
Kekacauan itu terjadi bukan hanya menimpa segelintir orang. Di saat bersamaan, ribuan orang juga mengalami hal yang sama, ponsel mereka mendadak bermasalah. Berulang kali mencoba tapi tetap saja tidak bisa digunakan. Mereka bahkan merestart ponsel beberapa kali agar bisa menggunakan ponsel mereka kembali.
Namun, masih tidak bisa. Mereka terus mencoba hingga berita tentang peringatan agar jangan lagi mengunggah komentar tentang Ivona apalagi menjelekkannya, tersebar. Sebuah peringatan untuk bisa menggunakan ponsel mereka kembali.
[Jangan lagi mengunggah foto dan berita yang menjelekkan tentang putri keluarga Iswara itu, jika kalian ingin ponsel kalian baik-baik saja.]
[Benar, jangan lakukan lagi agar kekacauan ini segera berakhir.]
[Mungkin kalian harus minta maaf atas kesalahan kalian yang telah menghujat dan memfitnah putri dari keluarga Iswara itu.]
[Kekacauan ini harus segera berakhir, jangan lagi menyebar fitnah tentang putri dari keluarga Iswara itu.]
Ivona sengaja memprogram sistem demikian. Asalkan komentar tidak mengandung nama Ivona, ataupun singkatan nama Ivona dan foto Ivona, maka akan baik-baik saja. Namun, jika komentar mereka ada indikasi menjelekkan Ivona, otomatis sistem akan membuat unggahan mereka gagal.
Pada akhirnya mereka memilih untuk berdamai dan meminta maaf pada Ivona. Secara bersamaan pesan permintaan maaf mereka unggah di media sosial.
[ Maafkan kami, seharusnya kami lebih bijak dalam menyikapi suatu berita@Ivona]
[ Kami benar-benar menyesal telah percaya berita itu begitu saja tanpa mencari tahu dulu kebenarannya. @ Ivona, mohon maafkan kami.]
[ Kami minta maaf atas perbuatan buruk kami, yang telah sengaja menjelek-jelekkan mu @Ivona.]
Masih di ruangan Alexander, Ivona terus mengamati aktifitas di dunia maya. Ia masih menunggu apa lagi yang akan terjadi setelah ini, ia tidak ingin meninggalkan dunia maya begitu saja, sebab tidak ingin kejadian seperti tadi berulang. Setelah permintaan maaf segelintir orang, ternyata masih ada yang mengunggah kebencian terhadap dirinya.
__ADS_1
Satu jam kemudian, para netizen memuji kehebatan hacker ini. Seseorang yang telah membuat mereka sadar secara paksa.
[Aku tidak percaya, jika putri keluarga Iswara telah menyewa seorang hacker yang hebat seperti ini. Hacker itu berhasil mengacaukan jaringan di kota kita.]
[Aku setuju, hacker ini memanglah hebat.]
[Iya, dia berhasil memaksa banyak orang untuk mengakui kesalahan mereka.]
[Di mana ia bisa menemukan hacker sehebat ini.]
[Kita tidak boleh lagi bermain-main dengan putri keluarga Iswara jika ingin tenang menggunakan media sosial.]
Ivona tersenyum dan sedikit tersanjung dengan segala pujian mereka pada sang hacker. Mereka tidak tahu kalau hacker yang mereka bicarakan ini adalah Ivona. Gadis yang mereka hujat, yang mereka fitnah dan mereka hakimi sesuka jari mereka sebelumnya.
"Mungkin kali ini aku yang kalian jadikan sasaran dan kalian jadikan target kekejaman jari-jari kalian, it's ok. Aku masih bisa membalasnya, tapi bagaimana jika hal ini menimpa orang lain yang rapuh. Pasti kalian tidak akan pernah berpikir panjang tentang dampak psikologis yang diterima korban perundangan di dunia maya.
