IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.76 Anak Haram yang Sombong


__ADS_3

Ivona kembali mencari tahu berita lain tentang dirinya. Kali ini ia menemukan unggahan foto dengan caption yang membuat dirinya meradang, 'ANAK HARAM YANG SOMBONG'.


Ivona mendesah kesal melihat unggahan itu. Tidak hanya satu tapi lebih. Rasanya ia ingin sekali membanting laptop di hadapannya kalau tidak mengingat jika laptop yang ia pakai sekarang adalah milik Alexander. Ah ... ya, pria itu, Ivona sampai lupa jika saat ini dirinya masih berada di kantor Alexander.


"Kau kenapa?" tanya Alexander yang melihat perubahan di wajah Ivona.


Ivona tersentak. "Ya?"


"Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Alexander menatap Ivona yang berbeda dari sebelumnya. Sejak gadis itu kembali dari mengangkat telepon dan meminjam laptopnya, tergambar jelas di wajah Ivona jika suasana hatinya sedang buruk.


Ivona tidak menyangka jika Alexander akan seperhatian itu, pria itu pasti melihat kekesalan di wajahnya. "Ah ... tidak, tidak ada apa pun. Semua baik-baik saja," elaknya dengan berbohong.


Alexander seolah tidak percaya. Sorot matanya menampilkan hal demikian.


"Kau tidak perlu khawatir, sungguh, aku baik-baik saja," ucap Ivona meyakinkan. "Lanjutkan saja pekerjaanmu." Ivona tersenyum untuk menghilangkan kecurigaan Alexander.


"Kau yakin?"


"Hemm." Ivona mengangguk.


Alexander baru saja akan kembali fokus pada berkas di tangannya saat Ivona meminta perhatian padanya. "Bolehkan aku menggunakan laptopmu lebih lama?" tanya Ivona.


"Tentu saja, kau boleh menggunakannya sesukamu."

__ADS_1


"Terima kasih." Ivona menunggu sampai Alexander benar-benar fokus kembali pada pekerjaannya. Kemudian kembali mengamati foto yang diunggah ke internet. Ivona mengamatinya dengan teliti, sembari memikirkan kapan foto itu diambil dan di mana.


Tunggu, Ivona mengingat sesuatu. Gambar diri di unggahan ini memanglah Ivona, tapi bukan dirinya yang sekarang. Ini adalah foto Ivona si pemilik tubuh asli, sebelum dirinya yang berasal dari dunia nyata menggantikan jiwa Ivona yang ada dalam kisah novel.


Dari latar belakang foto yang diunggah, pastilah ini adalah sekolah lama Ivona, sebab Ivona melihat tidak ada sedikit pun hal yang menyerupai G-school, sekolahnya saat ini. Namun, kenapa di foto ini, raut wajah Ivona terlihat sangat sombong dan menyebalkan.


Ivona mengamati sekali lagi, ia harus memastikan jika foto ini adalah sebuah rekayasa. Ia pun membandingkan foto Ivona di unggahan ini dengan foto Vaya yang disandingkan dengan dirinya. Sengaja foto itu diunggah berjejer untuk membangun opini publik yang salah. Membandingkan sifat Ivona dengan Vaya melalui gambar yang diunggah, adalah tujuan dari si pengunggah foto.


Membuat publik berpikir jika memang seperti itulah sifat Ivona, si anak haram yang sombong, semua jelas tergambar di raut wajahnya yang angkuh dan menyebalkan. Berbeda dengan Vaya, si gadis terzalimi yang direnggut haknya secara paksa oleh anak haram ayahnya. Foto Vaya yang sudah diedit sangat menyakinkan jika gadis itu memanglah pihak yang teraniaya.


Bagi mereka para penikmat berita yang tidak jeli dan tidak ingin mengkroscek kebenaran suatu berita, pastilah akan langsung menerima informasi ini mentah-mentah, dan langsung mereka jadikan bahan untuk menghujat orang yang menurut mereka paling bersalah dalam situasi itu. Ivona terus mengamati hingga ia menemukan suatu kejanggalan di sana.


