IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.81 Jadi Rebutan


__ADS_3

Senyum yang awalnya mengembang karena dihubungi seorang Marcus, seketika berubah ketika Marcus mengajaknya berbicara tentang kekacauan cyber di negaranya. Ucapan Marcus langsung membuat tegang kepala Institut yang juga merupakan wakil direktur di perusahaan nasional itu. Suaranya bahkan tertahan sekadar untuk menjawab apa yang Marcus ucapkan. Wakil direktur itu masih tidak percaya, seseorang seperti Marcus menghubunginya, dan mengajaknya berdiskusi tentang masalah yang baru ia bahas dengan para staf ahli perusahaannya.


Ia semakin tidak bisa menutupi ketegangan itu, ketika Marcus mengubah mode panggilan menjadi vidio call. Tanpa bertatap muka saja, ia sudah bisa merasakan aura dingin dari suara Marcus, kini ditambah harus melihat wajah pria yang disegani itu, membuat ketegangannya menjadi dua kali lipat.


Di ujung telepon sana, Marcus melihat jelas raut tegang di wajah wakil direktur melalui panggilan vidio. "Halo, kau masih di sana untuk mendengarkan aku, bukan?"


Wakil direktur itu semakin gugup, sampai seseorang yang tadi datang membawa kabar tentang adanya panggilan dari Marcus itu harus menyenggolnya untuk menyadarkan Tuannya.


"Tuan, Tuan Marcus mengajak Anda berbicara," bisiknya pada wakil direktur.


Sedikit tersentak, tapi wakil direktur itu kembali fokus pada layar di mana Marcus menunggunya untuk berdiskusi.


"I-iya, Tuan, apa yang ingin Anda bicarakan dengan saya di sini," jawab Wakil direktur gugup. Sikap tegas yang ia tunjukkan pada stafnya tadi raib sudah bersamaan dengan aura dingin dari suara Marcus.


"Aku ingin membahas kejadian di perusahaanmu kali ini," ulang Marcus.


"Maksud, Anda?"


"Aku tahu apa yang menjadi penyebab kekacauan yang terjadi di negaramu," ujar Marcus langsung pada tujuannya.


Terlihat jelas keterkejutan di raut wajah wakil direktur. "Bagaimana orang ini bisa tahu, apakah kabar di negaranya sudah menyebar begitu cepat hingga ke luar negeri." Begitu batinnya berucap.

__ADS_1


"Maaf, Tuan, saya tidak mengerti maksud Anda?" Wakil direktur itu lebih memilih berpura- pura, seolah di negaranya sedang baik-baik saja, padahal kekacauan besar sedang menimpa negara itu.


"Kau tidak perlu berpura-pura tidak tahu maksudku, aku sudah tahu apa yang sedang terjadi di negaramu, dan aku akan membantumu kali ini."


Wakil direktur sampai terperangah dengan Marcus yang bisa tahu kalau dirinya sedang berpura-pura.


"Aku akan memberitahu siapa yang menyebabkan kekacauan ini, tapi sebelum itu kau harus berjanji akan menghentikan penyelidikan ini, dan membiarkan pelakunya bebas tanpa ada sanksi sedikit pun. Karena apabila di negaraku, seseorang yang memiliki skill seperti ini pastilah akan kami lindungi sebab ia aset berharga bagi negara."


Wakil direktur masih sedikit bingung mengartikan kalimat Marcus. Bagaimana bisa pelaku yang sudah menyebabkan kekacauan tidak boleh dikenakan sanksi.


"Pelaku yang telah mengacaukan sistem jaringan di negaramu adalah warga pribumi, tapi ia juga anggota di dalam institut komputer yang aku pimpin. Dan kau harus tahu juga jika anak ini sangat berbakat, sebab itu aku berani melakukan pembelaan padanya."


Wakil direktur itu membelakkan matanya, berpikir tentang orang yang dibicarakan oleh Marcus. Di negaranya ada anak yang berbakat seperti itu, dan ia tidak mengetahuinya.