Kalian bahkan tidak akan pernah membayangkan jika akibat dari jari-jari kalian bisa saja membunuh sesorang, bukan hanya jiwanya bisa jadi fisiknya pun ikut mati. Dan aku tidak ingin ada hal seperti itu, setidaknya aku berusaha mencegahnya untuk diriku sendiri kali ini."
Ivona terus mengamati layar di depannya dan membaca permintaan maaf juga pujian pada hacker yang tak lain adalah dirinya sendiri.
"Kau serius sekali?" tanya Alexander yang menyempatkan diri untuk memberi perhatian pada gadis di sampingnya. Sedari tadi Ivona tidak sedikit pun melibatkan dirinya dalam keasikannya menatap layar laptop. Alexander juga tidak tahu apa yang Ivona buka atau saksikan dalam laptopnya.
Ivona menoleh, ia sedikit tersenyum untuk menutupi keseriusan dirinya. "Aku hanya sedang melihat-lihat media sosial. Asyik juga membaca komentar-komentar orang dalam unggahan orang lain. Mungkin aku harus menjadikannya hobi baru agar hidupku tidak membosankan," jawab Ivona sedikit berbohong. Mana mungkin ia ingin punya hobi meretas akun setiap orang hanya untuk mengetahui aktifitas media sosial mereka.
__ADS_1
Hal yang tadi ia lakukan pun juga karena terpaksa, agar fitnah tentang dirinya segera dihentikan.
______________
Di saat yang bersamaan, di sebuah pusat teknologi informatika, anggota IT yang mengurus hal ini juga sangat kerepotan. Banyak sekali warga yang menelepon Customer Service untuk menanyakan apakah terjadi error.
Para Customer Service ini sampai kewalahan menjawab pertanyaan warga yang menghubungi pusat teknologi mereka. Mereka masih belum menemukan jawaban yang tepat untuk mereka informasikan pada masyarakat luas tentang penyebab kekacauan sistem yang melanda kota mereka. Sebab, mereka tidak menemukan penyebab apapun setelah memeriksa sistem yang ada.
Hal ini menimbulkan keheranan bagi para ahli IT. Mereka seolah dikejutkan dengan cara kerja baru seorang hacker yang mampu meretas jaringan dalam waktu yang sangat singkat.
Bahkan, para petinggi perusahaan langsung mengadakan rapat dadakan untuk membahas hal ini.
"Bagaimana, apakah kalian sudah menemukan penyebabnya?" tanya seorang petinggi perusahaan pada seorang ahli IT yang bekerja pada perusahaannya.
"Kami tidak menemukan apa pun, Tuan. Kami mencurigai jika ini adalah perbuatan seorang yang profesional di bidang ini," jawab anak buah orang itu.
"Lalu, kita harus bagaimana?"
Para ahli IT yang ada dalam rapat itu, saling menatap. Mereka belum bisa memberikan jawaban pasti tentang langkah yang harus mereka ambil, sebab pekerjaan mereka berhubungan dengan banyak orang. Oleh karena itu, tidak bisa mengambil keputusan secara gegabah, semua harus dipikirkan dengan baik-baik dan matang.
Melihat anak buahnya yang masih nampak kebingungan, membuat petinggi perusahaan itu menjadi risau, bagaimana juga ini pasti akan berdampak pada bisnisnya. Anak buahnya belum bisa menemukan solusi dan akar masalah dari kekacauan yang terjadi. Sementara warga terus mendesak dan bertanya tentang kekacauan ini agar segera diselesaikan.
Sejujurnya mereka juga takut karena mereka berhadapan dengan profesional dalam kejadian kali ini. Orang yang mereka yakini punya kemampuan yang mumpuni karena bisa meretas dan juga mengacaukan sistem jaringan hingga menimbulkan kekacauan di masyarakat. Mereka harus berusaha keras untuk menemukan orang ini atau paling tidak menemukan orang yang memiliki kemampuan yang setara dengan hacker ini, untuk bisa mengatasi kekacauan ini secepatnya.
__ADS_1