IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika


__ADS_3

Kemarin, William melihat Ivona telah menyelesaikan hukuman merangkum buku fisika, dan itu membuat William yang tidak bisa menyelesaikan hukuman di waktu yang bersamaan dengan Ivona harus rela begadang semalaman untuk menyelesaikannya. Hal itulah yang membuat adanya kantung mata gelap pada dirinya.


William masih menatap Ivona yang seakan tidak mendengar apa pun yang terjadi di sekitarnya. Pria itu memikirkan sikap Ivona yang sulit untuk dipahami. Dari apa yang ia dengar, Ivona sering kali membuat masalah, namun dari yang ia lihat, Ivona sangat rajin mengerjakan hukuman dari Mr.Patrick. Terbukti dari cepatnya Ivona menyelesaikan hukumannya.


Seakan tak ingin beralih, William terus saja terpaku menatap Ivona yang tak melihatnya. Dalam hatinya ia tengah mengagumi gadis di sebelahnya ini. Banyak tanya dalam benaknya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Ivona. Gadis misterius dengan segala kejutan yang ia ciptakan.


Kekhusyukannya saat mengagumi gadis di sampingnya tiba-tiba terganggu, saat ia mendengar suara memuji untuk gadis yang tengah menjadi pusat perhatiannya.


"Cantik," desis Beny.


Seketika William menoleh saat suara lirih Beny tertangkap indera pendengarannya sedang mengagumi dan memuji Ivona. William tahu jika teman sebangkunya ini memang cantik, tapi ia tidak menyangka jika kecantikan Ivona mempu menarik perhatian Beny.


William yang sudah terlanjur menoleh pada Beny, membuat pria gendut itu tertegun. Terlebih saat William menatapnya dengan sorot mata dingin dan mengintimidasi.


Berbeda dengan William yang menanggapi ucapan pujian Beny, Ivona justru tak bergeming sedikit pun. Ia memilih untuk menjadi tidak tahu, dari pada harus meladeni aksi Beny yang menurutnya konyol.


Beny yang mendapat tatapan intimidasi, seketika menunduk takut pada William. Namun, ia tidak bisa memungkiri jika beberapa hari ini aura dari Ivona benar-benar terpancar.


Kelas pun dimulai, saat Mr.Patrick masuk bersama dengan seorang guru lainnya.


"Hello, class," sapa Mr.Patrick.


"Helo, Sir," seru satu kelas dengan kompak.


"Ok ... sebelum kita memulai pelajaran hari ini, aku akan memperkenalkan guru fisika kalian yang baru. Aku yakin kalian semua sudah mengenalnya dengan baik, tapi tidak ada salahnya jika aku memperkenalkan beliau kembali. Namanya Mr.Harry, beliau yang akan fokus mengajar fisika pada kelas ini mulai hari ini."

__ADS_1


Mr. Harry bukanlah guru baru di G-school, dia adalah guru senior di sekolah ini. Namun, karena akan ada kompetisi fisika yang tidak lama lagi, Mr. Harry yang merupakan guru pembimbing dalam kompetisi tahunan itu harus menggantikan Mr.Patrick untuk menyeleksi siswa yang pantas menjadi wakil G-school.


Mr.Patrick, dengan gerakan tangannya yang membuka, mempersilakan Mr.Harry untuk memperkenalkan diri pada siswa kelas G, sebagai bentuk formalitas.


"Hello class, let me introduced my self."


"Namaku adalah Harry West, aku yakin kalian semua sudah tahu itu. Kalian bisa memanggilku Mr.Harry seperti biasanya. Mulai hari ini, aku yang akan membimbing kalian semua dalam mata pelajaran fisika. Jika kalian ada kesulitan apa pun mengenai fisika, silakan tanyakan padaku tanpa harus merasa sungkan." Mr.Harry mengakhiri perkenalannya, yang disambut tepuk tangan semua siswa di kelas G.


"Selamat bertugas Mr. Harry," ucap Mr.Patrick sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Terima kasih Mr.Patrick," jawab Mr.Harry.


