukkan jika Ivona tidak belajar dengan sungguh-sungguh.


__ADS_2