IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.134 Temukan Ivona!


__ADS_3

Thomas yang baru saja tiba, merasa syok melihat keadaan privat room bagai kapal pecah.


"Di mana Ivona?" sentak Thomas. Ia melihat ayah dan ibunya saling berpelukan karena takut melihat kejadian yang baru saja terjadi.


"Ayah ... Ibu, di mana Ivona?" tanya Tommy yang baru saja tiba. Dibelakangnya ada Rio juga.


"Tommy, tolong Ibu, Nak." Bibir Nyonya Iswara bergetar.


Rio sebagai anak tertua, dengan sigap membantu ibunya berdiri, begitu pun dengan Tommy yang membantu Tuan Iswara.


"Yah ... Bu, katakan di mana, Ivona!" desak Thomas tak sabar.


"I-Ivona, i-ikut dengan Tuan Walker," jawab Tuan Iswara.


"Apa maksud Ayah?" Thomas masih tidak sabar untuk segera tahu di mana adiknya saat ini.


"Thom ... biarkan Ayahmu tenang lebih dulu," sela Nyonya Iswara.


Thomas mendengkus marah. "Bu, kita tidak ada waktu untuk itu, kita harus segera menyusul Ivona!" teriak Thomas di depan semua keluarganya. Kakak ketiga Ivona itu sangat khawatir akan terjadi sesuatu pada adik satu-satunya.


Niat awalnya, mereka semua ingin memberi kejutan untuk pulang bersama-sama, tapi sesampainya di rumah keluarga Iswara, Norman—pelayan setia kakek Iswara—mengatakan jika Ivona pergi makan malam bersama Tuan dan Nyonya Iswara ke sebuah restoran mewah.


Tak ingin momen memberi kejutan berlalu begitu saja, mereka tiga bersaudara itu memutuskan untuk mendatangi restoran dan merayakan kejutannya di sana. Namun, melihat keadaan privat room yang hancur justru membuat mereka yang terkejut.


"Tuan Walker membawa Ivona, tapi Ayah tidak tahu menahu ke mana Tuan Walker membawa Ivona."


"Sial!" umpat Thomas.


Kakak ketiga Ivona itu segera berlari keluar dengan niat mencari tahu keberadaan Ivona. Disusul oleh Tommy yang mengikuti. Setelah berlari dan berusaha untuk mengejar sang adik namun tetap tak terkejar, kedua kakak Ivona itu terlihat lunglai. Gurat penyesalan tercetak jelas di wajah mereka.


"Di mana, Ivona?" suara lantang Alexander membuat Tommy dan Thomas menoleh.


"Alexander," lirih Tommy. "Kau tahu?"


"Jangan banyak bicara, di mana Ivona dengan orang tua kalian yang serakah itu!" sentak Alexander.


Tommy terdiam, sedangkan Thomas menggeleng. "Mereka sudah membawa Ivona pergi."

__ADS_1


"Sial!" rutuk Alexander. Pria itu segera mengeluarkan ponselnya. Ia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari anak buahnya yang bertugas mengawasi orang tua Ivona. Saking paniknya saat tahu Ivona diajak bertemu dengan Greyson Walker, Alexander yang saat itu sedang ada meeting rapat dewan direksi langsung pergi tanpa pamit untuk menemui Ivona. Ia sampai mengabaikan ponselnya, dan tidak tahu jika ada panggilan dari anak buahnya.


Alexander menekan ikon panggil untuk menghubungi anak buahnya.


"Katakan di mana kau sekarang?" sahut Alexander saat panggilan itu terhubung.


"Tuan, saya sedang mengikuti Nona Ivona. Maafkan saya yang tidak bisa menyelamatkan Nona, jumlah mereka sangat banyak dan saya tidak akan mampu mela ____"


"Katakan di mana posisimu, jangan banyak bicara!" potong Alexander tidak sabar.


"Mobil ini menuju mansion Tuan Walker."


Seketika Alexander mematikan ponselnya dan bergegas masuk ke mobil.


"Alexander tunggu, aku ikut," ujar Thomas.


Alexander tak menjawab, ia juga tidak peduli dengan dua kakak Ivona itu. Tanpa menunggu ijin, Tommy dan Thomas ikut masuk ke dalam mobil Alexander. Pria itu langsung memacu mobilnya diikuti oleh anak buahnya menuju mansion Walker.