Wakil direktur sulit percaya mendengar perkataan Marcus tetang orang berbakat yang katanya sedang menjadi pembicangan hangat di dunia maya. Kalau tidak salah ingat, bukankah gadis itu masih sekolah menengah atas.


"Apa Anda serius dengan apa yang Anda ucapkan, Tuan Marcus?"


"Tentu saja aku serius."


"Tapi, bukankah anak yang sedang menjadi trending topik itu masih SMA?" tanya wakil direktur untuk menyakinkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kau benar, anak itu memang masih SMA, tapi dia punya keahlian di atas rata-rata anak SMA."


"Lalu, apa tujuannya membuat kacau sistem kami?"


"Kau masih berani bertanya tentang tujuannya mengacaukan sistem, tentu saja untuk melindungi dirinya sendiri. Bukankah perusahaanmu juga ikut andil menjadikan gadis itu trending topik?"


"Mungkin Anda salah paham kepada kami, Tuan. Kami tidak pernah ada hubungannya dengan cerita yang sedang viral itu. Ini semua murni ulah seseorang yang menyebarkan berita itu," jelas wakil direktur.


"Begini saja, setelah kami tahu siapa yang melakukan kekacauan ini, kami akan segera memperbaiki sistem kami, dan seperti yang Anda minta, kami tidak akan memberikan sanksi pada pelaku. Justru kami akan mengajaknya bekerja sama dalam perusahaan kami. Bagaimana menurut Anda?"


"Apa?" Marcus terlihat kaget. "Kau mau mengajaknya bekerja sama, apa kau sudah lupa jika tadi aku mengatakan kalau Ivona sudah menjadi bagian dari timku. Dia telah bergabung ke dalam institusi komputer yang aku pimpin. Aku justru yang akan menariknya ke negaraku, menaturalisasi Ivona menjadi warga negara kami, akan membuatnya lebih aman dan dihargai," sambung Marcus.


"Tidak akan segampang itu, Tuan. Setelah kami mengetahui bakat dalam diri anak itu, negara kami juga akan melindunginya. Akan lebih baik jika dia memanfaatkan ilmunya untuk negaranya sendiri." Wakil direktur juga tidak mau kalah. Dalam pikirannya, jika anak itu dalam waktu sekejap bisa membuat kacau sistem sebuah perusahaan besar pastilah bakatnya sangat luar biasa. Usia anak itu juga masih terlalu muda, kemampuannya masih bisa berkembang jika ada yang membimbingnya. Begitu yang ada dalam benak wakil direktur.


"Apa kau tahu kalau Ivona tidak diperlakukan baik di negaramu?"


"Setelah kami mengetahui bakat dalam diri anak yang bernama Ivona itu, tentu saja kami akan menjaga dan melindunginya, sebab ia merupakan sebuah aset negara seperti yang Anda katakan sebelumnya."


Marcus jadi sedikit kesal, harus nya tadi ia tidak menceritakan tentang Ivona dan kemampuannya yang luar biasa. Sekarang selain kesal, ia juga sedikit takut jika ia akan kehilangan Ivona dari institusinya. Sangat disayangkan jika hal itu sampai terjadi, sebab peran Ivona sudah ia anggap sangat penting dalam project-project yang ia kerjakan.


Setelah tahu kehebatan Ivona, wakil direktur juga ingin mempertahankan Ivona. Ia yakin gadis itu akan sangat berguna bagi perusahaannya. Melihat dari sikap Marcus yang benar-benar ingin Ivona tetap bekerja padanya, membuatnya semakin yakin jika gadis itu layak dipertahankan.

__ADS_1


"Begini saja, aku tetap akan membujuk Ivona untuk pindah ke negaraku, tapi semua keputusan aku serahkan pada Ivona, jika ia tidak ingin pindah kewarganegaraan kau juga tidak boleh menghalanginya untuk tetap bergabung dengan timku. Bagaimana juga Ivona memiliki kebebasan yang harus kita utamakan, dan kau juga harus segera menyelesaikan masalah ini dengan baik."


"Tentu, Tuan. Aku harap anak bernama Ivona itu tetap akan memilih negaranya sendiri," jawab wakil direktur.


__ADS_2