Foto Vaya adalah editan, dan foto Ivona adalah foto lama yang diambil secara diam-diam juga. Seingatnya, dari cerita novel yang ia baca, ada bagian di mana teman-teman Ivona melakukan perundungan padanya, demi bertahan diri Ivona memasang wajah angkuhnya dan berusaha kuat untuk melawan orang-orang yang merundungnya. Di saat itulah, ada yang mengambil foto Ivona diam-diam untuk dijadikan bukti kepada Vaya, karena pelaku perundungan tidak lain adalah orang suruhan Vaya. Dari sini, Ivona mulai mengerti tentang unggahan foto ini.


Muncul seringai di bibir Ivona untuk mengungkap berita tidak benar tentang dirinya. Dengan keahliannya di bidang komputer. Ivona mulai mencari tahu akun yang telah mengunggah foto dirinya tersebut. Tak hanya sampai di situ, ia meretas akun tersebut dan beberapa akun lain yang telah melakukan hal serupa padanya.


"Kau mau bermain licik dengan ku," batin Ivona.


Ivona terus menelusuri aktifitas elektronik yang dilakukan oleh orang yang tak lain adalah penggemar Vaya ini. Cukup membuat Ivona tercengang saat ia melihat percakapan tentang imbalan yang akan diterima si pemilik akun jika berhasil mengunggah foto Ivona dan membuat publik berang pada anak haram itu. Orang tersebut akan mendapatkan transferan uang yang banyak hanya dengan mengunggah sebuah foto saja.


"Dasar tidak berguna, bisanya cuma menghabiskan uang untuk hal-hal tidak penting!" maki Ivona dalam hati, yang ditujukan untuk orang yang telah menyuruh si pemilik akun untuk menyebarkan berita bohong itu.


"Baiklah, kita selesaikan secara baik-baik, dulu," batin Ivona berucap.

__ADS_1


Ivona pun menghubungi penggemar Vaya yang telah menggunggah foto ini dan mengirimkan pesan agar dia menghapus foto serta minta maaf pada Ivona.


[Hapus foto yang sudah kau unggah, dan buat pernyataan permintaan maaf padaku sekarang juga!]


Beberapa saat Ivona menunggu balasan dari si pemilik akun. Sembari menunggu, Ivona mengambil kotak susu yang baru lalu menyesapnya perlahan.


Ivona melihat notifikasi masuk dari si pemilik akun, rupanya orang ini tidak bisa diajak untuk menyelesaikan masalah dengan baik.


[Jangan pernah bermimpi!], balas orang itu.


Ivona tersenyum sinis melihat jawaban penolakan dari pemilik akun. "Siapa yang bisa mengatur orang sok tahu yang sangat banyak di internet?"


______________


Di tempat yang berbeda, di rumah pemilik akun yang tidak lain adalah penggemar Vaya. Orang itu sedang berbahagia, memikirkan hasil yang sudah ia dapat hanya dengan mengunggah satu foto di internet. Ia tidak menyangka bekerja di balik komputer sungguh memyenangkan.


Dengan duduk manis, ia telah mendapatkan sejumlah uang yang bisa ia gunakan untuk bersenang-senang nantinya. Ia bahkan tidak peduli dengan korban yang menjadi sasaran kejahatan cybernya.


Senyumnya terus terkembang, menghiasi bibirnya, membayangkannya saja ia sudah sangat senang apa lagi bisa memegang uang itu secara nyata. Di depan komputernya, penggemar Vaya ini memperhatikan akun bank miliknya, dan melihat sejumlah uang yang baru saja ia terima. Rasanya ia tidak sabar untuk pergi ke bank dan mencairkan dana itu.


Baru saja ia berdiri, dan akan bersiap untuk pergi menarik uang di bank dengan gembira, tapi mendadak ada sesuatu yang aneh dengan komputernya. Ia kembali duduk dan memeriksa komputer miliknya, dana yang ada di akun banknya mendadak raib.


Orang itu syok, melihat apa yang baru saja ia saksikan. Ada seseorang yang telah meretas akun miliknya, dan mencuri semua uang dalam rekening bank atas namanya.

__ADS_1


Di saat kepanikan melanda, tiba-tiba muncul sebaris kata di layar komputernya.


[Lain kali jadilah orang yang baik dengan akun yang baru.]


__ADS_2