Alexander lupa jika ini bukan jalan nenek moyangnya, ia terus memacu mobilnya dengan cepat karena tidak ingin terlambat. Ia tidak ingin Ivona terluka seperti waktu diculik dulu.


"Mereka masuk, Tuan," ujar anak buah Alexander yang menunggu Alexander di seberang jalan gerbang mansion Walker.


Alexander keluar dengan Desert Eagle di tangannya. Senjata laras pendek itu mampu membantai musuh-musuh yang ada di depan mata Alexander. Tommy dan Thomas mengambil kesempatan untuk mengambil senjata dari anak buah Greyson yang sudah ditumbangkan oleh Alexander untuk melindungi diri.


"Ivona, di mana kau?" teriak Alexander di dalam mansion.


Bukan sahutan dari Ivona tapi sebuah peluru terarah kepadanya yang menjawab teriakan Alexander.


"Awas!" teriak Thomas yang langsung mendorong tubuh Alexander.


Tommy langsung melepaskan tembakan pada orang yang berusaha menembak Alexander tadi.


"Kita harus berhati-hati, anak buah Walker ternyata sangat banyak," ujar Thomas.


"Kita menyebar, aku akan ke atas dan mencari Ivona di sana. Kau ke arah belakang mansion," ujar Alexander.


Thomas mengangguk dan segera melaksanakan perintah Alexander. Dengan senjata yang terus siaga, Alexander berusaha naik ke lantai atas untuk menemukan Ivona.

__ADS_1


Setiap halangan dari anak buah Greyson Walker, Alexander tumpas sampai tak bersisa. Setelah menyisir semua tempat dan tak menemukan apa pun juga di mansion itu, Alexander berkumpul dengan Thomas dan Tommy kembali.


"Kau menemukannya?"


Tommy dan Thomas kompak menggeleng. "Tidak," ucap mereka berdua serempak.


"Sialan! Kemana mereka membawa Ivona?" geram Alexander.


Ketiga pria itu terdiam, dan memikirkan kemungkinan mereka membawa Ivona. Saat hening itu lah, Alexander menangkap pergerakan dari anak buah Greyson Walker yang ternyata belum mati setelah tertembak di dadanya. Alexander segera menghampiri orang itu, "Katakan ke mana Greyson membawa gadis itu?"


Alexander menjambak rambut pria itu agar mendongak.


"A-a-aku, ti-tidak ta-tahu," jawab orang itu tersengal-sengal.


"Me-mereka ti-tidak ma-masuk ke-kemari," lanjutnya.


Marah karena tidak mendapatkan jawaban yang diinginkan, Alexander melepaskan lagi tembakan ke tubuh pria itu. Kemudian keluar dari mansion yang kini sudah dipenuhi dengan mayat yang bergelimpangan.


"Kenapa Ivona tidak ada di dalam?" Alexander menodongkan pistolnya ke dahi anak buah yang tadi memberinya informasi. "Apa kau berniat mengkhianatiku, hah!"


"Ti-tidak, Tuan, a-aku memang melihat mobil Tuan Greyson dari restoran masuk ke mansion ini," jawab anak buah itu terbata.


"Tuan, Tuan Alexander, saya menemukan pintu keluar di belakang mansion." Seorang anak buah Alexander berlari tergopoh-gopoh untuk melaporkan temuannya.


"Apa yang kau katakan!" sentak Alexander.


"Sa-saya menemukan ada pintu keluar di bagian belakang mansion, Tuan."


"Dan pintu itu cukup untuk dilewati sebuah mobil," sambung orang itu.


"Mungkinkah mereka membawa Ivona kabur lewat pintu belakang?" celetuk Thomas.


"Cek ruang CCTV!" titah Alexander.


Dengan sigap salah satu anak buah Alexander berlari mencari ruang CCTV. Setelah kembali, ia melaporkan kebenaran jika Greyson Walker menurunkan Ivona dari mobil dan memasukkannya kembali ke mobil lain untuk mengecoh lawan.


"Sial!" Alexander menggeram marah. "Cek seluruh CCTV kota, dan temukan Ivona!"

__ADS_1


"Baik, Tuan."


"Aku pastikan kalian tidak akan selamat jika terjadi sesuatu dengan Ivonaku!" Rahang Alexander mengetat, tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya memutih.


__ADS_2