Sebelum Mr.Patrick keluar, ia teringat akan hukuman yang sempat ia berikan pada Ivona dan William. Mr.Patrick pun memanggil keduanya, "William ... Ivona, kumpulkan tugas kalian yang kemarin."


Ivona dan William pun maju bersama untuk menyerahkan hasil dari hukuman mereka. Melihat kertas di tangan Mr.Patrick, membuat Mr.Harry ingin tahu juga apa itu.


"Bolehkah aku melihatnya?" tanya Mr.Harry.


Tanpa keberatan sama sekali, Mr.Patrick memberikan kertas rangkuman yang dibuat oleh William dan Ivona. Mr. Harry kagum dan puas melihat hasil rangkuman kedua orang ini yang sangat rapi.


Mr.Harry selalu tegas dan adil, semua orang tahu akan hal ini. Setelah mengamati hasil tulisan Ivona dan William, secara spontan Mr.Harry memutuskan. "Aku sudah menemukan kandidat yang akan mewakili G-school dalam kompetisi fisika."


Semua orang di kelas G terkejut mendengarnya, tak terkecuali Mr.Patrick.


Para siswa bahkan banyak yang berbisik, "Siapa?".

__ADS_1


"Siapa yang akan mewakili G-school?"


"Bagaimana bisa Mr.Harry memutuskan sementara ia belum mulai mengajar, dari mana ia menilai siapa yang pantas tanpa tahu hasil belajar kita?"


Mendadak kelas menjadi riuh, dipenuhi dengan pertanyaan akan pernyataan Mr.Harry.


"Tenang ... tenang!" seru Mr.Harry, yang membuat seisi kelas seketika hening, menunggu penjelasan Mr.Harry yang akan mengatakan siapa siswa terpilih itu.


"Ivona akan mewakili sekolah kita dalam kompetisi fisika tahunan," ucap Mr.Harry.


Semua mata terbelalak, seakan tidak percaya dengan apa yang baru mereka dengar. Bagaimana mungkin guru itu memilih Ivona, selama ini murid-murid yang dipilih oleh Mr.Harry untuk wakil pelajaran fisika adalah murid-murid dengan nilai tinggi. Lalu, kenapa pilihan Mr.Harry jatuh pada Ivona?


Semua siswa nampak heran, dan yang paling heran di antara semuanya adalah seorang gadis yang menjadi murid perwakilan sebelumnya selama satu setengah tahun. Raut wajahnya terlihat tidak baik saat mendengar keputusan Mr.Harry. Gadis yang bernama Jeany itu menahan kekesalannya. Tidak ada yang bisa ia lakukan meski ia ingin protes dengan keputusan Mr.Harry. Kegaduhan itu sudah selesai saat Mr.Harry memulai pelajarannya, dan Mr.Patrick pamit undur diri.


Bel akhir dari pelajaran Mr.Harry sudah berbunyi, membuat semua siswa yang sedari tadi menahan diri untuk bergosip kini tak mampu lagi menahan untuk tidak saling membicarakan murid pindahan di kelas mereka.


"Apa Mr. Harry tidak salah pilih, kita semua tahu prestasi Ivona dengan nilai buruknya. Ia juga berasal dari sekolah paling buruk di kota ini, bagaimana bisa ia dipilih?"


"Anak itu pasti akan mempermalukan G-school."


Ivona tidak peduli sama sekali dengan siswa yang menggunjingnya, ia memilih untuk pergi keluar. setelah Ivona pergi, Kelly menghampiri gadis bernama Jeany. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Kelly.


Jeany hanya bisa menatap nanar pada Kelly. "Tenanglah semua akan kembali membaik seperti sebelumnya," ucap Kelly seolah menenangkan.


"Kau dan Ivona tidaklah setara, yakinlah kau jauh lebih baik dari gadis pembuat masalah itu," imbuh Kelly dengan nada meremehkan.

__ADS_1


Ivona yang sudah keluar, mulai menelpon Marcus saat sampai di depan pintu. "Hallo, Marcus, apakah kau mengenal seseorang dari institut kedokteran seperti yang sebelumnya kau katakan?"


__ADS_2